Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi. (Antara-Heru Suyitno)

Solopos.com, TEMANGGUNG — Lima daerah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tetap membutuhkan bantuan air bersih karena masih didera kekeringan. Padahal, wilayah kabupaten setempat telah mulai diguyur hujan.

kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, Selasa (5/11/2019), mengatakan seiring turun hujan di sejumlah wilayah di Kabupaten Temanggung, permintaan bantuan air bersih dari sejumlah daerah sudah dihentikan. Namun, imbuhnya, masih ada lima titik yang tetap minta bantuan air bersih.

Kelima daerah yang masih minta bantuan air bersih tersebut adalah Tlogopucang di Kecamatan Kandangan, Selopampang, Kaloran, Candiroto, dan Gentan. Ia menuturkan dari 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung, pada musim kemarau kemarin sebanyak 12 kecamatan mengalami kekurangan air bersih, tersebar di 40 desa di 129 dusun atau titik.

Menurut dia, BPBD Kabupaten Temanggung telah mendistribusikan bantuan air bersih sejak 17 Juni 2019. Hingga kini, telah telah terdistribusikan 1.226 mobil tangki air bersih ke daerah kekeringan.

Ia mengatakan memang banyak desa yang minta penghentian bantuan air bersih setelah turun hujan di sejumlah wilayah Kabupaten Temanggung. Berdasarkan prakiraan dari BMKG, puncak musim penghujan di Temanggung sekitar Januari-Februari 2020.

"Saat ini Temanggung sudah mulai hujan meskipun belum merata," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten