Kobaran api kebakaran Gunung Merbabu terlihat dari Gladagsari, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (13/9/2019). (Antara-Aloysius Jarot Nugroho)

Solopos.com, BOYOLALI -- Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) memastikan kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Merbabu sudah padam. Tidak ada titik api serta asap yang terlihat dari kawasan Kecamatan Selo, Boyolali, hingga Senin (10/7/2019) petang.

Menurut Kepala Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Tumar, sejak adanya turun hujan deras sebanyak dua kali dalam sepekan terakhir, tidak ada titik api dan asap terlihat dari kawasan desanya.

"Kami yakin dengan turunnya air hujan deras sebanyak dua kali itu, berhasil memadamkan sisa-sisa api yang membakar di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu," kata Tumar.

Baca juga: Bresss… Akhirnya Soloraya Diguyur Hujan

Menurut dia, sejumlah relawan dan petugas BTNGMb setempat juga sering melakukan patroli terutama di rute kawasan pendakian di Selo. Hasil pemantauan dan patroli itu, petugas sudah tidak menemukan lagi titik api dan asap di puncak dan lereng Merbabu.

Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGMb, Johan Setyawan, kebakaran yang terjadi di lereng Gunung Merbabu dipastikan sudah padam total.
Hal itu dipastikan setelah kawasan Selo dan sekitarnya sempat turun hujan deras dalam sepekan ini.

"Berdasarkan hasil pantauan baik dari citra satelit maupun langsung di lapangan, sudah tidak ada titik api atau asap di Gunung Merbabu Merbabu," katanya.

Baca juga: Berharap Hujan, Warga Wonogiri Salat Istisqa Serentak di 8 Kecamatan

Menurut Johan, sebelumnya ada satu titik api di bawah tebing lereng Gunung Merbabu. Tetapi setelah ada hujan turun cukup deras di kawasan itu, kini api sudah padam.

Selain itu, ratusan relawan sebelumnya juga membuat sekat-sekat bakar yang cukup efektif untuk mematikan rambatan api ke daerah lain. Setelah turunnya hujan, kini api 100 persen sudah padam.

Kendati demikian, petugas tetap masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api lagi. Kebakaran hutan dan lahan di TNGMb yang terjadi sejak pertengahan September telah menghanguskan sekitar 650 hektare.

Baca juga: Hampir Penghujan, Jateng Mulai Keruk Sedimentasi Sungai

Total lahan di Gunung Merbabu luasnya sekitar 5.800 hektare yang terdiri dari dari zona tradisional berbatasan dengan kawasan desa, zona rehabilitasi, zona rimba, dan zona inti. Zona inti terletak di paling atas atau kawasan puncak Merbabu yang paling parah hangus terbakar.

"Tanaman kawasan puncak sudah habis semua. Sabana, tanaman bunga edelweis dan tanaman kerdil lainnya yang dilindungi sudah hangus terbakar," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, jalur pendakian Gunung Merbabu masih ditutup untuk kegiatan kegiatan pendakian, hingga batas waktu yang belum ditentukan setelah kebakaran ini.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten