Jatim Bebas Zona Merah Covid-19, Gubernur Khofifah Tekankan Ini
Ilustrasi virus corona pemicu Covid-19. (Antara-Dok.)

Solopos.com, SURABAYA -- Masyarakat Jawa Timur atau Jatim diminta tidak kendur dalam penerapan protokol kesehatan meski per 6 Oktober 2020 Jatim tercatat bebas dari zona merah Covid-19.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan dalam satu bulan terakhir ini pihaknya memang memfokuskan perubahan perilaku kebiasaan baru 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak melalui berbagai kampanye dan operasi yustisi.

"Saya setiap weekend bersama tim dari Forkopimda, Pangdam, Kapolda, Bupati, Walikota juga pimpinan instansi vertikal seperti BI, BPN, OJK dan para survivor Covid-19 bergantian untuk keliling kabupaten dan kota, terjun langsung kepada masyarakat dengan cara gowes untuk menyampaikan ajakan pakai masker sambil membagikan masker gratis, dan sembako sebagai reward untuk yang patuh," katanya, Rabu (7/10/2020).

Gedung DPR Tidak Akan Lockdown Meski 18 Anggota Dewan Positif Covid-19

Untuk diketahui, berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional, per 6 Oktober 2020, seluruh wilayah Jatim sudah tidak ada zona merah.

Dari 38 kota/kabupaten di Jatim, sebanyak 28 daerah telah berkategori zona orange atau risiko sedang, dan sebanyak 10 daerah berkategori zona kuning atau risiko rendah.

"Walau bebas zona merah, masyarakat Jatim harus tetap waspada dan gotong royong karena kita semua belum divaksin. Satu-satunya vaksin yang kita miliki adalah patuh terhadap protokol kesehatan, jadi mohon tetap patuh sampai berhenti penyebaran Covid-19 ini," ujar Khofifah.

Upaya Tracing dan Testing

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan terbebasnya dari zona merah ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dan masyarakat yang masif memakai masker, serta upaya tracing dan testing.

Hasil Sensus Penduduk Boyolali Diolah Jadi 3 Produk Data Ini

Adapun hingga 6 Oktober, jumlah kegiatan testing di Jatim telah mencapai 1.346.878 orang, dengan rincian rapid test sebanyak 976.711 tes dan PCR sebanyak 370.107 tes.

"Positivity rate Jatim telah turun dari 31 persen pada Juli menjadi 10 persen per minggu ini yang artinya testing terus konsisten meningkat, sementara semakin sedikit kasus positif Covid-19 yang ditemukan di masyarakat," imbuhnya.

November Seluruh SMP di Klaten Mulai Tatap Muka Terbatas

Lebih lanjut, Khofifah menambahkan penurunan kasus positif Covid-19 di Jatim ini juga dapat dilihat dari tingkat penghunian kamar perawatan di 127 RS rujukan yang menyediakan kamar isolasi 6.611 bed dan kamar isolasi bertekanan negatif/ICU 860 bed.

"Tingkat penghunian kamar rumah sakit di Jatim ini terus menurun dari 2 minggu sebelumnya 49 persen, sekarang sudah menjadi 38 persen, jauh dibawah standar WHO batas aman adalah 60 persen," beber dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom