Hari Pertama Masuk Kerja, Ratusan ASN Sragen Bersalam-Salaman

Ratusan ASN di lingkungan Setda Sragen bersalam-salaman seusai apel di hari pertama masuk kerja setelah liburan dan cuti Lebaran 2022, Senin (9/5/2022).

 Para ASN bersalam-salaman mengular di halamam Setda Sragen di hari pertama masuk kerja, Senin (9/5/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Para ASN bersalam-salaman mengular di halamam Setda Sragen di hari pertama masuk kerja, Senin (9/5/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN – Ratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen bersalam-salaman seusai apel di hari pertama masuk kerja setelah liburan dan cuti Lebaran 2022, Senin (9/5/2022).

Mereka saling meminta maaf lahir batin yang dimulai dari Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Suasana di halaman Setda, Senin pagi, tersebut terasa seperti open house saat sebelum pandemi Cobid-19.

PromosiPencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Namun, pada Lebaran 2022, Bupati tidak dibolehkan menggelar open house. Antrean salam-salaman itu mengular dari halaman depan Kantor Dinas Bupati Sragen sampai halamam belakang depan Aula Oproom Setda Sragen.

Tradisi salam-salaman itu sempat terhenti dua tahun karena pandemi Covid-19. Tradisi itu terus dilakukan kembali. Di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya juga menggelar halalbihalal di hari pertama masuk kerja.

Baca Juga: KWS Cabang Riau Dilantik di Sragen saat Halalbihalal

Sejumlah pejabat Pemkab Sragen juga ikut serta dalam salam-salamam itu, seperti Wakil Bupati (Wabup) Suroto, Sekda Sragen Tatag Prabawanto, para asisten Setda, staf ahli Bupati Sragen, dan para pimpinan OPD. Seusai salam-salaman, Bupati berhalalbihalal secara virtual dengan Gubernur Jawa Tengah.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui Solopos.com seusai salam-salaman, menyampaikan halalbihalal bersama seluruh ASN yang biasanya diadakan di GOR Diponegoro Sragen untuk sementara ditiadakan meskipun dua tahun tidak ada halalbihalal. Yuni, sapaan akrabnya, berharap tahun depan sudah normal sehingga bisa berhalalbihalal dengan seluruh ASN.

“Saya minta ASN menjadi contoh di masyarakat, terutama mengingatkan protokol kesehatannya (prokes). Kami tidak tahu, ada kenaikan kasus Covid-19 atau tidak pasca-Lebaran sampai dua pekan ke depan. Termasuk kewaspadaan adanya hepatitis akut yang rentan terhadap anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga: Perpanjangan Libur Lebaran 2022 Tak Berlaku di Sragen, Ini Alasannya

Dia mengatakan para ASN yang menjabat ketua RT atau RW supaya mengingatkan warga tentang kewaspadaan Covid-19 dan hepatitis akut. Yuni meminta Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen membuat flyer atau selebaran yang dapat dibagikan kepada para ASN sebagai bekal untuk menjelaskan kepada lingkungan mereka masing-masing lewat rapat RT atau halalbihalal RT.

“Selain itu ASN harus mengejar serapan anggaran 2022 karena liburnya ASN itu 10 hari sehingga jadwal kegiatan menjadi molor. Yang punya kegiatan lelang segera dilelangkan. Jangan sampai ada kegiatan tidak dikerjakan. Kemudian persiapan Hari Jadi mulai dilakukan,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

+ PLUS Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

Lembaga keuangan nasional dan global masih berdiri dua kaki. Membiayai sektor energi kotor dan perusak lingkungan sekaligus membiayai sektor energi bersih. Komitmen green financing belum optimal, justru greenwashing yang menguat.

Berita Terkini

Babak Baru Kasus Penjebolan Tembok Keraton Kartasura, Ada Tersangka?

Kasus penjebolan benteng Baluwarti eks Keraton Kartasura, Sukoharjo memasuki babak baru. Status perkara itu dinaikkan ke tahap penyidikan.

Hati-Hati! Jalur SSB di Genting Cepogo Boyolali Longsor Lur...

Tanah longsor di jalur SSB Cepogo, Boyolali, terjadi sekitar pukul 05.30 WIB secara tiba-tiba tanpa ada hujan sebelumnya.

Menyeruput Teh Gambyong, Teh Bercita Rasa Kopi Khas Kemuning

Di Desa Kemuning, Ngargyoso, Karanganyar, memiliki teh dengan rasa yang khas, yakni bercita rasa kopi. Teh hitam dengan rasa kopo ini dijual oleh Eko Wuryanto, warga setempat, dengan nama Teh Gambyong.

Jukir CFD Diduga Ngepruk, Ini Tarif Parkir Resmi Kota Solo Sesuai Perda

Ketentuan mengenai besaran tarif resmi parkir berbagai jenis kendaraan di Kota Solo diatur dalam Perda No 1/2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.