Jadi Jujugan Wisatawan, Parangtritis Nihil Kasus Covid-19
Ilustrasi Pantai Parangtritis, Bantul, DIY. (Harianjogja.com)

Solopos.com, BANTUL – Pemerintah Desa Parangtritis memastikan sampai saat ini belum ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya. Padahal wilayah di selatan Bantul ini paling banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Desa Parangtritis juga tidak memiliki kasus suspek dan probabel atau kasus suspek dengan ISPA berat. "Harapannya jangan sampai ada kasus Covid-19. Kami tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah melaksanakan protokol kesehatan sebagai mana mestinya," kata Kepala Desa Parangtritis, Topo, saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (12/8/2020).

Topo mengatakan tidak ada strategi khusus yang dilakukan Gugus Tugas Desa untuk menangkal persebaran virus corona. Mereka hanya memperketat penerapan protokol kesehatan baik bagi warga maupun pendatang dari luar daerah.

Siap Lawan Gibran di Pilkada Solo 2020, Ini 9 Strategi Genius Astrid Suntani

Rumah Karantina

Pihaknya juga sudah menyediakan rumah karantina khusus bagi pendatang yang ditempatkan di kawasan Laguna Pantai Depok.

Rumah karantina tersebut sempat terisi sebanyak 12 orang pendatang dari wilayah Jakarta dan Sumatra. Saat ini rumah karantina di Parangtritis tersebut sudah kosong karena penghuninya telah selesai menjalani karantina selama 14 hari. Hasil tes cepat melalui rapid test yang dilakukan juga menunjukan non-reaktif.

Selain itu pihaknya juga menyiapkan masker dan alat pengukur suhu tubuh. Alat tersebut juga kerap digunakan pada warga yang bepergian ke luar daerah.

Sementata untuk wisatawan di kawasan Parangtritis, sudah difasilitasi oleh Dinas Pariwisata sehingga ada keterpaduan antara Gugus Tugas tingkat desa dan Pemkab Bantul.

Ternyata! Astrid Suntani Istri Djuyoto Suntani Presiden Organisasi Perdamaian Dunia

Bukan hanya penerapan protokol kesehatan ketat yang membuat Patangtritis bebas Covis-19 sampai sekarang. Namun Topo secara pribadi juga meyakini virus corona tidak bisa hidup di pantai.

"Kami percaya virus dekat laut enggak mau [hidup]. Di pesisir enggak akan kena [tertular]. Kecuali walaupun kena itu pendatang," kata dia.

Ia kembali menegaskan warganya yang tinggal di pesisir pantai setiap hari menghirup udara dari laut. Dia meyaniki tidak mungkin ada virus SARS CoV-penyebab penyakit Covid-19 di laut.

"Virus itu kan menularnya di tempat yang enak-enak yang ber-AC [Air Conditioner]," kelakar Topo.

Presiden Filipina Mau Jadi Tikus Percobaan Vaksin Covid-19 Rusia

Pusat Wisata

Desa Parangtritis merupakan salah satu desa di Kecamatan Kretek, Bantul. Desa dengan luas sekitar 11 kilometer persegi itu dihuni oleh sekitar 7.500 warga yang tersebar di 11 pedukuhan. Yakni Kretek, Sono, Samiram, Bungkis, Depok, Duwuran, Mancingan, Grogol VII, Grogol VIII, Grogol IX, dan Grogol X.

Sebagian besar masyarakat Parangtritis bekerja sebagai petani serta nelayan. Topo menjelaskan masyarakatnya juga ada yang masih mempercayai kekuatan mistis di laut.

Meski Parangtritis masuk zona hijau resiko penularan Covid-19, namun Kecamatan Kretek secara umum masuk dalam zona oranye atau risiko sedang. Topo meminta warganya tetap waspada dan tidak lengah.

Pria Ini Dihukum Gantung Usai Hina Nabi Muhammad

Sementara itu data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul mencatat terdapat 280 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sampai 11 Agustus 2020. Dari jumlah tersebut sembuh 299 orang, meninggal dunia enam orang. Adapun suspek 1.165 dan probabel 512 orang.

Sebagai informasi, Parangtritis merupakan desa yang paling banyak dikunjungi wisatawan yang ingin berlibur di pantai. Mulai dari Pantai Parangtritis, Cemara Sewu, Pantai Pelangi, Gumuk Pasir, Pantai Depok, hingga Laguna Depok. Dari tahun ke tahun jumlah wisatawan di kawasan Parangtritis ini terbanyak dibanding objek wisata lainnya di Bantul.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom