Ketua PBNU Komentari Kasus Dugaan Cabul Anak Kiai Jombang

etua PBNU, K.H. Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menyarankan anak kiai Jombang yang menjadi tersangka kasus pencabulan untuk memenuhi panggilan polisi.

 Ketua PBNU, K.H. Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) (jatim.nu.or.id)

SOLOPOS.COM - Ketua PBNU, K.H. Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) (jatim.nu.or.id)

Solopos.com, JAKARTA – Ketua PBNU, K.H. Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menyarankan anak kiai Jombang K.H. Muhammad Mukhtar Mukthi berinisial MSA alias Gus Bechi yang menjadi tersangka kasus pencabulan untuk memenuhi panggilan polisi.

Jika benar dirinya difitnah, ujar Gus Fahrur, Gus Bechi bisa membela diri di pengadilan.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Gus Fahrur menyayangkan berlarut-larutnya kasus dugaan pencabulan oleh anak kiai Jombang, Jawa Timur tersebut sehingga menjadi polemik di masyarakat.

“Tersangka punya hak membela diri karena memang merasa difitnah, semua ada aturannya. Mungkin tersangka kurang tahu sehingga takut atau gimana, secara pribadi saya tidak kenal dia,” ujar Gus Fahrur, seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube tvOneNews, Rabu (6/7/2022) malam.

Baca Juga: Mabes Polri: Kasus Anak Kiai Jombang Masih dalam Kendali

Gus Fahrur menyarankan polisi Jombang untuk menggandeng para kiai muda di Jawa Timur untuk secara persuasif menyampaikan konstruksi hukum kasus tersebut kepada anak kiai Jombang yang kini buron.

Bisa jadi, ujar Gus Fahrur, anak kiai Jombang yang menjadi tersangka pelecehan seksual itu tidak tahu bahwa dirinya secara hukum bisa membela diri jika memang tidak bersalah dan menjadi korban fitnah.

“Pihak kepolisian bisa bekerja sama dengan pendekatan humanis, supaya dia mau sadar, melalui gus-gus yang muda di sana. Harus dengan pemahaman bahwa hukum itu ada prosesnya, tidak serta merta pasti bersalah. Tersangka punya kesempatan membela diri dengan menunjukkan bukti-bukti,” lanjut mantan Ketua PWNU Jatim itu.

Baca Juga: Geram, Warganet Serbu Youtube Motivator Terdakwa Pencabulan Siswa

Gus Fahrur mengaku dirinya tidak kenal dengan tersangka maupun orang tuanya yang merupakan kiai di Jombang.

Namun ia mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh NU di Jawa Timur sehingga secara umum dirinya sudah punya gambaran kasus tersebut.

“Secara pribadi sudah komunikasi dengan tokoh di sana, tanya seperti apa latar belakangnya. Saya tanya gambaran pelaku ini sehingga saya sudah punya gambaran. Jadi saya justru kasihan dengan orang tuanya yang sudah sepuh. Sebaiknya dia segera menyerahkan diri, kalau merasa difitnah ya buktikan saja, kalau takut sewa pengacara yang bagus,” katanya.

Baca Juga: Sosok Mas Bechi Anak Kiai Jombang DPO Pencabulan, Ini Profilnya

Gus Fahrur menandaskan, semua warga negara punya kedudukan yang sama di mata hukum. Agama Islam juga mengajarkan tentang kesetaraan hukum yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Semua orang tidak ada yang kebal hukum, bahkan Rasulullah mengajarkan ‘seandainya Fatimah anakku mencuri saya potong tangannya’. Itu kan Kanjeng Nabi mengajarkan taat hukum di mana saja, bahkan anak Nabi pun tidak ada pengecualian,” katanya.

Sementara itu, meskipun belum bisa menangkap anak kiai Jombang yang diduga melakukan pencabulan, Mabes Polri menegaskan kasus tersebut masih dalam kendali Polri.

Tak Ada Kendala

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi memastikan penanganan kasus dugaan anak kiai Jombang K.H. Muhammad Mukhtar Mukthi, MSA alias Gus Bechi tidak ada kendala.

Mabes Polri mempercayakan kasus kiai anak Jombang itu kepada Polda Jawa Timur untuk menuntaskan.

“Sejauh ini penanganan kasus oleh Polda Jatim lancar tidak ada kendala,” kata Andi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (6/7/2022), seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Baca Juga: Fakta-Fakta Kasus Dugaan Anak Kiai Jombang Cabuli Santriwati

Kasus dugaan pencabulan anak kiai Jombang Pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah K.H. Muhammad Mukhtar Mukthi menjadi perhatian publik setelah upaya kepolisian membawa pelaku mendapat hambatan.

Menurut Andi, Bareskrim Polri memonitor penanganan kasus tersebut. Sejauh ini penanganan kasus dugaan pencabulan oleh anak kiai Jombang masih dipercayakan kepada Polda Jatim tanpa ada asistensi dari Mabes Polri.

“Sepenuhnya masih kewenangan Polda Jatim, tersangka juga masih berada di juridiksi Polda Jatim,” ujarnya.

Baca Juga: Sosok Mas Bechi Anak Kiai Jombang DPO Pencabulan, Ini Profilnya

Andi memastikan penanganan kasus berjalan lancar. Saat ini berkas perkara kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P-21.

Bareskrim mempercayakan penanganan kasus dilakukan oleh Polda Jawa Timur namun tetap memonitor.

“Hanya proses tahap II saja yang belum selesai,” ujarnya.

Baca Juga: Susah Ditangkap, Anak Kiai Jombang DPO Pencabulan Sembunyi di Ponpes

MSA sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap santriwati sejak 2019.

Saat hendak dilakukan tahap II, kepolisian gagal menangkap pelaku. Bahkan ayahnya yang merupakan kiai berpengaruh di Jombang, meminta kasus anaknya disetop.

MSA sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya tetapi permohonan tersebut ditolak majelis hakim pada Desember 2021 karena kekurangan dari pihak termohon.

Baca Juga: Tampang Anak Kiai Jombang DPO Pencabulan, 3 Tahun Bebas Berkeliaran

MSA sebelumnya membantah melecehkan santriwati ponpes dan menyatakan dirinya difitnah.

Sumber: antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Olimpiade Informatika Sekaligus Belajar Seni dan Budaya Indonesia

      + PLUS Olimpiade Informatika Sekaligus Belajar Seni dan Budaya Indonesia

      Penyelenggaraan International Olympiad in Informatics (IOI) 2022 di Kota Jogja, Provinsi Daerah Instimewa Yogyakarta, 7-15 Agustus 2022, menjadi arena pengenalan aneka ragam kesenian Indonesia kepada dunia.

      Berita Terkini

      Harga Gandum Mahal? Tenang, IPB Berhasil Buat Mi dari 5 Bahan Ini Lo...

      Institut Pertanian Bogor di Jawa Barat berhasil membuat mi menggunakan lima bahan dasar pangan lokal, yakni jagung, ganyong, sukun, kasava atau singkong, dan sagu.

      212 Calon PMI Ilegal Gagal Berangkat ke Kamboja, Terkait Judi Online?

      Sebanyak 212 calon PMI dari berbagai provinsi gagal berangkat ke Kamboja saat transit di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut) pada Jumat (12/8/2022) lalu.

      Keluarga Bharada E Minta Maaf, Begini Jawaban Ayah Brigadir J

      Keluarga Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E kembali meminta maaf kepada keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

      Kuasa Hukum Sebut Bos Duta Palma Surya Darmadi Akan Ikuti Proses Hukum

      Kuasa hukum bos PT Duta Palma, Surya Darmadi, menyatakan kliennya bakal tiba di Indonesia, Minggu (14/8/2022) dan siap menghadiri rangkaian proses hukum.

      Latihan Super Garuda Shield 2022 Resmi Ditutup

      Latihan Tempur Super Garuda Shield tahun 2022 yang dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan selama 14 hari secara resmi ditutup pada Minggu (14/8/2022).

      Satu Mobil Hias Jakarnaval 2022 Terbakar saat Parade, Begini Ceritanya

      Satu unit mobil hias terbakar saat Parade Jakarnaval 2022 di Jakarta International E-Prix Circuit, Ancol, Jakarta, pada Minggu (14/8/2022).

      Ahli Komunikasi: Kasus Brigadir J Jangan Berlarut-larut Kayak Sinetron!

      Akademisi UIN Jakarta, Moh. Ali Irvan, meminta Kabareskrim Polri agar bertindak tegas menangani kasus penembakan Brigadir J dan jangan berlarut-larut seperti sinetron.

      Besok, Komnas HAM Cek Lokasi Penembakan Brigadir J di Duren Tiga Jaksel

      Komnas HAM akan mengecek TKP penembakan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Senin (15/8/2022).

      Timsus Polri Berangkat ke Magelang Telusuri Motif Penembakan Brigadir J

      Kabareskrim Polri. Komjen Pol. Agus Andrianto, menyampaikan bahwa penyidik dari tim khusus Polri berangkat ke Magelang untuk menyelidiki motif penembakan Brigadir J.

      Kecelakaan Maut Truk Hantam 5 Kendaraan di Cianjur, 6 Orang Meninggal

      Kecelakaan maut melibatkan truk bermuatan terigu dengan lima kendaraan di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyebabkan enam orang meninggal.

      Olimpiade Informatika Sekaligus Belajar Seni dan Budaya Indonesia

      Penyelenggaraan International Olympiad in Informatics (IOI) 2022 di Kota Jogja, Provinsi Daerah Instimewa Yogyakarta, 7-15 Agustus 2022, menjadi arena pengenalan aneka ragam kesenian Indonesia kepada dunia.

      Mengendus Peran Putri Sambo dalam Kasus Brigadir J

      “Miss X ini adalah Ibu Putri sendiri. Ini keterangannya Richard. Jadi Ibu Putri sama Pak Sambo memanggil ya Pak Kuwat, Pak Richard, Ricky."

      Komunikasi dan Sinergi Kunci Menghadapi Ancaman Krisis Pangan

      Sinergi yang kuat dan komunikasi efektif menjadi unsur penting dalam upaya mempercepat diseminasi informasi melalui kanal milik instansi pemerintah untuk menghadapi ancaman krisis pangan.

      Bohong Dilecehkan, Putri Istri Ferdy Sambo Ikut Pembunuhan Brigadir J?

      Apakah Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, terlibat dalam pembunuhan Brigadir J?

      Ini Dia Daftar Pesawat Tempur Milik Indonesia, Gagah Banget!

      Tahukah Anda bahwa kekuatan militer di suatu negara dapat dilihat dari armada perangnya? Nah berikut ini Solopos.com sajikan daftar pesawat tempur milik Indonesia.

      Mahfud MD: Ferdy Sambo Bikin Jebakan Tutupi Pembunuhan Brigadir J

      Mhfud MD menyebut Ferdy Sambo membuat jebakan psikologis untuk menutupi pembunuhan Brigadir J.