Hama Tikus Menggila, Petani di Karangmalang Sragen Dapat Bantuan Burung Hantu dari Tentara
Seorang petani membawa seekor tyto alba bantuan dari Kodim 0723/Sragen bagi kelompok tani di wilayah Desa Puro, Kecamatan Sragen Kota, Rabu (25/11/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Serangan hama tikus di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah semakin menggila dari ujung utara sampai ujung selatan. Beruntung, para petani di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, mendapatkan bantuan tyto alba atau yang yang dikenal sebagai burung hantu sebagai pemangsa tikus.

Populasi tyto alba di wilayah Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kini bertambah 10 ekor berkat bantuan dari Kodim 0725/Sragen. Sebelumnya para petani di desa itu sudah memiliki sebanyak 50 ekor tyto alba.

Kepala Desa Puro, Karangmalang, Sragen, Suyanto, mengatakan Pemerintah Desa Puro sudah membeli sebanyak 50 ekor burung hantu dari DD 2020 pada 3-4 bulan lalu. Dia mengatakan 50 ekor burung itu diberikan kepada lima kelompok tani (poktan) yang ada di Puro, sehingga setiap kelompok tani mendapatkan 10 ekor atau lima pasang.

"Kami mendapatkan burung itu dari Grobogan. Orang Grobogan itu mendapatkan tyto alba itu malah dari Demak. Memang sulit untuk mencari tyto alba dalam jumlah banyak. Harganya yang masih kecil sudah Rp150.000 per ekor. Kalau yang besar bisa sampai Rp450.000 per pasang. Kami pesan dulu atau nginden dulu baru dapat. Orang Grobogan itu juga nginden dari Demak kemudian dipelihara dan besar dijual," ujar Suyanto saat ditemui Solopos.com di sela-sela seremonial penyerahan bantuan tyto alba dari Kodim Sragen di Dukuh Bolo, Puro, Rabu (25/11/2020).

Dia merasa senang mendapat tambahan tyto alba dari Kodim Sragen sebanyak 10 ekor. Dia mengatakan 10 ekor burung hantu itu nantinya dibagikan kepada lima poktan, masing-masing mendapatkan satu pasang.

Permintaan Petani

Suyanto meminta kepada Pemkab Sragen untuk segera menggalakkan pembelian tyto alba karena cukup efektif untuk membasmi hama tikus daripada menggunakan jebakan listrik.

Ya Ampun! Petugas Kamar Mayat Tega Setubuhi 6 Mayat Perempuan

"Gerakan memberdayakan predator alami ini bisa disosialisasi kepada para petani di wilayah Sragen. Pengadaan tyto alba ini bagian dari inovasi kami,” ujarnya.

Bantuan 10 ekor burung hantu itu diserahkan Kasdim Sragen Mayor (Inf) Wijiono didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, didampingi perwira Polres Sragen Kompol Muryati, Camat Karangmalang Sriyono kepada perwakilan poktan dan kepala desa.

Kasdim berharap bantuan tyto alba itu bisa membantu petani karena burung tersebut sudah dianggap sebagai sahabat petani. Bantuan burung hantu ini, ujar Kasdim, sebagai upaya pengendalian hama tikus.

Sementara itu, Eka Rini menjelaskan populasi tikus memang cepat sekali dan Sragen menjadi daerah yang diserang hama tikus secara masif. Dalam setahun, ujar dia, sepasang tikus bisa berkembang biak mencapai 1.200 ekor.

Bila populasi tidak terkendali, Eka mengatakan bisa merugikan petani dan mampu menyebabkan gagal panen. Para petani jagung di wilayah Miri, Sragen, ungkap Eka, menjerit karena gagal panen akibat serangan hama tikus. Luas lahan jagung yang gagal panen di Miri itu, sebut dia, mencapai 100 hektare.

"Di Miri itu tikus menyerang tanaman berumur tiga pekan sampai hampir panen. Pemkab sudah berusaha maksimal untuk mengendalikan hama tikus ini. Dengan listrik dianggap efektif karena dalam semalam 200-300 ekor tikus mati tetapi risikonya nyawa petaninya. Lebih baik beralih ke tyto alba karena juga cukup efektif dan bersahabat dengan petani," jelas Eka.

Hari Ini Dalam Sejarah: 25 November 1975, Suriname Merdeka

Ketua Poktan Dewi Sri Puro, Karangmalang, Sragen, Suwarno, merasa senang dengan bantuan dari Kodim karena bisa menambah populasi tyto alba di Puro. Dia mengatakan mereka kalau aksi di malam hari.

"Tyto alba di Puro sudah mapan di pagupon di tengah sawah. Serangkan tikus di sekitar ada pusat burung hantu sudah berkurang signifikan. Burung hantu itu ada yang hanya makan sebagian dagingnya saja tetapi ada yang hanya sekadar membunuh mangsanya," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom