Kategori: Wonogiri

Kepala Dispertan Beri Penjelasan soal Sinyal Pupuk Langka di Wonogiri


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com,WONOGIRI -- Sinyalemen adanya kelangkaan pupuk bersubsidi mengemuka dalam sidang paripurna DPRD Wonogiri, Selasa (24/11/2020). Menanggapi hal tersebut Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri memastikan kuota pupuk bersubsidi masih tersedia.

Adalah Fraksi Partai Keadilan Sejahtara (PKS) yang kali pertama melontarkan sinyalemen adanya kelangkaan pupuk. Melalui juru bicaranya, Jarmono, Fraksi PKS menyampaikan adanya kelangkaan pupuk di daerah di saat para petani sedang membutuhkan. "Untuk saat ini stok atau persediaan pupuk dimungkinkan masih ada. Namun sengaja dipermainkan oleh pihak tertentu yang ingin menguntungkan pribadinya dalam hal permasalahan ini," kata Jarmono.

Ia meminta Pemkab Wonogiri melalui dinas terkait segera menyelesaikan masalah itu agar kelangkaan pupuk tidak berlarut.

Pupuk Kimia Langka, 100 Hektare Lahan di Plupuh Sragen Siap Go Organik

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan, menyebutkan ketersediaan pupuk saat ini masih ada. Bahkan pada November 2020, Wonogiri mendapat tambahan kuota pupuk. Sebelumnya, Wonogiri mendapat kuota 61.785 ton pupuk. Dengan perincian pupuk urea 24.500 ton, NPK 21.542 ton, SP36 4.425 ton, ZA 4.718 ton, dan organik 6.600 ton.

Pada November, Wonogiri mendapatkan tambahan pupuk jenis urea dan NPK. Peinciannya, 460 ton urea dan 200 ton NPK. Namun kuota SP36 dan ZA turun. Pupuk SP36 menjadi 4.269 ton dan ZA menjadi 4.690 ton.

"Memang di Jawa Tengah ada pengurangan kuota pupuk. Di Wonogiri yang berkurang kuota pupuk SP36 dan ZA. Dua jenis pupuk itu tidak digunakan untuk memupuk tanaman jagung, padi, kacang, dan sejenisnya," kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, (25/11/2020).

KTNA Sragen Usulkan Pembentukan Satgas Pupuk di Kecamatan

Kuota Pupuk

Safuan mengaku telah berkoordinasi dengan produsen pupuk. Di Wonogiri, pupuk urea yang telah disalurkan sebanyak 21.839 ton, masih ada sisa 2.661 ton. Pupuk NPK yang sudah disalurkan 19.812 ton, masih ada sisa 1.730 ton. Pupuk SP36 sudah tersalurkan 3.950 ton, masih ada sisa 475 ton.

Sedangkan untuk pupuk ZA sudah tersalurkan 4.204 ton, masih ada sisa 514 ton. Pupuk organik sudah disalurkan 5.210, masih ada sisa 1.390 ton. "Alokasi pupuk saat ini masih belum terserap semua. Jika kuota akan habis, kami berusaha mencarikan atau mengajukan penambahan," kata dia.

Menurut dia, secara kelembagaan Dinas Pertanian dan Pangan bertugas melakukan perencanaan dan pengadaan. Jika ada kekurangan, dinas akan mencarikan. Namun, terkait distribusi menjadi wewenang Dinas KUKM dan Perindag.

Mark Up Harga, Izin Usaha Distributor Pupuk Bersubsidi di Cilacap Dicabut

Adanya kelangkaan pupuk di masyarakat, menurut dia, bisa disebabkan oleh beberapa hal. Namun ia tidak bisa memastikan penyebabnya apa. "Bisa kemungkinan di distribusi atau penyalurannya. Bisa juga penyalurannya terlambat dan permasalahan lainnya," ungkap dia.

Ia menambahkan, kuota pupuk yang diterima juga tidak sama dengan pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Misalnya, pada tahun ini pengajuan pada RDKK pupuk urea sebanyak 35.000 ton. Namun yang diterima atau turun hanya 24.500 ton.

Jika di suatu kecamatan masih terjadi kekurangan pupuk, lanjut dia, maka sistem realokasi antar kecamatan akan dilakukan. Agar kebutuhan di setiap kecamatan bisa mencukupi. "Tugas kami memastikan ketersediaan pupuk tetap ada. Dan berdasarkan data yang kami miliki kuota pupuk masih ada," kata Safuan.

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy