Dikira Koin, Warga Plupuh Sragen Temukan Stempel Kuno Zaman PB XI
Arif Budiman, 36, menunjukkan stempel kuno yang diperkirakan peninggalan zaman PB XI di rumahnya di Dukuh Kedungdowo, Desa Somomorodukuh, Plupuh, Sragen, Selasa (13/10/2020). (Solopos.com/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Sebuah stempel kuno yang diperkirakan pernah berlaku di Kasunanan Surakarta saat Paku Buwono XI berkuasa ditemukan terkubur di area persawahan di Dukuh Kedungdowo, Desa Somomorodukuh, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Stempel berbentuk lingkaran dan terbuat dari campuran perunggu dan perak itu memiliki berat sekitar 250 gram dengan diameter sekitar 4 cm. Pada stempel itu tertera tulisan Djatibatoer Ku Gemolong Son yang dicetak dalam posisi terbalik seperti stempel pada umumnya.

Pada stempel itu juga tertera gambar mahkota raja yang identik dengan mahkota raja pada logo Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Inspiratif! Paguyuban di Klaten Ini Dirikan Warung Makan Gratis di Tengah Pandemi

"Stempel ini ditemukan mertua saya saat mencangkul di sawah beberapa waktu lalu. Tadinya mertua saya mengira itu koin kuno, ia lalu membawa pulang. Sesampainya di rumah, benda itu dibersihkan hingga tulisan di permukaannya itu bisa terbaca," ucap Arif Budiman, 36, saat berbincang dengan Solopos.com di rumahnya, Selasa (13/10/2020).

Kesulitan

Arif yang memiliki ketertarikan pada cerita sejarah berusaha mencari tahu asal usul stempel kuno itu. Akan tetapi, dia merasa kesulitan untuk mengungkap cerita di balik stempel kuno itu secara utuh.

Sempat 0 Kasus Baru, Pasien Covid-19 di Klaten Langsung Tambah 8 Sehari

Djatibatoer sendiri merupakan ejaan lama dari Jatibatur yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Gemolong. Kebetulan, Desa Jatibatur berada tak jauh dengan Desa Somomorodukuh yang menjadi tempat tinggalnya. Sementara kata su dan son, kata dia, merupakan frase dalam bahasa Jepang.

"Logo mahkota itu lebih mirip logo keraton pada masa PB XI [yang berkuasa pada 1939-1945] . Masa pendudukan Jepang di Indonesia sendiri terjadi pada tahun 1942-1945. Jadi, bisa jadi stempel itu dibuat pada masa pendudukan Jepang di Indonesia yang bertepatan saat PB XI berkuasa," ujar Arif Budiman.

Arif masih menyimpan stempel itu di rumahnya. Tidak menutup kemungkinan, kata dia, ada orang lain yang juga menyimpan stempel kuno sejenis.

Dia berharap bisa menambah wawasan terkait cerita sejarah di balik stempel kuno itu secara utuh. "Kalau ada pemilik stempel sejenis malah bisa diajak bertukar pikiran. Kegunaan stempel kuno pada masa lalu itu untuk apa dan siapa yang membuatnya, sampai sekarang belum terungkap," paparnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom