Kisah 3 Kakek-Kakek Penyelamat 25 Siswa SMPN 1 Turi Sleman dari Susur Sungai Sempor
(dari kiri) Mbah Sudiro, Wardi Sugito, dan Suparman, penyelamat siswa SMPN 1 Turi, Sleman, dari Tragedi Sempor. (Detik.com)

Solopos.com, SLEMAN – Ada sejumlah sosok heroik di balik kegiatan susur Sungai Sempor berujung maut yang dilakukan 249 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, DIY, Jumat (21/2/2020). Seperti Mbah Sudiro alias Mbah Rois, Mbah Wardi Sugito, dan Suparman.

Ketiga pria tua itu bahu-membahu menolong siswa SMPN 1 Turi yang terseret arus deras Sungai Sempor. Kisah penyelamatan puluhan siswa SMPN 1 Turi itu diawali Mbah Sudiro yang diberi tahu anaknya.

Kontroversi Berenang Bikin Hamil, Kolam Renang di Jepang Jadi Sorotan

Mbah Sudiro, 71, yang sedang membersihkan makam leluhur bergegas ke Sungai Sempor saat diberi tahu terjadinya kecelakaan air. Dia berusaha sekuat tenaga menolong siswa SMPN 1 Turi Sleman yang hanyut hingga kakinya terluka.

Mbah Sudiro berenang membawa sejumlah siswa SMPN 1 Turi Sleman ke tepi Sungai Sempor. Di tepi sungai sudah ada beberapa warga yang siap menolong, yakni kakak Mbah Sudiro, Wardi Sugito, 80, dan Suparman, 59.

Suparman mengatakan sejumlah warga berusaha membantu menarik siswa SMPN 1 Turi Sleman dengan bambu dari sungai. Keadaan Kali Sempor saat itu cukup menegangkan.

Punya 27 Pemain, Persis Solo Masih Berniat Boyong Amunisi Baru

“Ada yang setelah itu lari ke masjid untuk kasih pengumuman. Lha kami di sini nyoba menyelamatkan anak-anak yang dibatu tengah sungai pakai bambu atau tangga buat nyeberang,” terang Suparman seperti dikabarkan Detik.com, Selasa (25/2/2020).

Suparman mengatakan setidaknya berhasil menyelamatkan 25 siswa SMPN 1 Turi Sleman yang hanyut di Kali Sempor. Mereka juga sempat membantu Kodir alias Sudarwanto, pemancing yang ikut terjun menyelamatkan siswa SMPN 1 Turi dari arus deras Sungai Sempor.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho