Ilustrasi inflasi atau deflasi. (academyft.com)

Solopos.com, JAKARTA -- Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia pada November 2019 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan inflasi tahun kalender 2019 tercatat 2,37%, sedangkan inflasi tahun ke tahun atau yoy tercatat 3,00%.

"Dengan melihat angka inflasi ini, tampaknya target inflasi akan tercapai," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Dari 82 kota IHK, tercatat 57 kota mengalami inflasi, sedangkan 25 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado (3,30%), sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan (-2,6%).

Sebelumnya, Bank Indonesia memprakirakan inflasi November rendah dan terkendali meski ada peluang naik tipis jelang liburan akhir tahun.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan secara musiman inflasi pada November tidak naik. Umumnya, pada bulan ini inflasi masih rendah dan terkendali. Oleh sebab itu, dia masih yakin prediksi tahun ini inflasi pada 3,1% sampai 4% pasti tercapai.

Meski demikian, Destry tidak menampik ada beberapa peluang menyumbang kenaikan inflasi November 2019. Salah satunya adalah kenaikan harga tiket angkutan udara, seiring dengan jelang libur akhir tahun.

Pada Oktober 2019, BPS mencatat terjadi inflasi sebesar 0,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,40.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten