Tutup Iklan
Harga Pangan di Pekalongan Melonjak Jelang Natal
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pekalongan melakukan rapat monitoring kenaikan harga komoditas, di Kota Pekalongan, Jateng, Sabtu (7/12/2019). (Antara-Kutnadi

Solopos.com, PEKALONGAN — Harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional Kota Pekalongan naik signifikan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2020.

Berdasar hasil hasil monitoring harga yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Jateng, Sabtu (7/12/2019), beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yang signifikan itu antara lain cabai rawit merah, bawang merah, dan minyak goreng curah.

Kepala Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan Bambang Nurdyatman mengatakan bahwa menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga komoditas mulai naik signifikan. Harga cabai rawit, kata dia, semula hanya Rp28.000/kg naik menjadi Rp35.000/kg, bawang merah semula Rp25.000/kg naik jadi Rp31.000/kg, dan minyak goreng curah semula Rp10.000/liter naik menjadi Rp11.000/liter.

Ia mengatakan bahwa stok komoditas di pasaran diperkirkan masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan. Daging sapi murni misalnya tersedia 50 ton, daging ayam ras 130 ton, dan telur ayam 80 ton, dan kedelai 30 ton.

"Dalam rangka menjaga harga bahan pokok, kami juga akan lakukan pengawasan barang beredar di pasaran selama lima hari mulai 16 Desember 2019," katanya.

Perwakilan Kantor Bank Indonesia Tegal Burysa mengatakan berdasar data Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) eks Keresidenan Pekalongan, pada tanggal November 2019, sejumlah komoditas seperti bawang merah, rokok kretek filter, rokok kretek, daging ayam ras, serta telur ayam ras, akan menjadi perhatian.

"Pada bulan November 2019 komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah bawang merah, rokok kretek filter, telur ayam ras, rokok kretek, dan daging ayam ras," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho