Kematian Ibu di Klaten Capai 12 Orang, Kader PKK Dikerahkan Pantau Ibu Hamil
Infografis pencegahan Covid-19 pada ibu hamil (Solopos/Whsnupaksa)

Solopos.com, KLATEN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menggandeng para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk ikut memantau ibu hamil. Keterlibatan para kader itu dimaksudkan untuk meminimalisasi angka kematian ibu di Klaten yang kini sudah mencapai 12 orang.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Klaten, Tuti Nurharyanti, mengatakan pemantauan ibu hamil itu demi menekan angka kematian kematian ibu di Klaten dilakukan melibatkan berbagai unsur seperti PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan dunia pendidikan. Saat ini, fokus pemantauan dilakukan melalui para kader PKK. "Kami saat ini fokus ke PKK karena memiliki sumber daya hingga tingkat bawah," kata Tuti saat ditemui di Kecamatan Prambanan, Rabu (21/10/2020).

Tuti menjelaskan keterlibatan para kader PKK itu bisa dilakukan dengaan pencatatan ibu hamil berisiko tinggi. Mereka diharapkan mendampingi ibu hamil di masing-masing wilayah. "Kalau diperlukan tatap muka, bisa melakukan kunjungan. Tetapi memang untuk saat ini kegiatan tatap muka diusahakan untuk dikurangi," jelas dia.

CEO Agensi Song Ha-ye Dicurigai di Balik Kasus Bullying Park Kyung

Tuti menjelaskan keterlibatan unsur dari para kader PKK itu dilakukan lantaran keterbatasan jumlah bidan desa. "Bidan desa itu di setiap desa/kelurahan hanya ada satu orang. Makanya, perlu peran dari pihak lain untuk memaksimalkan pengawasan. Karena memang peran kesehatan hanya sekitar 30% dan 70% itu pengawasan dilakukan lintas sektoral baik dari keluarga maupun dari tokoh-tokoh masyarakat di setiap wilayah termasuk kader PKK," jelas dia.

Hingga akhir September, Dinkes mencatat ada 12 ibu meninggal dunia yang tentu saja mendongkrak angka kematian ibu di Klaten. Sementara, jumlah bayi yang meninggal dunia menjadi 112 orang.

Terkonfirmasi Covid-19

Di sisi lain, Tuti membenarkan ada ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ada sekitar empat ibul hamil yang dinyatakan terkonfirmasi virus corona.

"Ada yang sudah selesai ada yang masih menjalani isolasi. Kalau terkonfirmasi itu lebih karena aktivitas keluarga. Imbauan kami karena ibu hamil termasuk kelompok rentan, kami berharap terus dilindungi oleh keluarga mereka. Aktivitas mereka keluar rumah sebisa mungkin dibatasi bertemu dengan orang luar. Keluarga yang beraktivitas juga harus hati-hati. Tetapi bisa menjaga diri dan menerapkan protokol kesehatan," jelas dia.

Anime Demon Slayer atau Kimentsu No Yaiba: Mugen Train Tayang

Ketua PKK Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Diah Reni, mengatakan demi menekan kematian ibu selama ini di wilayahnya ada kegiatan kunjungan rutin kepada ibu hamil. Dia juga menjelaskan di desanya ada kegiatan pendampingan satu kader PKK untuk satu ibu hamil terutama ibu hamil yang masuk kategori berisiko tinggi.

"Kalau posisi sekarang yang masuk kategori berisiko tinggi tidak lebih dari lima orang," urai dia.

Disinggung kegiatan posyandu, Diah mengatakan kegiatan sempat terhenti namun belakangan kembali bergulir dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Sistem kedatangan ke posyandu dilakukan bertahap. Kami buat per RT kedatangannya dengan waktu terbatas agar tidak terjadi kerumunan," jelas dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom