Boyongan Pedagang Pasar Klewer Solo Timur Dimeriahkan Kirab, Sempat Picu Kerumunan
Pedagang mengecek dan membersihkan kios yang sudah selesai pembangunannya di Pasar Klewer Timur, Solo, Jumat (16/10/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Puluhan pedagang Pasar Klewer Solo sisi timur mengikuti kirab budaya dalam rangka boyongan dari pasar darurat Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo ke gedung baru, Jumat (16/10/2020).

Sekitar 70 pedagang dan pengelola pasar yang mewakili ratusan pedagang ikut dalam kirab. Iring-Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, memberangkatkan iring-iringan kirab itu dengan mengibarkan bendera dari pasar darurat.

Kirab berangkat menuju gedung baru dengan mengelilingi Alut. Kepala Dinas Perdagangan Kota (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan bangunan baru memiliki 504 kios dengan konsep semi basement.

Tabrak Truk Di Jalan Solo-Purwodadi, Sopir Ambulans Patah Tulang Paha

Pada bagian atas Pasar Klewer Solo sisi timur itu berfungsi sebagai ruang terbuka untuk umum yang terkoneksi langsung dengan pintu masuk Pasar Klewer sisi barat. Gedung baru tersebut berkonsep bangunan hijau dengan menekan konsumsi listrik semaksimal mungkin.

“Kirab ini merupakan acara kedua setelah groundbreaking beberapa bulan lalu,” katanya kepada wartawan, Jumat pagi.

Pembangunan Pasar Klewer Solo sisi timur itu menelan anggaran Rp54 miliar. Selain desain yang dapat menghemat pemakaian listrik, juga terdapat taman pada bagian tengah.

Ada 2 Anak Balita, Ini Perincian 32 Kasus Baru Positif Covid-19 Solo

Pembangunan 10 Bulan

Para pedagang menempati lantai semi basement, sedangkan lantai dasar untuk hall atau fasilitas umum. Pembangunan Pasar Klewer timur berlangsung selama 10 bulan sejak peletakan batu pertama pada Desember 2019.

Ketua Umum Paguyuban Pasar Klewer Solo sisi timur, Karso, mengatakan seluruh pedagang sudah menerima kunci pada Rabu (14/10/2020) lalu. Namun, pedagang baru mulai memasuki gedung baru secara bertahap selama dua hari ke depan guna menghindari kerumunan.

"Banyak pedagang yang mau memasukkan dagangan. Untuk menata rak itu rawan kecelakaan sehingga harus ada pengaturan," katanya.

Muncul 3 Klaster Baru, Solo Tambah 32 Kasus Positif Covid-19 Dalam Sehari

Karso menyebut pedagang merasa lega lantaran pembangunan Pasar Klewer Timur rampung tahun ini. Mereka telah menunggu sekitar tiga tahun hingga akhirnya menempati gedung baru.

Kendati terdapat perbedaan ukuran kios dengan bangunan lama, mereka mau menerima. Terdapat selisih ukuran kios sekitar 20 sentimeter atau lebih sempit dari rencana semula.

Kirab Picu Kerumunan

"Tapi jalannya agak luas. Jadi kekurangan itu untuk jalan. Makanya kami menerima apa adanya yang penting pembangunan sukses dan bagus, semua pedagang senang," imbuhnya.

Waspada Lur! Risiko Covid-19 Sukoharjo Pekan Ini Naik Ke Zona Merah

Pada sisi lain, kirab budaya tersebut memicu kerumunan pada bagian depan gedung baru Pasar Klewer Solo sisi timur. Puluhan orang berebut gunungan yang terbuat produk tekstil pada dua lokasi sekitar gedung baru.

Menurut Karso, dua gunungan itu sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan Klewer Timur. Satu gunungan untuk masyarakat umum, sementara gunungan lain untuk tukang yang terlibat dalam pembangunan gedung pasar.

“Itu berkah [kirab berebut gunungan]. Kami lakukan agar pedagang, pembeli, supaya bebas dari bala. Karena Solo sebagai kota budaya dan tradisi itu harus dilakukan. Mengusir bala itu dengan jajan pasar. Namanya pasar, kerumunan ya wajar,” ucap Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, merespons kerumunan tersebut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom