Petugas pemadam dan warga berusaha memadamkan api di PT Bintang Makmur Sentosa Textil Indonesia di Taskerep, Karanganyar, Sambungmacan, Sragen, Jumat (4/10/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN -- Atap bagian Blowing, carding, dan drawing pabrik tekstil PT Bintang Makmur Sentosa Textil Indonesia di Dukuh Taskerep RT 006, Desa Karanganyar, Sambungmacan, Sragen, terbakar, Jumat (4/10/2019).

Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB tersebut dan kerugian juga belum bisa diketahui.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono menyampaikan laporan kebakaran itu masuk pukul 16.00 WIB dan api bisa dikondisikan pukul 17.00 WIB.

Sugeng mengatakan api diketahui oleh karyawan yang melihat ada kepulan asap keluar dari atap bagian produksi. Karyawan tersebut melaporkan hal itu ke bagian produksi.

Baca juga: Petani Doyong Sragen Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gudang Mebel Ekspor

Setelah dicek ternyata kabel di plafon terbakar dari bagian blowing. Api tersebut merembet ke carding dan drawing.

"Kemudian karyawan pabrik naik ke plafon dan berusaha memadamkan api. Karyawan lain melapor ke Damkar,” ujarnya.

Sugeng menjelaskan kebakaran itu diduga disebabkan korsleting. Dia menjelaskan pabrik itu milik Giyarto, 41, warga Miring, Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Nglangon Sragen Bikin Rugi Rp4,3 Miliar, Ini Perinciannya

“Saat pemadaman ada warga yang mengalami patah tulang di bagian tumit karena terpeleset. Korban dilarikan ke RS Amal Sehat Sragen. Kejadian itu membuat karyawan panik dan polusi sekitar. Kerugian belum diketahui,” katanya.

Kebakaran bangunan ini merupakan kejadian ketiga di Sragen dalam rentang waktu sepekan terakhir. Sebelumnya, api melahap puluhan kios di Pasar Nglangon, Senin (30/9/2019). Sehari kemudian, Selasa (1/10/2019), gudang pabrik mebel ekspor di Desa Doyong, Miri, Sragen, juga terbakar dengan kerugian mencapai Rp20 miliar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten