Mayat Pria-Wanita Telanjang di Banyuanyar Solo, Tersangka Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Polisi Solo menjerat G alias C, tersangka kasus temuan dua mayat pria-wanita telanjang di rumah kontrakan Banyuanyar, dengan pasal pembunuhan berencana.

 Penemuan mayat telanjang di Banyuanyar Solo (Istimewa).

SOLOPOS.COM - Penemuan mayat telanjang di Banyuanyar Solo (Istimewa).

Solopos.com, SOLO — Aparat Satreskrim Polresta Solo menjerat G alias C, tersangka kasus temuan dua mayat pria-wanita telanjang di rumah kontrakan Banyuanyar, Banjarsari, Kamis (9/4/2020) lalu, dengan pasal pembunuhan berencana.

Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau hukuman mati. G alias C ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dua orang di rumah kontrakan Banyuanyar, Banjarsari, itu sejak Selasa (14/4/2020).

G diketahui berada di dalam rumah kontrakan bersama dua korban yakni SN, 49, pria warga Ciledug, Tangerang, dan TR, perempuan asal Ngadirojo, Wonogiri.

Fokus Uji Swab, Pemkot Solo Tak Akan Beli Lagi Alat Rapid Test Covid-19

Sebelum mayat pria-wanita telanjang itu ditemukan, tersangka pembunuhan itu terlihat oleh warga keluar dari rumah kontrakan di Banyuanyar, Solo, tersebut. Saat itu, G langsung kabur menggunakan sepeda motor.

Dari keterangan warga itu lah, polisi berhasil mengidentifikasi G dan menangkapnya saat hendak kabur lewat Bandara Adi Soemarmo Solo. “Tersangka kami amankan saat menuju bandara,” jelas Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Purbo Adjar Waskito, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai, saat ditemui Solopos.com, Rabu (15/4/2020)

Dalam pemeriksaan tersangka mengaku nekat membunuh seorang laki-laki dan perempuan itu karena ingin mengambil uang senilai Rp725 juta milik korban lelaki, SN.

Pasien Corona Bohong, 7 Dokter dan Perawat RSPAW Salatiga Diisolasi

Purbo menjelaskan G mengetahui SN memiliki uang senilai Rp725 juta itu karena dimintai tolong oleh SN untuk mencarikan tanah. Dari situ lah, G merencanakan pembunuhan dan meninggalkan mayat korban telanjang di rumah kontrakan Banyuanyar, Solo.

Beralas Sajadah

Kamis itu, G datang karena diundang ke rumah kontrakan SN. G datang dengan membawa racun tikus yang dibeli di kawasan Pasar Burung Depok. Di rumah itu, G mendapati ada TR yang diminta SN untuk bersih-bersih di rumah kontrakan itu.

G kemudian meminta TR membuat minuman racikan buah atau koktail yang salah satu bahannya sudah diberi racun tikus.

Tambah Lagi! RSUD Dr Moewardi Solo Rawat 9 Pasien Positif Corona

G meminta SN dan TR meminum koktail tersebut. AKP Purbo mengatakan G sebenarnya hanya berencana membunuh SN untuk menguasai uang Rp725 juta milik SN.

Namun, TR ikut dibunuh karena dikhawatirkan bisa menjadi saksi. Saat racun tikus bekerja dan kedua korban merasakan badannya panas, G menyuruh mereka membuka baju. Mereka lalu melepas sendiri baju mereka sebelum akhirnya tak sadarkan diri.

Itulah kenapa saat ditemukan di rumah kontrakan Banyuanyar, Solo, mayat kedua korban pembunuhan itu dalam keadaan telanjang. Mayat korban ditemukan beralas sajadah.

Eks Camat Karangtengah Wonogiri Dipenjara Karena Pornografi Setahun Jelang Pensiun

“Sajadah itu tidak ada kaitan langsung dengan penyebab kematian korban karena lokasinya di kamar,” imbuh Purbo.

Purbo menambahkan tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup hingga hukuman mati.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah Kampung Matoa Boyolali Bermula dari Mantu

Melihat banyaknya pohon matoa di perkarangan rumah warga Karangduwet, besan dari Klaten menyebut kampung asal pengantin putri sebagai Kampung Matoa.

Tes Urine Mendadak, Prajurit TNI Wonogiri Negatif Narkoba

Tes narkoba melalui urine dilaksanakan secara berkala dan pelaksanaannya secara mendadak.

Siap-siap! Pemadaman Listrik di Klaten Hari Ini (26/10/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Klaten hari ini, Selasa (26/10/2021) yang berlangsung selama lima jam. Daerah mana saja yang terdampak?

Jadwal Pemadaman Listrik di Solo Hari Ini (26/10/2021), Mana Saja?

Berikut jadwal pemadaman listrik di Solo hari ini, Selasa (26/10/2021) yang berlangsung selama tiga jam. Daerah mana saja yang terdampak?

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Lima Sektor Jadi Perhatian Khusus

 Setidaknya lima sektor yang harus mendapatkan perhatian khusus untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19.

Air Hujan Bunderjarakan Klaten Pun Dapat Sembuhkan Berbagai Penyakit

Air hujan yang disetrum dapat membersihkan tubuh setelah diminum secara rutin.

Pekan Pertama PTM di Wonogiri Tidak Ada Kasus Covid-19

PTM terbatas hanya boleh dilaksanakan sekolah yang sudah pernah menggelar uji coba PTM.

65 Pengrajin Batik di Kawasan Gunung Sewu Ikuti Diklat Pewarna Alami

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menggeliatkan kembali kegiatan ekonomi warga.

Bos Debt Collector Solo Ungkap Cara Kerja Sindikat Penggelapan Aset

Bos perusahaan penyedia jasa debt collector di Solo Giyatno mengungkapkan cara kerja sindikat penggelapan aset milik perusahaan pembiayaan dan debitur.

Pemkab Sukoharjo Bagikan 1.700 Paket Bantuan, Driver Ojol Ikut Kebagian

Pemkab Sukoharjo membagikan bantuan sebanyak 1.700 paket kepada warga yang terdampak Covid-19 termasuk para driver ojek online.

Mahasiswa UNS Solo Meninggal seusai Diklat Menwa, BEM SV: Usut Tuntas!

BEM SV UNS Solo menuntut kampus, kepolisian dan Menwa segera mengusut tuntas kasus mahasiswa bernama Gilang Endi yang meninggal seusai diklat.

Punya 100 Personel, Bos Debt Collector Solo Ini Ogah Layani Pinjol

Bos perusahaan jasa penagihan utang yang memiliki 100-an personel debt collector di Solo ini mengaku ogah menjalin kerja sama dengan perusahan pinjol, ini alasannya.

Pilkades Antarwaktu Gedangan Sukoharjo Masuki Masa Pendaftaran Calon

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades antarwaktu Gedangan, Grogol, Sukoharjo, memasuki tahapan pendaftaran calon yang berlangsung 10 hari.

Sensus Pertanian di Karanganyar, Upaya Genjot Ekonomi di Tengah Pandemi

Pemkab Karanganyar mendukung program Sensus Pertanian tahun 2023 demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Warga Bunderjarakan Klaten Masih Konsumsi Air Hujan

Hujan menjadi sumber air utama bagi warga Dukuh Bunderjarakan, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Klaten.