Jika Jadi Wali Kota Solo, Gibran Diminta Kembangkan Empon-Empon di Serengan
Gibran Rakabuming Raka memakai baju dengan logo PDIP saat akan mendaftar sebagai calon wali kota Solo di Kantor DPD PDIP Jateng di Kota Semarang, Kamis (12/12/2019) siang. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Calon wali Kota (Cawali) Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka, diminta mengembangkan tanaman herbal atau empon-empon bila kelak menjadi orang nomor satu di Kota Bengawan.

Permintaan itu disampaikan Wahyu, warga Serengan RT 002/RW 003 Kelurahan/Kecamatan Serengan Solo. Hal itu disampaikan saat Gibran blusukan online di kampungnya belum lama ini.

Menurut dia wilayahnya merupakan salah satu kawasan pelestarian dan pengembangan empon-empon. Bahkan kampung Wahyu pernah berprestasi di tingkat Solo dan tingkat nasional.

“Pernah juara I Solo dan maju ke tingkat nasional dengan membawa pulang juara harapan. Hanya saja kendala yang dialami warga kondisi lahan terbatas. Semoga ada pendampingan,” harap Wahyu.

1 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Desa Nepen Boyolali Ditutup Sementara

Penuturan senada disampaikan Joko, perwakilan dari Kelompok Tani Tanaman Hias Serengan. Menurut dia kelompoknya pernah melakukan penelitian tentang pemanfaatan tanaman hijau.

Arahnya, Joko menerangkan, bagaimana memanfaatkan tanaman hijau di lahan sempit khas perkotaan. Tapi diakui dia pelaksanaan program tersebut belum optimal. Dia berharap program itu dilanjutkan.

“Solo ada program pembagian pupuk kompos. Lalu di sini dapat bantuan untuk mengembangkan tanaman empon-empon, dapat juara I. Hanya saja lahan di sini sangat sempit,” urai dia.

Menkes Terawan Dikabarkan Kena Covid-19, Humas Kemenkes Membantah

Joko berharap ada lahan cukup luas untuk pengembangan empon-empon di Solo. Menurut dia pengembangan empon-empon cukup menjanjikan lantaran saat ini banyak dicari warga.

Empon-empon banyak dikonsumsi warga beberapa bulan terakhir untuk menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh. Masyarakat tertarik dengan tanaman rimpang ini seiring pandemi Covid-19.

Keinginan warga Serengan mengembangkan tanaman herbal selaras dengan rencana pemerintah pusat menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Bung Karno sebagai pusat pengobatan herbal.

Dibuka Besok, HTM Bukit Sidoguro Klaten Naik Gaes…

Rencana itu diungkapkan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo saat mendampingi Menkes, Terawan Agus Putranto di RSUD Bung Karno Solo, Jumat (3/7/2020). Kemenkes mendukung rencana tersebut.

Menanggapi permintaan warga, Gibran Rakabuming menyebut obat herbal merupakan kearifan lokal bangsa Indonesia. Karena kekhasannya, obat tradisional Indonesia dinilai bisa diakui oleh dunia.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu pun menilai pengembangan tanaman obat bisa menjadi destinasi wisata. “Pasti kami mendukung. Bagaimana setiap kampung adalah destinasi wisata,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom