Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI — Partai Golkar masih menunggu dan melihat konstelasi politik yang berkembang di Wonogiri menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) atau Pilkada 2020. Sikap partai berlambang pohon beringin itu masih sangat cair.

Ketua DPD Golkar Wonogiri, Bondan Sejiwan Boma Aji, kepada solopos.com, Kamis (7/11/2019), menyampaikan hingga November ini partainya belum fokus mempersiapkan diri menghadapi pilbup tahun depan.

Langkah yang sudah dilakukan baru pembentukan panitia penjaringan calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup). Setelah dibentuk pun penjaringan belum dimulai secara resmi.

Sebagai langkah awal pengurus partai menjalin komunikasi informal dengan tokoh internal maupun eksternal. Saat disinggung ihwal kesiapan Golkar ada tidaknya langkah menyiapkan tokoh Golkar yang juga Wabup saat ini, Edy Santosa, Bondan mengatakan Edy belum berkomunikasi secara formal dengan Golkar.

“Sekarang ini Golkar masih disibukkan dengan persiapan Munas [Musyawarah Nasional]. Pengurus tingkat daerah hingga pusat [DPP] konsentrasinya sama. Jadi, DPP pun belum membahas soal persiapan pilkada dengan pengurus daerah maupun provinsi,” kata Bondan saat dihubungi solopos.com.

Atas kondisi itu sikap Golkar belum mengerucut ke arah mana pun. Golkar berpeluang mendukung PDIP seperti Pilbup 2015 saat Ketua DPC PDIP, Joko Sutopo atau Jekek dan Edy Santosa, memenangi kontestasi.

Golkar pun berpeluang membangun koalisi dengan partai pemilik kursi di parlemen selain PDIP untuk mengusung pasangan calon (paslon).

Saat ditanya kapan Golkar mengambil sikap, Bondan belum mengetahui secara pasti. Dia tak mengkhawatirkan hal tersebut karena pendaftaran paslon masih cukup lama.

“Kami masih ada waktu mempersiapkan segala sesuatunya,” imbuh Bondan.

Sebelumnya, Edy Santosa menyatakan belum memikirkan soal Pilbup 2020. Dia ingin menyelesaikan tugas sebagai Wabup hingga 2020 terlebih dahulu. Dia pun belum bersedia menanggapi dinamika politik di Wonogiri.

Edy Santosa berharap siapa pun yang menjadi bupati dan wakil bupati selanjutnya harmonis seperti hubungannya dengan Jekek. Menurut dia selama bupati dan wabup harmonis niscaya bisa menjalankan amanat rakyat dengan baik.

Hingga November ini dari lima partai di luar PDIP hanya PAN yang sudah menyatakan sikap, yakni bakal mendukung PDIP. Sementara itu, Gerindra, PKS, PKB, dan Golkar belum mengambil keputusan.

Dari enam partai pemilik kursi di parlemen hanya PDIP yang dapat mengusung cabup-cawabup secara mandiri pada Pilbup 2020. Sesuai ketentuan, partai atau gabungan partai dapat mengusung paslon jika memiliki minimal 20 persen jumlah kursi DPRD.

Mengacu aturan itu berarti partai atau gabungan partai di Wonogiri harus memiliki minimal 10 kursi. PDIP memiliki 28 dari total 50 kursi di parlemen. Partai selain PDIP harus berkoalisi jika ingin mengusung paslon, karena kursi yang mereka miliki kurang dari 10 kursi. Golkar mempunyai delapan kursi, Gerindra empat kursi, PKS empat kursi, PAN, dan PKB masing-masing tiga kursi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten