Ini Upaya Pemkab Sragen Tekan Pernikahan Dini yang Terus Meningkat

Angka pernikahan dini di Sragen yang terus meningkat menjadi pekerja rumah (PR) berat yang harus diselesaikan Pemkab setempat.

 Ilustrasi pernikahan dini (istimewa)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pernikahan dini (istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Meningkatnya angka pernikahan dini di Kabupaten Sragen menjadi PR tersendiri bagi Pemkab setempat. Pernikahan usia anak menjadi salah satu penyebab dari anak terlahir stunting hingga langgengnya kemiskinan.

Meningkatnya angka pernikahan dini di Sragen ini bisa dilihat dari terus bertambahnya jumlah permohonan dispensasi pernikahan yang diterima Pengadilan Agama (PA) Sragen. Pada 2019, permohonan dispensasi perkawinan ini tercatat 151 pemohon.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Angkanya meroket pada 2020 dengan 349 permohonan. Pada 2021, kembali bertambah menjadi 363 permohonan dispensasi perkawinan. Data tersebut diperoleh dari Panitera PA Kelas IA Sragen, H.A. Heryanta Budi Utama, pada Senin (12/9/2022) lalu.

“Dampak dari penikahan usia anak adalah risiko kematian ibu dan bayi lebih tinggi, anak yang lahir berisiko stunting, langgengnya kemiskinan, memicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan tidak terpenuhinya hak anak,” terang Aktivis Perlindungan Anak dan Perempuan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen, Diah Nursari, kepada Solopos.com, Senin (19/9/2022).

Baca Juga: Angka Pernikahan Anak di Sragen Terus Meningkat

Menurutnya untuk melangsungkan pernikahan tidak hanya dilihat dari usia menikah menurut UU Perkawinan yaitu 19 tahun baik untuk laki-laki atau perempuan. Namun juga membutuhkan kesiapan diri dari mental, kesehatan, dan ekonomi dari masing-masing pihak.

Dalam mencegah pernikahan usia anak, Dinas DP2KBP3A Kabupaten Sragen melakukan beberapa sosialisasi melalui PKK, Posyandu Remaja, Bina Keluarga Remaja, PIK-R, Forum Generasi Berencana (GenRe), dan Forum Anak.

“Edukasi oleh forum anak dilakukan melalui media sosial seperti Tiktok dan Instagram. Dengan konsep konselor sebaya melalui sekolah-sekolah yaitu dalam program forum anak goes to school. Kemudian juga rutin melakukan siaran atau talkshow pada radio” tambah Diah.

Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKBP3A Sragen, Windu Nugroho, mengatakan pada dasarnya risiko pernikahan diri adalah anak yang terlahir stunting. Saat ini Pemkab tengah gencar melakukan edukasi tentang pentingnya mencegah pernikahan dini salah satunya melalui Duta GenRe yang pada tahun ini dipilih secara terbuka setelah tahun lalu dipilih secara ditunjuk.

Baca Juga: Jalan Panjang Duta GenRe Sragen Tekan Angka Pernikahan Dini

“Harapannya melalui GenRe bisa dilakukan tutor teman sebaya, sehingga bisa masuk dalam komunitas-komunitas remaja. Sosialisasi tersebut bisa dilakukan secara langsung ataupun melalui media sosial,” terang Windu.

Untuk meminimalkan dampak-dampak negatif pernikahan dini, pemerintah menyediakan Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Dalam aplikasi tersebut, masyarakat bisa memanfaatkan fitur edukasi mengenai kesehatan reproduksi, cegah kanker, kesiapan kehamilan, kesiapan pra nikah, dan kontrasepsi.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      LK3 Boyolali: Pelaku KDRT Sudah Tidak Sayang pada Pasangan

      Kalau pasangan sayang, pasti akan berpikir dua kali untuk menyakiti orang yang disayangi.

      Harga Kedelai Melambung, Bakul Tahu di Sragen Mengeluh

      Para bakul tahu di Sragen terpaksa harus mengurangi ukuran tahu agar bisa mendapatkan laba meskipun para pembeli juga mengeluh.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Ganti Musim, BPBD Karanganyar: Waspada Bencana Alam

      Hujan dengan intensitas rendah, sedang, hingga lebat sudah terjadi di wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

      Sudah Musim Penghujan, BPBD Sragen Masih Lakukan Dropping Air

      Kepala BPBD Sragen, Agus Cahyono, mengatakan dropping air dilakukan di wilayah sisi utara Bengawan Solo.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.

      HUT Ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo Undang Tukang Becak Makan Bersama

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo mengundang tukang becak, pemulung, penyapu jalanan, dan petugas kebersihan makan bersama.

      Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini: Berawan lalu Gerimis saat Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (5/10/2022), diprediksi berawan saat pagi hingga siang kemudian hujan dengan intensitas ringan saat sore.