Seribuan guru PAUD berkumpul di Alun-alun Klaten merayakan HUT ke-14 Himpaudi Klaten, Sabtu (2/11/2019). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Klaten selama ini masih menerima honor dengan nilai jauh dari layak. Oleh sebab itu, para guru PAUD meminta ada peningkatan kesejahteraan.

Permintaan itu disampaikan para guru PAUD bersamaan acara peringatan HUT ke-14 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Klaten, Sabtu (2/11/2019), di Alun-alun Klaten.

Ketua Himpaudi Klaten, Elly Rianingsih, mengatakan ada 1.630 pendidik PAUD tergabung dalam Himpaudi Klaten. Mereka mengajar di 525 lembaga yang berada di bawah yayasan serta desa.

Untuk meningkatkan kompetensi, para guru PAUD di Klaten selama ini kerap mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat), seminar, serta workshop. Ada yang menggunakan dana pribadi ada pula yang mendapatkan fasilitas dari pemerintah pusat.

Seperti tahun ini, ada 80 guru PAUD mengikuti diklat memanfaatkan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Peningkatan kompetensi itu dilakukan menyusul tuntutan guru PAUD merupakan lulusan sarjana.

“Ketika ada peningkatan kualifikasi, setidaknya ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana bisa mengurangi jumlah SKS [satuan kredit semester] yang harus dipenuhi untuk lulus,” kata Elly di Alun-alun Klaten, Sabtu.

Upaya peningkatan kualifikasi belum sebanding dengan honor yang diterima guru PAUD.

Soal nilai honor guru PAUD, Elly mengatakan beragam tergantung yayasan atau desa yang menaungi lembaga PAUD. Ada guru PAUD yang mendapatkan honor Rp200.000/bulan ada pula guru PAUD yang hanya mendapatkan honor Rp50.000/bulan.

“Padahal tugas dan kewajiban mereka sama dengan guru TK. Mulai dari menyusun perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi,” kata Elly.

Upaya peningkatan kesejahteraan guru PAUD selama ini sudah dilakukan. Ada PAUD yang sudah mendapatkan gelontoran dana dari APB desa untuk membiayai honor guru PAUD. Namun, honor yang mereka terima masih jauh dari layak.

“Alhamdulillah di Klaten sudah bagus. Sudah ada yang dapat honor dialokasikan dari desa. Namun, itu belum semua desa,” kata Elly.

Lantaran hal itu, Elly berharap para guru PAUD bisa mendapatkan bantuan dari pemkab guna peningkatan kesejahteraan mereka.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, berjanji pemkab bakal memberikan bantuan peningkatan kesejahteraan guru PAUD di Klaten.

“Insyaallah nanti melalui APBD Perubahan 2020 kami tambahi kesejahteraan. Saya perjuangkan. Kami kaji dulu,” jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten