Kisah Driver Ojol Karanganyar Jadi Korban Order Fiktif ke Hutan
Pengemudi ojek online menunggu pesanan melalui aplikasi di jalur lambat Jl. Lawu, Karanganyar, Selasa (4/2/2020). (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pengemudi ojek online (ojol) di Karanganyar sepekan belakangan ini resah dengan maraknya teror order fiktif.

Para pengemudi ojol khawatir akun mereka diretas lantaran sudah ada rekan mereka yang menjadi korban.

Salah satu korban peretasan bermodus order fiktif, Parikin Susilo, 56, menceritakan awal mula dirinya menjadi korban order fiktif.

Jumat (31/2/2020) pukul 05.00 WIB dia menerima order membeli Pecel Kediri untuk diantar ke Mojogedang.

Gagal Nyalip, Perempuan Pengendara Motor di Boyolali Jatuh dan Terlindas Bus

Belum selesai memesan order, dia ditelepon nomor asing yang mengaku sebagai admin perusahaan ojol yang dia ikuti.

“Dia bilang dari Grab dan meminta saya membatalkan pesanan karena itu order menuju ke hutan. Saya curiga dan memastikannya ditemani teman saya. Saya tetap antar pesanan, tapi ketika sampai ke lokasi memang itu hutan," jelas dia ketika berbincang dengan Solopos.com, Selasa (4/2/2020).

Begini Kondisi Lalu Lintas di Purwosari Solo Sehari Sebelum Ditutup Untuk Proyek Flyover

Sampai di hutan, belum sampai dua menit dia kembali ditelepon oleh nomor yang sama dan memintanya membatalkan pesanan segera.

"Tapi saya tidak percaya dan saya biarkan orderan menggantung,” kata Parikin.

Bakul Ondhe-Ondhe Dibacok Dan Dirampas Motornya di Gatak Sukoharjo

Khawatir terjadi apa-apa, dia kemudian mendatangi kantor Grab di Solo Baru, Sukoharjo, untuk mendapatkan penjelasan.

Di kantor tersebut dia mendapatkan informasi ada yang mencoba meretas akunnya melalui metode orderan fiktif.

32.098 Rumah di Klaten Kosong, di Mana Penghuninya?

Dia juga mendapatkan informasi, nomor yang sama telah melakukan order fiktif hingga 16 kali.

“Di kantor Grab adminnya bilang kalau orderan itu saya cancel akun saya jatuh ke tangan mereka. Tapi walaupun tidak jadi di-hack karena nomor itu sudah diblokir, nomor HP saya jadi korban,” imbuh dia.

Lagi Hamil, Peserta CPNS 2019 Ini Kontraksi Saat Tes SKD

Parikin mengatakan nomor teleponnya dipakai untuk order fiktif sehingga banyak driver ojol yang menelepon dirinya padahal dia tidak order sama sekali.

Hal senada diungkapkan pengemudi ojol lainnya, Risa Wahyu Anugerah, 22, yang juga menjadi korban orderan fiktif dua kali.

Ancaman Virus Corona Belum Kelar, Flu Babi Renggut 56 Nyawa di Taiwan

Dia juga mengaku ditelepon nomor yang sama dengan yang menelepon Parikin.

“Saya kemarin dan hari ini [Selasa, 4/2/2020] juga ditelepon. Jujur resah nanti diretas dan digunakan untuk kejahatan mengatasnamakan saya. Kami juga terganggu kerjanya dan rugi operasional karena order fiktif. Baru saja sore ini ada empat orang teman yang diteror juga,” ucap dia.

Pria Ini Ungkap Kelemahan Google Maps, Apa Itu?

Pemilik Resto Petjel Kediri, Aris Susanto, juga mengaku resah dengan maraknya order fiktif yang ditujukan ke restoran miliknya.

Menurutnya, aksi tersebut dapat mempengaruhi iklim usaha mikro di Karanganyar.

Nekat Ikut Tes CPNS 2019 Saat Bukaan 1, Wanita Ini Melahirkan Usai Kerjakan Soal

“Kerugiannya dua pihak, penjual dan driver. Kalau penjual sudah menyiapkan orderan jadi terbuang sia-sia. Kalau driver rugi operasionalnya. Ini benar-benar meresahkan,” beber dia.

Gadis Karanganyar Ngaku Cowok di FB Buat Menipu Sesama Perempuan

Informasi yang dihimpun Solopos.com, nomor yang digunakan untuk order fiktif berujung peretasan akun driver ojol yakni 081244778314 dan 087788136913. Nomor tersebut digunakan untuk meneror sedikitnya enam pengemudi ojol di Karanganyar.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho