Jemaah menunaikan Salat Istisqa di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Jumat (4/10/2019). (Istimewa/Humas Setda Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan di Alun-Alun Giri Krida Bakti depan Sekretariat Daerah (Setda), Jumat (4/10/2019).

Salat diikuti seribuan orang dari berbagai elemen masyarakat. Penceramah meminta masyarakat tobat dan tak menahan zakat mal. Dia menyebut penyebab Allah menahan rahmat hujan di antaranya karena manusia masih banyak yang maksiat dan menahan zakat mal.

Salat serupa juga digelar di delapan kecamatan terdampak kekeringan pada hari yang sama. Salat di alun-alun dipimpin imam Himawan Robet Al Hafid, imam Masjid Agung At Taqwa Wonogiri, mulai pukul 08.00 WIB.

Baca juga: 4 Embung Di Daerah Kekeringan Wonogiri Direvitalisasi, Mana Saja?

Seusai salat, Mursidi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri memberi ceramah. Saat ceramah Mursidi menyampaikan Allah tak menurunkan hujan disebabkan beberapa faktor, seperti manusia banyak berbuat maksiat atau melanggar perintah Allah dan enggan berzakat mal atau zakat harta (uang, emas, dan aset berharga lainnya).

Mursidi meminta masyarakat tobat nasuha atau tobat dengan sungguh-sungguh dan membayar zakat mal. Pada kesempatan itu jemaah berdoa agar Allah menyudahi kemarau, agar dampak kekeringan di wilayah Wonogiri selatan tak semakin meluas. Wonogiri tak diguyur hujan sejak April lalu. Jemaah juga memohon ampun atas kesalahan yang diperbuat.

Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Wonogiri, Mubarok, saat ditemui Solopos.com seusai salat, mengatakan Istisqa dilaksanakan sebagai upaya lain selain penyaluran air bersih untuk mengatasi kekeringan di Kota Sukses.

Baca juga: Berkat Program Ini, Kekeringan Wonogiri Selatan Mulai Teratasi secara Permanen

“Kami juga meminta pemerintah kecamatan di delapan kecamatan terdampak menggelar Istisqa di hari ini [Jumat]. Waktunya menyesuaikan kecamatan masing-masing. Ada yang pagi, siang sebelum Salat Jumat, ada pula yang seusai Salat Jumat,” kata Mubarok.

Delapan kecamatan itu meliputi Paranggupito, Pracimantoro, Giriwoyo, Giritontro, Manyaran, Selogiri, Nguntoronadi, dan Eromoko. Beberapa hari sebelumnya sejumlah SD dan SMP menggelar Istisqa di halaman sekolah masing-masing.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten