Guna Mengurai Jemaah, Salat Idulfitri di Wonogiri Kota Disebar ke 17 Tempat
Warga melaksanakan Salat Idulfitri di kawasan Wonogiri Kota, Minggu (24/5/2020). (M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pelaksanaan Salat Idul Fitri masih ditemukan di beberapa wilayah perkotaan Wonogiri. Salah satunya di Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri, Minggu (24/5/2020).

Namun, pelaksanaannya berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika biasanya warga Kelurahan Wonokarto melaksanakan Salat Idul Fitri terpusat di Stadion Pringgodani. Pada tahun ini pelaksanaan tersebar di 17 tempat.

Secara terperinci, 16 tempat dilaksanakan di setiap masjid dan musala yang ada di Wonokarto. Sebab, di Wonokarto terdapat 16 masjid dan musala. Bahkan, musala yang biasanya tidak digunakan untuk Salat Jumat, kali ini dipakai untuk melaksanakan Salat Id. Sedangkan, satu tempat dilaksanakan di area jalan.

Salah satu tempat yang dijadikan tempat untuk melaksankan Salat di Wonokarto yaitu Masjid Al-Hidayah, tepatnya di depan Stadion Pringgodani.

Sebaran 69 Kasus Positif Covid-19 Per Desa di Sukoharjo, Kebanyakan OTG

Berdasarkan pantauan Solopos.com, para jemaah yang berdatangan memakai masker dan membawa alas atau sajadah secara pribadi. Selain itu takmir masjid atau panitia Salat Id memberlakukan beberapa protokol kesehatan, seperti mengecek suhu tubuh calon jemaah dan menyediakan handsanitizer.

Salat Dipercepat

Khotbah Idul Fitri berlangsung lebih cepat daripada biasanya. Setelah Salat dilaksanakan, para jemaah tidak melakukan jabat tangan.

Salah satu takmir masjid di Wonokarto, Abdullah Rabbani, mengatakan pelaksanaan Salat Id di Wonokarto berdasarkan hasil kesepakatan antar seluruh takmir masjid dan musala. Saat bermusyawarah pihak pemerintah Kelurahan Wonokarto juga diundang. Salah satu pertimbangan tetap dilaksanakan Salat Id yaitu saat ini Wonokarto masih zona hijau.

Sebelumnya, pada Sabtu (23/5/2020) sore, berdasarkan laporan hanya 12 tempat yang akan menyelenggarakan Salat Id. Kemudian pada Minggu pagi jumlah tempat yang menyelenggarakan menjadi 17 tempat.

Ganjar Pranowo Gelar Halalbihalal Secara Virtual, Ini Cara Ikutan

"Semakin banyak yang menyelenggarakan, kami semakin senang. Karena jemaah semakin terurai. Jemaah yang mengikuti Salat Id harus mengikuti prosedur yang dijalankan takmir," kata dia seusai melaksanakan Salat Id.

Berdasarkan pengalaman pada 2017, saat Rabbani menjadi Katib Idul Fitri di Stadion Pringgodani, jumlah jemaah yang mengikuti ribuan. Karena terpusat menjadi satu tempat. Bahkan pada saat itu jumlah kotak infak mencapai Rp54 juta.

"Karena ada pandemi, kami mencoba agar Salat Id tetap berjalan tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pelaksanaanya pun cuma kami peruntukkan untuk warga setempat," kata Rabbani.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho