Gibran Geregetan Branding Pariwisata Solo Masih Kalah dari Jogja

Calon wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka prihatin dengan stagnasi sektor pariwisata Kota Bengawan beberapa tahun ini.

SOLOPOS.COM - Kegiatan melukis bersama belasan pelukis Solo di Posko Nusantara Bangkit Jl. Ki Mangunsarkoro, Solo, Rabu (28/10/2020). (istimewa)

Solopos.com, SOLO-Calon wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka menyatakan keprihatinannya dengan stagnasi sektor pariwisata Kota Bengawan beberapa tahun ini.

Menjamurnya jumlah hotel di Solo tidak diikuti dengan pertambahan jumlah wisatawan. Pernyataan itu disampaikan Gibran saat menghadiri kegiatan melukis bersama belasan pelukis Solo di Posko Nusantara Bangkit Jl. Ki Mangunsarkoro, Rabu (28/10/2020).

Kegiatan itu diikuti 15 pelukis Solo yang terdiri 11 pelukis senior dan empat pelukis muda. Mereka melukis sosok Gibran Rakabuming dengan pose semangat melawan pandemi Covid-19. Kegiatan digelar Relawan Nusantara Bangkit dan Aliansi Relawan Gibran.

Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Untuk Pengendalian Pandemi

“Saya lihat beberapa tahun ini pariwisata di Solo belum ada peningkatan signifikan. Hotelnya nambah tapi wisatawannya gak nambah. Ini harus diperhatikan. Kita tidak mau hotel di Solo cuma perang harga, tapi wisatawannya di Jogja semua,” ujar dia.

Menurut Gibran ada kesan wisatawan yang datang ke Solo hanya makan kuliner seperti sate atau soto. Tapi mereka kembali ke Jogja untuk urusan menginap di hotel. “Solo hanya dilewati untuk makan sate atau soto. Ini tidak bisa begitu terus,” kata dia.

Bapak dari Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah itu mengaku sudah berdiskusi dengan jajaran PHRI Solo beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pariwisata beberapa tahun ini dan menggagas ide pengembangannya.

Upacara Virtual Sumpah Pemuda BEM Nusantara Diganjar Rekor Muri

Penguatan Sektor Pariwisata

Dalam waktu dekat ini Gibran akan kembali bertemu dengan jajaran PHRI Solo untuk mempertajam pembicaraan yang sudah dilakukan. “Salah satu yang terdampak pandemi Covid-19 ini teman-teman seniman. Ke depan pekerja seni lebih diperhatikan,” urai dia.

Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan penguatan sektor pariwisata Solo yang bisa berdampak terhadap ekonomi masyarakat, termasuk seniman dan pekerja seni. Gibran juga mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Kongkretnya dengan selalu memakai masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan menjaga jarak atau mencegah terjadinya kerumunan massa. Dengan begitu angka pertambahan kasus Covid-19 di Solo bisa terus ditekan atau dikendalikan.

Tegakkan Protokol Kesehatan, Paguyuban Alun-Alun Wonogiri Bentuk Satgas

“Selama masa pandemi ini saya dan Pak Teguh berkomitmen selalu menjaga protokol kesehatan agar angka Covid-9 tidak terus bertambah. Sekarang ini pekerjaan rumah nya cuma dua, yaitu kesehatan masyarakat dan ekomoni masyarakat,” tutur dia.

Sedangkan Ketua Umum Relawan Nusantara Bangkit, Ivan Purba mengajak semua pihak peduli terhadap masyarakat terdampak pandemi Covid-19, termasuk para seniman. Kegiatan melukis bersama digelar sebagai bentuk kepedulian kepada mereka.

Selain itu kegiatan melukis bersama merupakan kampanye unik di masa pandemi Covid-19. “Kita semua tahu komunitas seniman terdampak pandemi Covid-19. Kami mengajak semua pihak untuk peduli nasib mereka sesuai kemampuan kita,” papar dia.

Berita Terbaru

Tidak Netral di Pilkada 2020, 84 ASN di Jateng Kena Sanksi

Solopos.com, SEMARANG -- Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah atau Bawaslu Jateng mencatat setidaknya ada 95 aparatur sipil negara atau...

Ombudsman Jateng Tuding KPU Kota Semarang Maladministrasi

Solopos.com, SEMARANG -- Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah atau ORI Jateng menuding KPU Kota Semarang telah melakukan maladministrasi....

Setelah Dinyatakan Positif Covid-19, 10 Anggota KPPS di Klaten Mengundurkan Diri

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah anggota penyelenggara pemilu memilih mengundurkan diri setelah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu mereka lakukan...

Waduh Biyung! 40-an Anggota Penyelenggara Pilkada Klaten Positif Covid-19

Solopos.com, KLATEN — Puluhan anggota penyelenggara Pilkada Klaten 2020 dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terkonfirmasi dari hasil rapid test...

Kampanye di Tengah Pandemi, Sri Mulyani Ajak Warga Jaga Kebugaran dengan Senam

Solopos.com, KLATEN — Calon bupati (cabup) Klaten nomor urut 1, Sri Mulyani, yang tengah sibuk kampanye di tengah pandemi...

Gubernur Minta Saksi di TPS Ikut Rapid Test, Pemkab Sragen Manut

Solopos.com, SRAGEN — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh saksi di tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pilkada 2020...

Rapid Test Anggota KPPS Sragen: 353 Reaktif, 442 Tak Ikut Karena Takut

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 353 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dinyatakan reaktif...

Debat Publik Pilkada 2020, Ini 5 Panelis Yang Disiapkan KPU Grobogan

Solopos.com, PURWODADI – Debat Publik Pilkada Grobogan 2020 bakal digelar di sebuah hotel di Kota Purwodadi dan disiarkan secara...

Debat Pilkada Sukoharjo : Wiwaha Soroti Sukoharjo Belum Punya GOR, Ini Faktanya

Solopos.com, SUKOHARJO -- Debat publik putaran kedua Pilkada Sukoharjo 2020 telah berlangsung di Hotel Brothers Solo Baru, Kamis (21/11/2020),...

Debat Pilkada Sukoharjo : Etik Sebut Angka Kemiskinan di Sukoharjo Turun, Benarkah?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon peserta Pilkada Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa (EA) dan Joko "Paloma" Santosa-Wiwaha Aji Santosa...