Hari Rabies Sedunia, Boyolali Terima 500 Dosis Vaksin Rabies

Kasus gigitan hewan pembawa pembawa rabies di Boyolali terjadi 1-2 kali setiap bulannya pada tahun ini.

Bayu Jatmiko Adi
Selasa, 28 September 2021 - 16:48 WIB

SOLOPOS.COM - (Espos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, SUKOHARJO — Sebanyak 500 dosis vaksin rabies gratis disalurkan di Boyolali, untuk mengantisipasi kasus rabies pada hewan peliharaan, Selasa (28/9/2021).

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memeringati Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 28 September.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Boyolali, Afiany Rifdania, mengatakan kegiatan vaksinasi rabies dilakukan di sejumlah lokasi, seperti Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan pet shop atau toko hewan peliharaan.

Baca Juga: Warga Sukoharjo Pelihara Anjing atau Kera? Dispertan Sediakan Vaksin Rabies Gratis Lho

Tahun ini Boyolali mendapatkan kuota 500 dosis vaksin rabies. “Dari 500 dosis itu, 200 dosis untuk yang di pet shop dan 300 dosis disalurkan melalui Puskeswan,” kata dia, Selasa (28/9/2021).

Dia mengatakan pengadaan vaksin tersebut didukung oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.

Dia berharap melalui kegiatan tersebut dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terutama memiliki binatang yang berpotensi membawa rabies untuk rutin melakukan vaksin rabies kepada hewan peliharaannya.

Baca Juga: Tebar 3.000 Vaksin Rabies, Ini Idaman Jateng…

Menurutnya vaksinasi rabies perlu dilakukan setidaknya setahun sekali untuk setiap hewan.

“Untuk rabies, ada istilahnya vaksinasi ulang. Untuk perlindungan dan daya tahan tubuh pet animal, kita perlu mengulang vaksin yang pernah dilakukan. Misalnya tahun ini sudah diberikan, tahun depan tetap harus diulang. Khusus untuk rabies harus ada vaksinasi ulang setiap setahun sekali,” jelas dia.

Mengenai kasus rabies di Boyolali, Afiany mengatakan sejak 1997 Boyolali sudah dinyatakan bebas rabies.

“Sampai sekarang tidak ada kasus. Sebab di tahun 1997, sudah ditetapkan bebas rabies. Jadi di Boyolali tidak ada kasus rabies meskipun kasus gigitan hewan pembawa pembawa rabies masih ada,” lanjut dia.

Baca Juga: Hari Rabies Sedunia: Solo Masih Jadi Surga Kuliner Anjing?

Dia menyebutkan kasus gigitan hewan pembawa pembawa rabies tahun ini terjadi satu hingga dua kasus setiap bulannya.

Namun jumlah itu menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai tiga hingga lima kasus setiap bulannya.

Di Puskeswan Ngemplak, program vaksin rabies gratis dalam rangka Hari Rabies Sedunia, dimanfaatkan oleh sejumlah pemilik hewan peliharaan.

Salah satunya adalah Sugi, warga setempat. Dia datang ke Puskeswan Ngemplak dengan membawa kucing kesayangannya yang akan diberi vaksin rabies.

Baca Juga: Vaksinasi Anjing dan Kucing Cegah Penularan Rabies di Solo

“Vaksin rabies, untuk hewan sepeti kucing memang perlu untuk kesehatan hewan. Senang juga karena dengan program ini bisa mendapatkan vaksin gratis,” kata dia.

Warga lain, Anwar, mengatakan tidak ingin menyia-nyiakan program vaksinasi rabies tersebut untuk kucing kesayangannya.

“Vaksin rabies penting untuk menjaga hewan dari rabies. Sebab menurut saya pribadi, rabies sangat berbahaya, baik untuk hewannya sendiri maupun lingkungannya,” kata dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif