Kategori: Nasional

Jika Haji 2020 Tetap Digelar, Syaratnya....


Solopos.com/Nugroho Meidinata/Newswire

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan apakah ibadah haji 2020 tetap digelar atau tidak. Tetapi, Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan dua skenario jika penyelenggaraan ibadah haji 2020 tetap dilaksanakan.

Skenario pertama, ibadah haji 2020 tetap digelar dengan syarat pembatasan kuota. Hal ini untuk menerapkan physical distancing yang kerap dikampanyekan pemerintah.

Pasien Covid-19 Terakhir di Wuhan Sembuh, Rumah Sakit Darurat Ditutup

"Pertama dilaksanakan dengan kuota, artinya masih 221 ribu. Yang kedua dengan pembatasan kuota. Karena informasi juga, kemungkinan juga kalaupun itu dibatasi menggunakan physical distancing, apakah separuh atau 10 persen. Itu nanti mohon persetujuan. Kalau ini dibatalkan semua atau jalan, ini menunggu arahan dari ketua, pimpinan anggota Komisi VIII karena ini terkait kebijakan yang besar," ujar Plt Sekjend Kemenag Nizar Ali dilansir Detik.com, Rabu (15/4/2020).

Dengan skenario pertama ini, yakni pembatasan kuota, Nizar Ali mengatakan bisa saja yang diberangkatakan hanya 50 persen dari kuota.

Mayat Pria-Wanita Telanjang di Banyuanyar Solo, Tersangka Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

"Kuota ini dikurangi hingga 50 persen dengan pertimbangan ketersediaan ruang yang cukup untuk mengatur social and physical distancing. Skenario ini memaksa adanya seleksi lebih mendalam terhadap jemaah yang berhak berangkat tahun ini dan petugas yang sudah terpilih," imbuhnya.

Jika ibadah haji 2020 tetap digelar dengan kuota normal, ada skenario yang diterapkan dalam perjalanan haji mulai dari berangkat hingga pulang.

Lockdown Ibukota, Ibu-Ibu Pintar Jualan

"Yang kedua, skenario ini diterapkan pada tiap tahapan perjalan ibadah haji. Mulai dari menjelang keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air dan diupayakan dengan titip kumpul yang dapat meminimalisir sisa dampak Covid hingga ke titik nol," lanjutnya.

Diminta Sabar

Pemerintah Arab Saudi meminta umat Islam di dunia bersabar menunggu informasi soal pelaksanaan ibadah haji. Jika mengacu pada jadwal, ibadah haji dilakukan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2020.

Tetapi, pemerintah Arab Saudi belum memastikan rencana tersebut mengingat situasi dunia yang sedang genting diserang wabah virus corona. Mereka meminta umat Islam bersabar menunggu informasi lebih lanjut soal pelaksanaan haji 2020.

Pandemi Covid-19, Warga 10 Dusun di Gunturharjo Wonogiri Bergiliran Bikin Jamu

"Arab Saudi sangat siap melayani Anda semua yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah. Tapi di tengah pandemi global saat ini, kami ingin melindungi warga negara dan seluruh muslim di dunia. Jadi, bersabarlah hingga situasinya jelas,” terang Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi, Muhammad Saleh bin Taher Banten, Rabu (1/4/2020), sebagaimana yang telah dikabarkan Solopos.com sebelumnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra