Tutup Iklan
Kampung Terpencil Girpasang Klaten Masih Tertutup Bagi Wisatawan
Spanduk informasi penutupan kawasan wisata Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jumat (3/7/2020). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Kampung Girpasang di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, ditutup untuk sementara waktu dari kunjungan wisatawan.

Namun sepekan terakhir para wisatawan mulai berdatangan ke Kampung Girpasang Klaten. Girpasang merupakan dukuh terisolasi yang berada di lereng Gunung Merapi.

Kampung di punggung bukit Merapi itu dihuni sekitar 12 keluarga yang tinggal di sembilan rumah. Tak ada akses kendaraan menuju Kampung Girpasang. Kampung itu hanya bisa didatangi dengan berjalan kaki melalui jalan setapak di tepi jurang.

Bus Meeting Gatotkaca di Solo Kembali Beroperasi, Ini Tarifnya

Kampung tersebut masih asri dengan hijaunya pepohonan di lereng Merapi. Mayoritas warga Girpasang Klaten bekerja sebagai petani hortikultura serta peternak.

Informasi penutupan kunjungan ke Kampung Girpasang itu seperti yang terlihat pada spanduk di beberapa lokasi tepi Dukuh Ngringin, salah satu akses menuju Girpasang. Spanduk itu tertulis "kawasan wisata Girpasang ditutup untuk sementara waktu".

Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, mengatakan penutupan sementara Girpasang dari kunjungan wisata itu sudah dilakukan sekitar empat bulan terakhir atau sejak ada pandemi Covid-19.

Saking Uniknya, Sarijo Klaten Tak Tahu Nama Model Terbaru Sepeda Kayu Bikinannya

Hanya saja, masih ada pengunjung yang berdatangan. “Hampir setiap hari itu ada,” kata Sutarno saat ditemui solopos.com di Desa Tegalmulyo, Jumat (3/7/2020).

Sutarno mengatakan meski sudah kerap terdengar skenario kenormalan baru, akses pengunjung wisata ke kampung itu masih tertutup. Hal itu untuk mencegah dukuh yang ditinggali sekitar 34 jiwa tersebut dari persebaran Covid-19.

“Ketika ada pengunjung yang datang, warga di tepi dukuh sudah memberitahukan kalau sementara waktu masih ditutup,” urai dia.

Menjaga Jarak

Salah satu warga Girpasang, Slamet Mulyono, mengatakan kunjungan wisata mulai terjadi sekitar sepekan terakhir.

“Setiap kali ada orang luar datang pasti warga pasti bertanya dari mana dan tujuannya apa. Selain itu tetap menjaga jarak,” kata Slamet.

Slamet mengatakan meski tinggal di daerah terisolasi, warga Girpasang sudah diedukasi soal Covid-19 serta protokol kesehatan untuk pencegahan.

Grojogan Sewu Karanganyar Buka hingga Jam 4 Sore, Ini Tiket Masuknya

Dia juga menjelaskan ketika ada pengunjung mereka untuk sementara waktu tak boleh menginap di kampung tersebut. “Ini untuk berjaga-jaga. Kami sendiri juga takut [ada persebaran Covid-19],” jelas Slamet.

Ketua RT 007/RW 002, Dukuh Girpasang, Gino, mengatakan pada hari pertama kunjungan sejak ada pandemi Covid-19, ada 15 orang yang berkunjung ke kampungnya.

“Kalau soal pencegahan kami mengikuti apa yang menjadi instruksi dari pemerintah desa,” urai dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho