Tutup Iklan
Saking Uniknya, Sarijo Klaten Tak Tahu Nama Model Terbaru Sepeda Kayu Bikinannya
Sarijo dengan sepeda kayu kesayangannya di Brajan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Kamis (2/7/2020). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Sarijo, 48, pencetus sepeda kayu asal Klaten ingin terus berkarya dengan membuat sepeda kayu model terbaru. Diam-diam, Sarijo ternyata sudah membikin sepeda kayu jenis terbarunya, yakni sepeda beroda kecil dengan dilengkapi sandaran di bagian sadelnya.

Pernah Putus Sekolah, Sarijo Ingin Sepeda Kayu Ubah Hidupnya

Selama ini, sepeda buatan Sarijo selalu identik dengan kondisi roda depan lebih besar dibandingkan roda belakang. Sepeda jenis tersebut telah digunakan Sarijo dan temannya Klaten-bekas Keraton Kartasura (Sukoharjo) dengan waktu tempuh sekitar sekitar tiga jam.

“Sepeda kayu buatan saya yang pertama itu agak ceper. Kedua, model siput dengan roda depan lebih besar dibandingkan roda belakang. Nah, saat ini saya sudah menyiapkan sepeda kayu jenis terbaru. Saya tidak tahu namanya, tapi sepeda ini rodanya kecil dan memiliki sandaran di jok atau sadelnya,” kata Sarijo, saat ditemui Solopos.com, Kamis (2/7/2020) sore.

Sesuai rencana, Sarijo ingin me-launching sepeda terbarunya itu di Candi Plaosan, Klaten. Sarijo akan gowes bersama teman-temannya menuju ke Candi Plaosan, Minggu (5/7/2020) pagi.

Marak Pencurian Sepeda, Kapolsek Laweyan Solo: Pengamanannya Harus Lebih Ketat Dibanding Motor!

“Saya akan di Candi Plaosan dari pagi hingga siang. Di sana akan bercampur dengan pesepeda lainnya,” katanya.

Sarijo yang dikenal sebagai pencetus sepeda kayu ini ternyata seorang pria putus sekolah saat di bangku kelas III SD. Saat ditemui Solopos.com, di Brajan, Kecamatan Prambanan, Sarijo yang mengaku sudah menggeluti sebagai tukang kayu sejak 20 tahun terakhir itu ingin mengubah hidupnya dengan mencetuskan ide membuat sepeda kayu.

Ide Kreatif

Sarijo mulai memiliki ide membuat sepeda kayu dari limbah kayu sekitar lima tahun lalu. Saat itu, Sarijo yang melihat jam duduk mirip sepeda di rumahnya tiba-tiba ingin membuat sepeda dari kayu.

Gara-Gara Lihat Jam, Pria Klaten Ciptakan Sepeda Kayu nan Unik

Berlatar belakang sebagai seorang tukang kayu sejak 20 tahun terakhir, Sarijo sangat mudah mengumpulkan limbah kayu. Berbagai kayu Jawa, seperti kayu waru, kayu nangka, kayu mahoni, kayu jati, dan kayu lainnya dikumpulkan Sarijo menjadi satu. Dari potongan kayu itu dijadikan sebagai bahan membuat sepeda kayu. Saat itu, di Kabupaten Bersinar belum terjdi booming sepeda angin seperti ini.

Semula, roda depan sepeda yang dibuat Sarijo jauh lebih besar dibandingkan roda belakang. Diameter roda depan sekitar 122 cm, sedangkan roda belakang hanya 30 cm. Hingga sekarang, Sarijo sudah memproduksi lima unit sepeda. Sepeda terakhir yang dibikin beroda kecil. Dibagian jok dilengkapi dengan tempat bersandar.

Sarijo mengakui dirinya hanya seorang tukang kayu. Meski seperti itu, Sarijo tak ingin putus semangat guna mengubah hidupnya agar jauh lebih sejahtera di waktu mendatang. Keahlian membuat sepeda kayu diperoleh Sarijo secara autodidak.

Beredar Video Pria Diduga Nyolong Sepeda di Mangkuyudan Solo, Ini Kata Kapolsek Laweyan

“Saya itu hanya tukang kayu. Tukang membuat kusen jendela dan lainnya. Sebelum gempa 2006, saya sempat menjadi tukang kayu keliling. Saat ini, saya ikut bos saya di Jogonalan. Saya menyadari, saya ini hanya pria putus sekolah saat berada di bangku kelas III SD. Saya memiliki dua anak. Semoga, sepeda kayu saya ini bisa laku dengan harga yang sesuai,” katanya.

Bos Sarijo, yakni Tularno, 39, mengakui anak buahnya tersebut memiliki kreativitas yang tinggi di bidang perkayuan. Sebagai bosnya, Tularno mendukung penuh kreativitas Sarijo dalam membuat sepeda kayu.

“Sejak dua tahun ini [Sarijo ikut dengan Tularno]. Sebagai tukang kayu, saya sangat senang memiliki karyawan seperti Sarijo. Berbekal limbah kayu, dia bisa membuat sepeda kayu,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho