Ya Ampun! Petugas Kamar Mayat Tega Setubuhi 6 Mayat Perempuan
Ilustrasi jenazah. (Antara)

Solopos.com, DHAKA — Munna Vhakta, 20, ditangkap polisi atas tuduhan menyetubuhi enam mayat perempuan di kamar mayat Rumah Sakit Universitas Kedokteran Shaheed Suhrawardy di Dhaka, Bangladesh.

Pria yang bekerja sebagai petugas kamar mayat itu ditangkap setelah petugas forensik menemukan cairan sperma pada alat kelamin enam mayat perempuan. Dikutip dari New Age, Selasa (24/11/2020), Munna merupakan keponakan dan asisten petugas kamar mayat Jatan Khumar.

Dia menggunakan kesempatan bekerja menjadi petugas kamar mayat untuk menyetubuhi mayat perempuan di rumah sakit tersebut.

Peringati Hari Guru, Ini Kejutan Siswa SMP Birrul Walidain untuk Para Guru Mereka

Pria itu diketahui telah bekerja di kamar mayat di Rumah Sakit Suhrawardy selama empat tahun terakhir. Ia diduga telah menyetubuhi beberapa mayat perempuan yang berusia antara 12 hingga 20 tahun dalam satu tahun terakhir ini.

Aksi bejat Munna terungkap saat petugas Departemen Investigasi Krimanal Polisi menemukan cairan sperma yang sama dari kelamin enam mayat perempuan saat autopsi. Padahal, mayat-mayat tersebut berasal dari daerah berbeda, yakni Mohammadphur dan Kafrul.

Petugas mengatakan mereka menyimpan mayat tersebut di kamar mayat tempat Munna bekerja untuk menyelesaikan prosedur berbeda. Penyidik kemudian melacak kejadian sebelum mayat tersebut ditempatkan di sana. Mereka menemukan Munna selalu berada di tempat tersebut setiap malam.

Sperma Cocok

Petugas Departemen Investigasi Kriminal Polisi kemudian menangkap Munna, dan melakukan tes DNA pada pria itu. Hasilnya, semua sperma yang ditemukan di mayat cocok dengan pria tersebut.

Nekrofilia atau berhubungan seksual dengan orang yang telah meninggal dunia merupakan kejahatan seksual yang sangat serius. Pria itu kemudian ditangkap pada hari Kamis (19/11/2020), dan mengakui telah menyetubuhi enam mayat perempuan.

Tak Terlihat di Rumah, Terduga Teroris Nguter Disebut Urus Bisnis Roti di Kalimantan

Paman pelaku, Jatan Khumar, mengakui Munna merupakan seorang pecandu narkoba, tetapi dia tidak menyangka keponakannya itu dapat melakukan hal tersebut. Kepala Departemen Gorensik Rumah Sakit Suhrawardy, Selim Reza, mengatakan rumah sakit membuka kamar jenazah tersebut sejak 2017.

Jatan merupakan satu-satunya petugas kamar mayat yang diperkerjakan saat itu. Namun, Jatan kemudian memiliki tiga sampai empat asisten untuk membantunya setiap hari di kamar mayat, termasuk keponakannya itu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom