Ini Kisah Lengkap KKN Rumah Kosong Klaten, Serem Lur!

Inilah kisah lengkap penuh misteri dari pengalaman KKN di Rumah Kosong Klaten.

 Cerita KKN di Rumah Kosong Klaten yang sempat viral di Twitter. (Istimewa/@wakhidnurrokim)

SOLOPOS.COM - Cerita KKN di Rumah Kosong Klaten yang sempat viral di Twitter. (Istimewa/@wakhidnurrokim)

Solopos.com, KLATEN — Kisah tentang KKN di Rumah Kosong Klaten kembali menjadi perbincangan. Cerita yang berangkat dari kisah nyata ini dinilai sama horornya seperti yang diangkat menjadi film horor terbaru, KKN Desa Penari.

Cerita KKN di Rumah Kosong Klaten muncul pertama kali di Twitter. Kisah itu ditulis pemilik akun @Wakhidnurrokim pada 12 Oktober 2021 berdasarkan pengalaman nyata temannya yang di Twitter disebut dengan nama Sembul.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kisah misteri yang dikutip Solopos.com dari Twitter, Kamis (19/5/2022) ini bermula saat Sembul menjalani program KKN di salah satu desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada 2019. Mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jogja itu mengikuti pembekalan KKN pada 27 Juli 2019.

Jarak kampus sampai ke desa tempat KKN itu cukup jauh, membutuhkan waktu tempuh sekitar tiga jam. Sesampainya di desa, Wakhid dan teman-temannya bertandang ke rumah Pak RT.

Mereka pun diberikan posko KKN di rumah kosong yang berada desa di Klaten itu. Secara tampilan, rumah tersebut cukup horor.

“Pak RT pun pun menceritakan mengapa rumah ini yang akan kami tempati, katanya rumah yang akan kami tempati ini ditinggal pemiliknya keluar kota karena ada perkejaan mendesak katanya, selama dua bulan ke depan,” jelas Wakhid.

Baca juga: Terbanyak di Jawa Tengah, Segini Jumlah Masjid di Klaten

Secara umum kondisi rumah kosong itu masih bagus. Rumah ini memiliki dua kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan aula. Namun, anehnya dua kamar tidur itu tidak boleh ditempati maupun dimasuki.

“Tidak lama setelah kejadian itu, aku diajak temanku keluar sebentar dan diapun bertanya “kamu merasa aneh ngak?”, “Iya, dan agak merinding juga” jawabku. Setelah itu temenku ini, panggil saja dia Zul,” sambung dia.

Pada hari pertama KKN di rumah kosong Klaten dimulai, para peserta berebut tempat tidur. Akhirnya peserta perempuan tidur di ruang tamu dan laki-laki di samping aula.

Baca juga: KKN di Rumah Kosong Klaten Tak Kalah Seram dengan KKN di Desa Penari

Pengalaman Mistis

Hari-hari KKN berjalan seperti biasa, diisi berbagai kegiatan dengan warga dan pemuda setempat. Suatu ketika, para perempuan peserta KKN itu makan di angkringan di belakang posko. Mereka makan di bawah pohon mangga dan duduk di bangku panjang atau lincak.

“Pada awalnya aku udah ngak mau makan disitu, karena emang katanya si Zul aku tidak diperbolehkan keluar makan pada malam itu. Tapi karena aku merasa kasihan dengan teman yang lain, akhirnya aku memutuskan untuk ikut makan keluar pada malam itu,” jelas Wakhid.

Saat minuman datang, dia pun mulai merinding dan tiba-tiba daun mangga di atasnya jatuh dan kemudian dia mendengar suara bisikan di telinga. Selanjutnya dia mencium aroma bunga yang wangi.

Lantaran merasa terganggu, Sembul menanyakan apa yang dia rasakan kepada teman-temannya. Sayangnya mereka kompak menjawab tidak merasakan hal aneh.

Baca juga: Rumah Tempat Syuting Film KKN Desa Penari Kini Kosong, Angker Gak?

Dia lantas menelepon Zul dan meminta dijemput. Akhirnya dia pun menceritakan kejadian mistis yang dialami kepada Zul.

“Kamu itu sensitif, makanya kalau disuruh dirumah aja itu nurut” ucap zul.

Hari-hari berikutnya, Sembul merasa semakin ketakutan. Pernah suatu hari sekitar pukul 22.00 WIB, dia dibangunkan temannya, Tiara, untuk menemani memasak mi di dapur yang cukup horor.

Saat kompor dinyalakan, lampu dapur tiba-tibaa mati. Keesokan paginya mereka mencoba menghidupkan lampu dapur yang semalam mati.

“Nah disini mulai muncul keanehan, bagaimana tidak, lampu yang semalam tiba-tiba mati ternyata pas kita nyalakan ternyata nyala terang banget,” jelasnya.

Baca juga: Asal-Usul Badarawuhi Asli, Hantu Cantik di Film KKN Desa Penari

Fakta Mengejutkan

Sembul lantas mengajak Zul keluar dan menceritakan pengalamannya di posko semalam. Zul pun mengaku semalam melihat mbah-mbah duduk di teras sendirian.

Tak lama kemudian ada angin kencang menerpa. Zul pun mengajak Sembul pulang dan berkata, “besok kalau mau cerita-cerita jangan malam hari, mending siang aja. Soalnya ada yang ngikutin kita.”

Berbagai kejadian aneh dan misterius menghantui peserta KKN di rumah kosong Klaten itu. Sampai akhirnya terungkap cerita bahwa rumah tersebut sudah kosong selama 20 tahun. Rumah itu ditunggu mbah-mbah makhluk halus.

Penunggu rumah itu sering membuat ulah karena merasa terganggu dengan keberadaan mahasiswa peserta KKN.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Berputar 2 Menitan, Puting Beliung Terjang Ngargoyoso Karanganyar

Puting beliung yang bertiup selama kurang lebih dua menit mengakibatkan satu rumah warga Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, rusak di bagian atap.

3.144 Orang Langgar Aturan Lalin Selama Operasi Patuh 2022 di Wonogiri

Selama Operasi Patuh Candi 2022 di Kabupaten Wonogiri, sebanyak 3.144 orang melanggar peraturan lalu lintas.

PPDB SMA Solo: Laweyan Tak Ada Kelas Virtual, Ini Alasan Disdik Jateng

Disdik Jateng mengaku belum ada kelas virtual untuk para calon siswa di Kecamatan Laweyan, Solo, yang tidak memiliki SMA negeri, apa alasannya?

Cadas! Nyanyi Di Sukoharjo, Eks Vokalis Boomerang Panjat Tiang 15 Meter

Penyanyi rock kawakan eks vokalis Boomerang, Roy Jeconiah, melakukan aksi tak biasa saat manggung di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Minggu (3/7/2022).

Disdik Jateng: Tak Ada Zonasi Khusus PPDB Pasar Kliwon-Laweyan Solo

Disdik Jateng memastikan tidak ada zonasi khusus untuk wilayah kecamatan yang tidak memiliki SMA negeri seperti Pasar Kliwon dan Laweyan, Kota Solo, pada PPDB tahun ini.

Geramnya Gibran Soal Pelecehan Seksual JKT 48: The Park Itu Bukan Solo!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memberikan klarifikasi ihwal penyebutan Solo sebagai lokasi insiden pelecehan seksual yang dialami personel JKT48 saat konser.

Alasan Rudy Solo Sebut Ganjar Pranowo Presiden ke-8 RI

Inilah alasan di balik pernyataan Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang menyebut Ganjar Pranowo menjadi presiden kedelapan RI.

Soal Pilpres 2024, Rudy Solo: Golek Presiden Angel, Nganggo Mitos Wae

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mendoakan Ketua Umum DPP PDIP agar mempercayai mitos dalam menentukan capres di pilpres 2024.

Rumus Otak-Atik Gatuk Rudy Solo Sebut Ganjar Pranowo Presiden ke-8

Inilah rumus otak-atik gatuk ala Rudy yang dengan lantang menyebut Ganjar Pranowo sebagai presiden kedelapan RI.

Bermalam di Jl. Mayor Kusmanto Demi Jaga Lapak Jualan di CFD Klaten

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono, menjelaskan PKL hanya diperbolehkan menempati kawasan paving di kedua sisi Jl. Mayor Kusmanto.

Lantang! Rudy Solo: Ganjar Pranowo Presiden ke-8 RI

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memprediksi Ganjar Pranowo menjadi presiden kedelapan RI.

Warga Sragen Meninggal Tak Wajar: Mayat Sujud Tapi Kepala Masuk Ember

Warga Sragen diduga meninggal secara tak wajar karena posisi mayatnya seperti sujud, namun kepalanya berada di dalam ember di kamar mandi.

Makam Jenazah Warga Sragen Dibongkar, Meninggal Tak Wajar?

Jenazah warga Sragen yang diduga meninggal tak wajar diautopsi setelah kuburannya dibongkar.

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.