Kenapa Jalan Solo-Boyolali Kerap Terjadi Kecelakaan?

Kira-kira kenapa jalan di Solo-Boyolali kerap terjadi kecelakaan, bahkan ada korban yang meninggal dunia?

 Ilustrasi kecelakaan. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kecelakaan. (Freepik.com)

Solopos.com, BOYOLALI — Pada Selasa, 17 Mei 2022, masyarakat digegerkan dengan kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Solo-Boyolali, tepatnya di timur SPBU Teras.

Kecelakaan yang melibatkan dua truk itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yakni sopir dan kernet truk.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Bukan kali ini saja di jalan utama penghubung dua kota besar di Jawa Tengah, Solo dan Semarang itu menjadi lokasi kecelakaan.

Dalam catatan Solopos.com, pada 2018 lalu, terjadi tiga kali kecelakaan di jalan Solo-Boyolali.

Baca Juga: Bupati Banjarnegara Kepala Daerah Termiskin di Jateng, Segini Hartanya

Kemudian, pada 2021 silam, terjadi kecelakaan truk kontainer yang menabrak pengendara sepeda motor dan Puskesmas Mojosongo, di kawasan pertigaan Wika. Kecelakaan tersebut mengakibatkan seorang mahasiswa bernama Irza Laila Nur Trisna Winandi, warga Boyolali Kota meninggal dunia.

Perisitwa nahas tersebut begitu diingat oleh masyarakat karena korban kecelakaan meninggal ternyata hendak menempuh ujian skripsi. Irza diketahui sebagai mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Solo. Sebelum kejadian itu, Irza baru saja memgantar ibunya, Dwi Yani Merbawaningrum, ke Puskesmas Mojosongo Boyolali untuk berpamitan.

Baca Juga:  Ini Lokasi Syuting Film Srimulat di Solo, Ada 3 Titik!

Banyaknya kejadian kecelakaan di jalan tersebut, membuat publik bertanya-tanya kenapa sih di jalan Solo-Boyolali tersebut kerap terjadi kecelakaan?

Secara umum, Polres Boyolali pernah mengungkap penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di wilayahnya.

Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Dwi Panji Lestari pada 2019 silam menjelaskan kecelakaan di Boyolali terjadi karena beragam faktor.

Baca Juga:  Apakah Onggo-Inggi yang Muncul di Jembatan Jurug Solo Masih Ada?

Beberapa di antaranya human error, seperti pengendara yang kurang berhati-hati, mengantuk atau kurang memperhatikan kesiapan fisik, kurang menghargai keberadaan pengendara lain, hingga sengaja lalai terhadap aturan rambu dan marka.

Biasanya kecelakaan terjadi karena pengendara tidak sabaran.

“Beberapa dari mereka bahkan sampai nekat melawan arus. Ketika mengerem mendadak gagal, para pengendara yang terburu-buru itu akhirnya mengalami kecelakaan,” kata Kasatlantas Polres Boyolali, seperti diberitakan Solopos.com sebelumnya.

Baca Juga: Bahasa Walikan Malang Ada Sejak Zaman Belanda, Dulu Dipakai Jadi Sandi

Ia mengatakan ada dua waktu yang rawan kecelakaan yakni pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB serta pukul 15.00-18.00 WIB.

Pihaknya terus berupaya menekan angka kecelakaan lalulintas di jalan. Melalui peningkatan kesadaran masyarakat, utamanya pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan tertib berlalu lintas.

Baca Juga:  Kenapa Pati Dijuluki Kota Paranormal?

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

+ PLUS Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

Urusan kerusakan lingkungan di Indonesia sebenarnya telah menjadi masalah sangat serius. Isu ini sebenarnya bagian dari domain politik. Kerusakan lingkungan adalah buah dari kebijakan dan politik.

Berita Terkini

Tahap I, Boyolali Peroleh 1.900 Dosis Vaksin dari Kementan

Kabupaten Boyolali mendapatkan dropping 1.900 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian (Kementan), Jumat (24/6/2022) sore.

Misterius! Sungai Mungkung Sragen Tercemar Berat, Pemerintah Cari Tahu

DLH Kabupaten Sragen menyebut tingkat pencemaran di Sungai Mungkung Sragen cukup berat apabila dibandingkan dengan sungai lain di Kabupaten Sragen.

Vaksinasi PMK Boyolali Dimulai Besok, Sapi Perah Jadi Prioritas

Vaksinasi menanggulangi persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Boyolali dimulai, Senin (27/6/2022). Vaksinasi PMK di Boyolali diperkirakan akan diselesaikan dalam dua hari.

Lepas 111 Calhaj Menuju Donohudan, Ini Pesan Wabup Boyolali

Pemkab Boyolali melepas 111 calon jemaah haji (calhaj) di kompleks Kantor Bupati Boyolali, Minggu (26/6/2022) pagi.

Karanganyar Akan Terima 2.000 Dosis Vaksin PMK, Sapi Ini Jadi Prioritas

Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan alokasi 2.000 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Cerita Bocah Pemulung Cilik Solo: Cari Rongsokan Sejak Usia 3 Tahun

Bocah pemulung cilik di Solo menceritakan kisahnya ikut mencari rongsokan sejak berusia tiga tahun.

Geronjal! Jalan di Palang Sepur Dagen Berbatu & Sempit

Kondisi palang sepur di Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, terus menjadi keluhan warga.

Bupati Karanganyar: Palang Sepur Dagen Sering Macet, Dibaikan PT KAI

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, curhat keluhannya tentang palang sepur Dagen selama tujuh tahun terakhir diabaikan PT KAI.

Ribuan Honda CB Nangkring di Terminal Tirtonadi Solo, Ngapain Ya?

Ribuan sepeda motor Honda CB memenuhi di kawasan Terminal Tirtonadi Kota Solo, Minggu (26/6/2022).

Mau Keliling Soloraya Naik Bus Wisata Solo? Segini Tarifnya

Tarif menyewa bus wisata Dishub Solo untuk berwisata keliling Soloraya ternyata cukup ramah di kantong.

Kronologi Bus Tabrak Warung di Tawangmangu: Rem Blong dari Magetan

Kronologi kecelakaan bus tabrak warung di Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (25/6/2022) terjadi akibat rem blong sejak dari Magetan, Jawa Timur.

Gaji ke-13 Segera Cair Lur, DPRD dan PPPK Karanganyar Juga Dapat

Komponen gaji ke-13 adalah gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras, dan tunjangan PPh, tanpa potongan.

Kecelakaan di Sukoharjo Tinggi, Sopir Ambulans Dibekali PPGD, Apa Itu?

Ketua umum Forum Ambulans Sukoharjo Bersatu (FAST), Wirawan Setiadi, mengatakan perlunya pengemudi ambulans mengetahui penanganan korban lakalantas dengan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).

Begini Kronologi Pegowes Asal Solo Meninggal di Karangpandan

Korban meninggal dunia diduga mengalami serangan jantung.

Nenek Hilang Diduga Hanyut di Sungai Mungkung Sragen, Ini Ciri-Cirinya

Ini ciri-ciri nenek-nenek yang hilang diduga hanyut di Sungai Mungkung Sragen.