Fosil Monyet Berusia 6,4 Juta Tahun Ditemukan di China, Tertua di Luar Afrika
Fosil monyet berusia 6,4 juta tahun yang ditemukan di Yunan, China. (Daily Mail)

Solopos.com, BEIJING — Fosil primata monyet berusia 6,4 juta tahun di temukan dipertambangan di Yunan, China. Fosil ini diperkirakan menjadi tertua yang ditemukan di luar Afrika.

Dikutip dari Daily Mail, Rabu (14/10/2020), fosil yang ditemukan berupa tulang rahang bagian bawah dan tumit yang diyakini milik monyet betina. Profesor antropologi dari Universitas Negeri Penn, Nina G. Jablonksi, mengatakan penemuan tlang monyet itu sangat penting karena menjadi yang tertua ditemukan di luar Afrika.

Fosil monyet itu diperkirakan hidup pada masa yang sama dengan kera Asia. Fosil monyet betina itu juga diyakini dari spesies Jack of All Trade.

Alhamdulilah! Klaten 0 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Sembuh

Susunan gigi pada rahang bawah fosil monyet menunjukkan mereka memakan berbagai tanaman, buah dan, bunga. Hal menarik lainnya, monyet ini dapat memfermentasikan selulosa.

"[Monyet] itu memiliki usus yang mirip dengan seekor sapi," kata Jablonski.

Monyet-monyet ini bertahan hidup dengan memakan makanan yang mengandung selulosa tinggi. Makanan tersebut akan memberikan mereka cukup energi melalui fermentasi. Selanjutnya, fermentasi itu akan menghasilkan asam lemak dari bakteri.

Dengan sistem pencernaan yang unik, membuat monyet ini tidak memerlukan air cukup. Spesies ini bisa mendapatkan air hanya dari tumbuhan karena sistem percernaannya.

Dikira Koin, Warga Plupuh Sragen Temukan Stempel Kuno Zaman PB XI

Dari fosil tulang tumit monyet tertua yang ditemukan di luar Afrika ini, mereka diperkirakan dapat bergerak dengan gesit dan kuat di pepohonan maupun di tanah.

Kecanggihan alat geraknya ini berkontribusi dalam keberhasilan spesies monyet ini bermigrasi dari hutan Eropa ke Asia.

"Arti penting dari kalkaneus [sistem kaki] adalah menunjukkan bahwa monyet ini telah beradaptasi dengan baik untuk bergerak dengan gesit dan kuat baik di tanah maupun di pepohonan," kata Jablonski.

Bukti penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa spesies ini berasa dari Eropa Timur. Kemudian pada periode akhir Miosen, monyet purba ini melakukan migrasi ke Asia. Namun, belum diketahui pola migrasi monyet tersebut.

Periode akhir Miosen terjadi sekitar 23 juta hingga 5 juta tahun lalu. Periode akhir miosen merupakan perubahan lingkungan yang dramatis. Selama masa ini, hewan modern mulai muncul, seperti berang-berang dan rusa. Sedangkan, pada periode ini kera dan monyet di seluruh dunia menjadi punah, kecuali Afrika dan sebagian Asia Tenggara.

"Miosen akhir adalah periode perubahan lingkungan yang dramatis," kata Jablonski.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom