Djaduk Ferianto menunjukkan album rohani keduanya di Kembang Seruni Resto, Senin (8/12/2014). (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)

Solopos.com, YOGYAKARTA -- Seniman R.M. Gregorius Djaduk Ferianto meninggal dunia, Rabu (13/11/2019) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Kepergian pria yang dikenal sebagai aktor, musikus, sutradara, dan juga perupa kenamaan, itu mengejutkan keluarga dan koleganya.

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan Djaduk Ferianto berpulang Rabu pukul 02.30 WIB. Jenazah disemayamkan di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja. Pemakamakan direncanakan pukul 15.00 WIB di makam keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul. Pemberkatan jenazah akan dilakukan satu jam sebelumnya.

"Mas Djaduk Ferianto wafat dini hari tadi. Kami kaget sekali, karena tadi malam masih rapat dengan kami untuk persiapan Ngayogjazz 2019," ujar sahabat dekat Djaduk Ferianto, Aji Wartono, dilansir Detikcom, Rabu (12/11/2019).

Djaduk Ferianto lahir di Yogyakarta, 19 Juli 1964, adalah anak bungsuĀ dari seniman serba bisa, mendiang Bagong Kussudiardja. Sejak kecil, Djaduk menggeluti dunia seni dari padepokan seni yang dipimpin ayahnya.

Bersama kakaknya, Butet Kertaradjasa, Djaduk ikut membesarkan Teater Gandrik, grup teater fenomenal asal Yogya.

Djaduk Ferianto adalah musisi kotemporer Indonesia yang karya-karya banyak mewarnai berbagai ranah bidang kesenian. Selain bermusik, dia juga menyutradarai beberapa pertunjukan teater dan menggarap ilustrasi musik untuk sinetron di televisi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten