Kian Banyak Kritikan, Ini Curahan Hati Ustaz Yusuf Mansur

Salah satu yang disoroti Yusuf Mansur adalah kian banyaknya akun di media sosial yang mengkritik dirinya.

 Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur menangis saat mengantar sahabatnya, Dr. Mahfudz Faizi ke peristirahatan terakhir, Kamis (20/1/2022). (Daqu Channel)

SOLOPOS.COM - Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur menangis saat mengantar sahabatnya, Dr. Mahfudz Faizi ke peristirahatan terakhir, Kamis (20/1/2022). (Daqu Channel)

Solopos.com, JAKARTA — Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur mendoakan semua orang yang mengkritik dirinya terkait dengan investasi yang digalangnya dan berujung gugatan.

Ia berharap kritikan yang ditujukan kepada dirinya tidak dilandasi permusuhan karena akan berpotensi memecah persatuan.

PromosiSemangat Merdeka Belajar untuk Pemulihan Pendidikan Asia Pasifik

“Terhadap channel-channel lain, dari orang-orang yang masih dan bahkan bertambah masif, bicara kesalahan dan keburukan saya dan beberapa yang membersamai saya. Teriring juga doa, benar-benar Allah hanya mengizinkan kebaikan dan hal-hal baik saja yang berlaku buat semuanya,” tulis Yusuf Mansur dalam akun Instagram miliknya, seperti dikutip Solopos.com, Kamis (27/1/2022).

Yusuf Mansur menyatakan dirinya memantau perkembangan media sosial yang terjadi seiring gugatan demi gugatan yang masuk ke pengadilan atas investasi yang digalangnya beberapa tahun silam.

Baca Juga: Sering Dikritik, Yusuf Mansur Doakan Yang Terbaik untuk Edy Mulyadi

Salah satu yang disoroti Yusuf Mansur adalah kian banyaknya akun di media sosial yang mengkritik dirinya. Sebagian dari akun-akun itu bahkan mengeluarkan tulisan yang bernada menghujat.

“Semoga gak ada benih-benih permusuhan dan perselisihan apapun di negeri tercinta ini. Apalagi sampai yang berpotensi disintegrasi bangsa atau perpecahan ummat. Jangan sampai ada meski itu hanya benih. Salam juga buat semua kawan yang mengambil tindakan ini tindakan itu. Gak luput juga dari doa saya dan kami-kami agar semua langkah dibimbing Allah. Bukan karena emosi, kemarahan, dendam membara. Tetap tenang. Adem. Kalem. Sambil terus belajar memaafkan, membuka pintu dialog, tapi dialog yang jujur. Bukan untuk menambah deretan konten-konten baru yang akhirnya menambah gaduh,” lanjutnya.

Yusuf Mansur menyarankan agar seluruh elemen masyarakat bersinergi membangun negeri.

“Pekerjaan membangun dan melayani negeri, sungguh harus diutamakan. Daripada kemudian habis energi untuk saling pecah dan saling menyerang. Terhadap ekosistem Daqu, apapun langkah, di urusan apapun, pastikan nanya Allah dulu, dan senantiasa minta bimbingan-Nya,” ujarnya.

Baca Juga: Laporkan Yusuf Mansur ke Polisi, Darmansyah: Saya Menolong Beliau

Yusuf Mansur juga turut mengomentari kasus ‘jin buang anak’ yang menjerat wartawan senior sekaligus seorang Youtuber, Edy Mulyadi.

Edy Mulyadi adalah salah satu orang mengkritik investasi Yusuf Mansur yang kini digugat sebagian investor.

Di kanal Youtube Bang Edy Channel, Edy Mulyadi kerap mempersoalkan konsep sedekah dan investasi yang digalang Yusuf Mansur.

Yusuf Mansur mendoakan agar Edy Mulyadi dapat melewati masalah hukum yang menjeratnya dengan baik.

Baca Juga: Zaini Mustofa Buka Posko Pengaduan Investasi Yusuf Mansur

“Bismillaah. Beberapa orang trakhir-terakhir ini, dengan izin Allah banyak saya doakan dengan doa-doa terbaik. Salah satunya, Haji Edy. Saya belajar dari channel beliau, apa-apa yang jadi kesalahan dan keburukan saya yang disampaikan sekian seri di di channel akun Youtubenya,” tulis Yusuf Mansur.

Yusuf Mansur mengatakan, di Pesantren Daarul Quran dibiasakan untuk menerima salah dulu jika muncul persoalan. Itu, kata dia, merupakan bentuk instropeksi diri sebelum melakukan respons balik.

“Di Pesantren Daqu dan ekosistemnya, membiasakan diri di awal-awal, menerima salah dulu, ketika dibahas orang, kesalahan-kesalahan dan keburukan-kesalahannya. Supaya apa? Supaya ada introspeksi. Inilah sebaik-baiknya respons. Sebaik-baiknya reaksi. Termasuk kepada sahabat kami, yang belum pernah kami bertemu dan berdialog sekalipun. Bahkan meski itu lewat telpon,” lanjut dai bernama kecil Jam’an Nurchotib Mansur itu.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Kisah Pilu Medusa, Wanita Cantik Jelita yang Dikutuk Berambut Ular

Dalam mitologi Yunani, Medusa dikenal sebagai sosok wanita cantik jelita yang dikutuk berambut ular namun memiliki kekuatan yang mematikan.

Semangat Merdeka Belajar untuk Pemulihan Pendidikan Asia Pasifik

Sistem pengajaran yang memerdekakan adalah jalan terbaik memulihkan sektor pendidikan di kawasan Asia Pasifik. Semua negara di kawasan ini harus bekerja sama memulihkan sektor pendidikan.

Hadir di UKSW, Menteri KKP Ungkap Strategi Ekonomi Biru dan Riset PT

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hadir dalam ajang Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Leaders Forum hari ke-2 yang berlangsung di Balairung Universitas.

Mengintip Isi Cawet, Desa Nan Indah di Pemalang

Inilah pemandangan indah di Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

PT BSI (BRIS) Akan Right Issue Kuartal III/2022, Segini Nilainya

Kuartal III/2022, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. (BRIS) akan melakukan right issue sebagai upaya penambahan modal.

Siapa Wirda Mansur yang Bilang Paytren Baik-Baik Saja?

Di Paytren Wirda Mansur menjabat Direktur Inovasi & Pengembangan.

Ketika Pemain Kendang Mengacau, Humor dan Dagelan ala Srimulat

Film Srimulat: Hil yang Mustahal diawali adegan kelompok lawak Srimulat yang sedang populer terganggu penampilannya karena kemunculan pemain kendang yang lebih lucu bernama Gepeng (Bio One).

Wirda Mansur dan Kuasa Hukum Paytren Beda Suara, Siapa yang Bohong?

Pernyataan Wirda Mansur itu berbeda dengan pengakuan kuasa hukum Paytren yang menjadi wakil dalam perundingan tripartit atas gugatan 14 karyawan di Kantor Disnaker Bandung.

Tripartit Yusuf Mansur Berlanjut 25 Mei, Karyawan Tuntut Gaji Dibayar

PT VSI melalui kuasa hukumnya, Carlos menyatakan perusahaan milik Yusuf Mansur itu tidak punya dana cukup untuk membayar karyawan.

10 Berita Terpopuler: Onggo-Inggi Jembatan Jurug & Laka Sleman-Boyolali

Ulasan tentang wujud Onggo-Inggi, makhluk yang disebut-sebut kerap muncul di Jembatan Jurug lama dan kecelakaan di Sleman & Boyolali menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Kamis (19/5/2022).

Politikus Nasdem: Demo Jangan Angkat Isu Pemakzulan Jokowi

Aksi itu merupakan puncak dari rangkaian gelombang unjuk rasa buruh di berbagai daerah.

Demo Besar 21 Mei, Anggota DPR: Jangan Niatnya Perebutan Kekuasaan

Sejumlah elemen masyarakat dari kelompok buruh seperti Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) diagendakan menggelar demonstrasi besar pada 21 Mei 2022.

Satgas Covid-19 Harap Pelaku Perjalanan Jauh Sukarela Tes PCR

Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat melakukan tes Covid-19 jika memiliki riwayat bepergian jarak jauh.

Isu Kenaikan Harga Pertalite, Ini Kata Menteri BUMN Erick Thohir

Masyarakat diramaikan dengan isu kenaikan harga Pertalite setelah keberadaan bahan bakar minyak (BBM) itu secara eceran di masyarakat sulit didapatkan.

Pemerintah Diminta Hati-Hati Narasikan Pelonggaran Lepas Masker

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengatakan kebijakan pelonggaran masker jangan sampai disalahartikan masyarakat menjadi euforia yang berlebihan, sebab prokes pada umumnya tetap harus dilakukan.

Tanaman Ganja Jadi Bumbu Masakan Andalan pada Zaman Kesultanan Aceh

Penggunaan ganja sebagai bumbu masakan pada masa Kesultanan Aceh tertulis dalam Kitab Tajol Mulok abad ke-18.