Tutup Iklan
Pasien Covid-19 Terakhir di Wuhan Sembuh, Rumah Sakit Darurat Ditutup
Wuhan China telah menekan penyebaran virus corona di saat angka pasien Positif Covid-19 Amerika Serikat melonjak, 1 April 2020. (Reuters/Aly Song)

Solopos.com, HUBEI – Provinsi Wuhan, Hubei, China, telah melewati masa krisis wabah virus corona Covid-19. Setelah lebih dari dua bulan menjadi pusat pandemi corona, satu per satu pasien sembuh dan dipulangkan ke rumah.

Seperti pasien di darurat Leishenshan Wuhan. Pasien Covid-19 di Leikshenshan menjadi yang terakhir sembuh di kota Wuhan Selasa, 14 April dan membuat rumah sakit darurat ditutup.

Fokus Uji Swab, Pemkot Solo Tak Akan Beli Lagi Alat Rapid Test Covid-19

Jiao Yahui, seorang pejabat Komisi Kesehatan Nasional China mengutip Xinhua, mengatakan RS Leishenhan, merupakan fasilitas penting selama pertempuran berbulan-bulan mengalahkan virus corona di Wuhan.

Pada upacara penutupan, dokter dan perawat melambaikan bendera dan menulis nama mereka di baju rekan kerja mereka sebagai kenangan.

Pihak berwenang mengatakan RS Leishenshan tidak akan dibongkar setelah ditutup. “Kami berharap bahwa rumah sakit tidak akan pernah lagi beroperasi,” kata seorang pejabat distrik setempat kepada kerumunan yang bertepuk tangan.

Tambah Lagi! RSUD Dr Moewardi Solo Rawat 9 Pasien Positif Corona

Ilmuwan China kembali mencari sukarelawan untuk ambil bagian dalam program uji vaksin percobaan virus corona (Covid-19), hampir sepekan setelah menyuntikkan vaksin tersebut ke kelompok pertama sukarelawan.

Covid-19 Wuhan Nyaris Tuntas

Kantor berita resmi China pada Kamis (9/4/2020) melaporkan, program uji coba itu merekrut 500 orang, berusia 18 tahun ke atas, yang tinggal di Provinsi Hubei, bekas pusat penyebaran wabah virus corona. Menurut pernyataan yang diunggah ke Weibo, para peneliti juga merekrut kelompok kontrol yang akan disuntikkan vaksin plasebo.

Dilaporkan VOA, China memulai uji klinis Fase I pada 16 Maret. Pada hari yang sama, seorang penduduk Seattle, Amerika Serikat (AS) menerima vaksin percobaan yang dibuat perusahaan bioteknologi yang berbasis di AS, Moderna Therapeutics.

Sebelum Berniat Jual Ginjal, Warga Salatiga Ikut Kuis Hingga Ingin Surati Jokowi

Percobaan klinis China itu dilakukan tim peneliti yang dipimpin Chen Wei, pakar virus di militer China.

Di sisi lain, pejabat kesehatan masyarakat di seluruh dunia telah memperingatkan bahwa vaksin COVID-19 tidak akan tersedia untuk umum setidaknya 12 hingga 18 bulan lagi.

Sumber: Okezone


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho