Kenalkan Heichoko, Si Cokelat Ramah Lingkungan nan Lezat
Owner Heichoko, Hesti Widyo Asih, berfoto bersama aneka varian Heichoko. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Menikmati cokelat tanpa waswas menambah sampah kini bisa ditemui dengan hadirnya Heichoko, si cokelat ramah lingkungan nan lezat. Heichoko menyediakan konsep kemasan yang dapat dipakai berulang (reusable) seperti bingkai (frame) dan kontak pensil.

Frame tempat cokelat, misalnya, bisa dimanfaatkan untuk bingkai foto. Bisa juga dipakai untuk mengabadikan lukisan maupun gambar yang dibikin anak-anak.

Sedangkan, kemasan kotak pensil bisa dipakai kembali cukup dengan melubangi bagian atas kemasan. Setelah itu, kotak itu bisa mempercantik meja kerja di kantor, rumah atau meja belajar anak. Ukurannya yang cukup besar mempermudah penyimpanan aneka alat tulis kantor.

“Hari ini banyak yang membicarakan tentang bumi. Jadi apa yang kita produksi tidak menambah sampah. Kami pakai konsep yang bisa dipakai berulang. Ini juga menjadi keunikan Heichoko,” kata owner Heichoko, Hesti Widyo Asih, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (4/6/2020).

Tapera Bikin Heboh, Ini Para Pejabat Pengelolanya

Hesti menjelaskan kemasan bingkai dikeluarkan Heichoko, si cokelat ramah lingkungan, pada peluncuran perdananya 2018. Bingkai itu terdiri atas enam batang cokelat dengan aneka macam rasa. Heichoko sendiri memiliki 13 varian rasa mulai dari mete, kacang, almond, kurma, aprikot, lemon, strawberry, blueberry, keju, green tea hingga mint.

Sedangkan, kemasan kotak pensil lahir pada medio 2019. Dalam kemasan ini pula tersedia aneka varian cokelat lezat Heichoko berbentuk kotak. “Kami siapkan aneka varian rasa supaya pelanggan tidak bosan,” ujar Hesti.

Varian kemasan produk Heichoko si cokelat ramah lingkungan
Varian kemasan produk Heichoko. (Istimewa)

Dari Pameran ke Pameran

Respons pasar terhadap Heichoko terbilang menggembirakan. Heichoko lalu banyak diajak mengikuti pameran produk UMKM mulai dari skala nasional maupun internasional, misalnya Indo Trade Expo.

Menurut Hesti, citarasa cokelat Heichoko bisa diterima untuk pasar luar negeri. Namun, pangsa itu belum tergarap maksimal lantaran keterbatasan kapasitas produksi. Heichoko merupakan produk home made dengan rasa yang tidak terlalu manis.

“Alhamdulillah, sekarang sudah masuk sentra oleh-oleh di Bandara Soekarno Hatta. Ada nilai jual yang jauh lebih tinggi sekaligus menaikkan brand,” terang alumnus Fakultas Biologi Unsoed Purwokerto itu.

Arab Saudi: Khotbah Jumat Harus Fokus Pencegahan Covid-19!

Sebagai UMKM, Heichoko si cokelat ramah lingkungan ini lebih banyak dipromosikan melalui media sosial, laman resmi Heichoko.com, dan jumlah marketplace. Heichoko juga dipasarkan melalui sejumlah reseller di beberapa kota di Indonesia.

“Kalau mau jadi reseller cukup belanja minimal Rp200.000-Rp499.000 dapat diskon 15 persen, Rp500.000-Rp1 juta diskon 17 persen, Rp1 juta – Rp2,9 diskon 20 persen, dan di atas Rp3 juta diskon 25 persen,” urai Hesti.

Penjualan cokelatnya pun melonjak. Pada momentum Lebaran 2020, Heichoko memproduksi hingga 100 kilogram cokelat. Pasarnya pun meluas ke berbagai kota dengan sistem belanja online.

Hal ini berbeda dibanding Lebaran 2019, yang cenderung pelanggannya berasal komunitas lokal dan kota-kota di sekitar base Heichoko, Tangerang Selatan.

Aksi Sosial

Pelanggan pun tak perlu ragu menikmati Heichoko. Produk Heichoko memiliki sertifikat halal yang diterbitkan LP POM MUI. Selain itu, cokelat yang diproduksi di Perumahan Batan Indah, Kota Tangerang Selatan ini juga memiliki izin PIRT yang diterbitkan Dinas Kesehatan.

Selain menikmati cokelat dan merchandise kemasan yang bisa dipakai berulang, pelanggan Heichoko pun bisa berpartisipasi dalam aksi sosial. Heichoko menyisihkan sebagian labanya untuk aksi sosial Nasi Jumat setiap bulan.

Kala Sepeda menjadi Tren di Tengah Pandemi, Harga Rp2 Juta Laris Manis!

Masih ditambah aksi-aksi sosial lainnya bersama anak yatim. Bahkan, Hesti sempat berencana menggelar sunatan massal bersama komunitas lainnya. Namun, kegiatan ini ditunda menyusul adanya pandemi Covid-19.

Namun, bagi Hesti, selalu ada hikmah di balik pandemi. Saat ini misalnya, banyak artis memberikan endorsement gratis. Mereka membantu berjualan UMKM dengan kampanye “Beli produk Indonesia saja.”

“Lebaran walau enggak pulang kampung, tapi bingkisannya pulang kampung. Tahun lalu belanja di Heichoko masih banyak di kompleks sekitar rumah. Tahun ini meningkat di online. Walau omzetnya masih sama,” tutur Hesti.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom