Kisah Tenaga Kesehatan Sragen: Sembuh dari Covid-19, Tapi Perjuangan Belum Berakhir…
Seorang nakes di Bangsal Tulip RSUD Sragen mengenakan APD lengkap sebelum bertugas di pelayanan bangsal, Selasa (22/9/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Bagi para tenaga kesehatan (nakes) di Sragen dinyatakan sembuh setelah terjangkiti virus corona atau Covid-19 memang menjadi anugerah. Namun, perjuangan mereka belum berakhir.

Setelah dinyatakan sembuh dan kembali bekerja, masih ada kemungkinan untuk kembali terinfeksi karena mereka bersinggungan langsung dengan orang sakit. Hal ini menjadikan mereka harus lebih hati-hati.

Seperti dikisahkan tenaga kesehatan di Bangsal Tulip RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Menuk Rusmiyati, 42. Perawat tersebut pernah ikut swab test massal yang dilakukan manajemen RSUD Sragen pada Rabu (26/8/2020) lalu.

Tahun Depan Penerbangan Dibuka Lagi, Angin Segar untuk Biro Umrah

Hasil swab test itu keluar pada Senin (31/8/2020) dan Menuk ternyata salah satu yang terkonfirmasi positif. Air matanya meleleh saat mendengar hasil swab test itu.

Menuk mengalami shock berat sampai tidak doyan makan. Tenaga kesehatan tersebut sempat di bawa ke ruang isolasi di Bangsal Teratai RSUD pada Senin pagi, kemudian sore harinya dipindahkan ke Technopark Sragen.

“Saat shock berat. [Saat] itulah saya menemukan saudara yang sebenarnya. Pegawai RSUD dan DKK [Dinas Kesehatan Kabupaten] terus memotivasi, menyemangati, dan menghibur supaya saya doyan makan. Badan itu rasanya sudah tak karu-karuan. Sampai dari pimpinan RSUD itu menawari makanan apa pun yang saya inginkan agar saya mau makan. Bangun tidur sudah ada makanan. Buah-buahan pun banyak,” kisahnya saat bertemu wartawan, Selasa (22/9/2020).

Joss! Wonogiri Raih Penghargaan Pelayanan Investasi Terbaik di Jateng Versi Markplus

Anggota Keluarga juga Positif

Waktu 11 hari terlewati dan Menuk dinyatakan sembuh pada Jumat (11/9/2020) lalu. Bukan hanya Menuk yang terkonfirmasi saat itu, ada enam orang anggota keluarganya yang juga terkonfirmasi Covid-19.

Keluarganya yang dirawat di Technopark ada lima orang dan dua orang di RSUD Sragen. Tenaga kesehatan di Sragen itu bersyukur semua keluarganya sudah sembuh dari Covid-19.

Perhatian tetangga kampungnya di wilayah Pringanom, Masaran, Sragen, yang luar biasa juga menguatkannya. Mereka tidak takut dengan Covid-19, tetapi justru memberi dukungan moral kepada keluarga Menuk.

Sabar Dulu, Simulasi PTM SMA dan SMK di Solo Tunggu Covid-19 Mereda

Saat pulang ke rumah, warga di sepanjang jalan masuk menyambutnya bak pahlawan yang baru pulang dari medan perang. “Masyarakat menerima kami dengan baik. Kami tidak dikucilkan. Banyak tetangga yang membantu mengirim makanan,” kisahnya.

Pengalaman menjadi pasien terkonfirmasi Covid-19 membuat Menuk lebih memperketat pelindungan diri dan keluarga. Rasa takut tertular kembali pun masih dirasakan karena ia bekerja sebagai perawat atau tenaga kesehatan. Otomatis dia harus berhadapan dengan pasien dengan berbagai macam penyakit di RSUD Sragen.

“Untuk kehati-hatian protokol kesehatan itu wajib. Masker sekarang saya dobel, masker N-95 dan masker bedah, jaga jarak. Positif atau negatif itu seperti tadir karena anak ragil saya yang makan bersama dengan saya ternyata negatif,” ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom