Gunung Merapi Semburkan Guguran Lava Pijar 800 Meter ke Barat Daya
Guguran lava dari puncak Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (20/1/2021). (Antarafoto-Hendra Nurdiyansyah)

Solopos.com, YOGYAKARTA -- Aktivitas Gunung Merapi teramati masih terus terjadi. Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta dengan Jawa Tengah (Jateng) pada Senin (22/2/2021) mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, mengeluarkan lima kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah barat daya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyatakan selama periode pengamatan itu Gunung Merapi juga mengalami 25 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-18 MM selama 8-78 detik.

Sedangkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi.

Baca juga: 5 Provinsi Siaga Banjir 22-23 Februari 2021, Jateng Termasuk!

Hanik menambahkan cuaca di gunung itu berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur dengan suhu udara 14-23 derajat Celsius, kelembaban udara 71-98 persen dan tekanan udara 568-707 MMHQ.

Sementara itu, pada periode pengamatan Minggu (21/2/2021) pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Merapi tercatat 32 kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Intensitas Kegempaan

Berdasarkan laporan aktivitas Merapi tanggal 12-18 Februari 2021, BPPTKG menyebut intensitas kegempaan lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.

Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada pekan ini juga tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

Baca juga: Seleksi CPNS dan PPPK Solo Dibuka Maret-April, Diusulkan 1.190 Orang

Terkait aktivitas itu, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah sektor selatan-barat daya, yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Apabila terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Baca juga: Pasien Covid-19 Ketakutan & Frustrasi, RSBK Solo Pasang Terali

Sumber: Antara



Berita Terkini Lainnya








Kolom