Kategori: Sukoharjo

Jumlah Pemilih Pilkada Sukoharjo 2020 Berkurang 1.949 Orang, Berapa Totalnya?


Solopos.com/R Bony Eko Wicaksono

Solopos.com, SUKOHARJO -- Jumlah pemilihan dalam daftar pemilih tetap atau DPT Pilkada Sukoharjo 2020 berkurang sebanyak 1.949 orang dari jumlah daftar pemilih sementara (DPS). Jumlah DPS sebanyak 662.436 orang sementara DPT sebanyak 660.487 orang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Sukoharjo di Hotel Tosan, Solo Baru, Jumat (16/10/2020).

Hadir pada acara itu tim kampanye dua pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup), partai politik (parpol), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sukoharjo, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo.

Boyongan Pedagang Pasar Klewer Solo Timur Dimeriahkan Kirab, Sempat Picu Kerumunan

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda dan empat komisioner lainnya memimpin rapat pleno membahas daftar pemilih Pilkada Sukoharjo 2020 tersebut.

Proses rekapitulasi data pemilih sementara hasil perbaikan secara berjenjang mulai dari panitia pemungutan suara (PPS) pada tingkat desa/kelurahan, panitia pemilihan kecamatan (PPK), dan KPU Sukoharjo.

Jumlah DPT sebanyak 660.487 orang meliputi laki-laki sebanyak 326.627 orang dan perempuan sebanyak 333.860 orang.

Tambah 14 Warga Klaten Terkonfirmasi Positif Virus Corona, Dari Mana Saja?

"Ada pengurangan jumlah pemilih DPT dari DPS sekitar 1.900 orang. Kami telah melakukan pengecekan data pemilih pada setiap kecamatan setelah menerima saran dari tim kampanye pasangan calon dan Bawaslu Sukoharjo," kata Nuril Huda, Jumat.

Data Ganda

KPU Sukoharjo bersama Bawaslu Sukoharjo melakukan pengecekan data pemilih pada sistem informasi data pemilih (Sidalih). Banyak data ganda dan invalid sehingga langsung mereka coret. Karena itulah jumlah DPT berkurang daripada DPS.

Selanjutnya, KPU dan jajarannya akan memasang data pemilih Pilkada Sukoharjo 2020 itu pada setiap desa/kelurahan.

Melonjak Lagi! Positif Covid-19 Solo Tambah 28, Satu Orang Meninggal

"Jika ada masyarakat yang belum tercatat dalam DPT bisa menggunakan kartu tanda penduduk elektronik [e-KTP] saat coblosan pada 9 Desember. Selain itu, ada pemeliharaan data kependudukan secara berkala," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, menyatakan data pemilih hasil rekapitulasi tingkat kabupaten berbeda dengan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Hal ini untuk menjamin hak pilih Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi syarat memilih.

Anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) tetap mengawasi apabila ada masyarakat yang belum tercatat dalam DPT Pilkada Sukoharjo.

Share