Kemenkes: Anak Muda Bisa Kena Corona Tanpa Gejala, Jangan Kemaki!
Ilustrasi thermal gun (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Kemenkes mengingatkan anak muda dengan imunitas kuat bisa tterinfeksi virus corona. Jika sudah terinfeksi, virus itu bisa menular kepada siapapun termasuk orang tua tanpa disadari.

Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan pentingnya pembatasan sosial alias social distancing bagi anak muda untuk mencegah penularan virus corona.

"Tadi sudah dibicarakan social distancing dan pada variabel orang muda. Jangan kemudian sok gagah-gagahan. Meskipun tubuhnya kuat, tapi dia juga bisa menularkan ke orang tua. Buat dia sih enggak ada masalah, tapi buat orang tua yang menjadi masalah," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto saat dihubungi Detik.com, Sabtu (21/3/2020).

Dokter Bingung Obati Aktor FTV Detri Warmanto Positif Corona, Kenapa?

Berdasarkan data dari  berbagai negara terjangkit corona, kebanyakan anak muda dengaan imunitas baik justru terinfeksi virus.  Mereka yang tidak merasakan gejala apapun tanpa disadari menularkan virus itu kepada orang lain, khususnya anggota keluarga.

"Justru itu data yang direkap dari seluruh dunia, termasuk di China, termasuk di Korea. Karena memiliki daya tahan tubuh lebih baik, dia merasa enggak sakit, padahal dia sudah terinfeksi. Untuk dia gejalanya minimal, tetapi jangan lupa bahwa dia membawa penularan untuk anggota keluarganya yang tua," sambunng Yuri

Round Up Corona Solo: 5 Positif, 14 PDP, 5 ODP, 2 Meninggal

Menurut Yuri, kelompok usia muda dapat terpapar virus corona tanpa menimbulkan gejala penyakit Covid-19. Tetapi jika mereka tidak mengisolasi diri, maka virus corona di dalam tubuh bisa jadi menular kepada orang lain.

Berdasarkan hasil penelitian terbaru, orang yang terinfeksi minimal menularkan virus corona kepada dua orang lain. Hal itulah yang mempercepat persebaran virus corona.

"Inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor cepatnya penyebaran. Karena kita terkena dan tanpa gejala dan kemudian tidak melakukan isolasi diri. Problem inilah yang kemudian menjadi hal mendasar dan persebarannya jadi cepat. Apabila ini menyebar ke saudara-saudara kita yang usianya lebih tua dan rawan, maka ini akan menjadi permasalahan yang serius untuk keluarga kita," ujar Yuri.

Banjir Order, Pengrajin Etanol Bekonang Malah Kewalahan

Imbauan IDI

Senada dengan pernyataan Kemenkes, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengimbau anak muda menerapkan pembatasan sosial. Tindakan social distancing dengan beraktivitas di rumah itu sangat membantu menurunkan potensi penularan virus corona.

"Itu yang menjadi kesulitan kita pada saat kemudian penyebaran ini sampai di mana. Yang sangat membantu untuk bisa mengurangi kontak supaya tidak menjadi asymptomatic carrier (pembawa gejala) menjadi asymptomatic carrier tetapi tidak menular ke orang lain, ya stay at home. Jaga jarak adalah upaya tidak banyak kontak dengan komunitas, dengan orang lain dalam waktu tertentu," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Mohammad Adib Khumaidi.

Gua Landak Semarang Kata Anak Indigo Dihuni Siluman Harimau

Adib mengatakan, anak usia muda memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik ketimbang orang tua. Hal inilah yang menjadi kesulitan untuk melacak penyebaran virus corona jika penyebarnya adalah anak muda.

"Jadi dia carrier karena bisa menjadi menyebarkan virus, tetapi dia sendiri enggak ada gejala. Karena apa? Daya tahan tubuhnya bagus dan tidak sampai menimbulkan gejala," ujar Adib.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho