Dulu Wabup, Rohadi Widodo Kini Jadi Wakil Ketua DPRD Karanganyar
Pimpinan DPRD Karanganyar periode 2019-2024 dilantik di ruang Paripurna DPRD Karanganyar pada Rabu (25/9/2019). (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Empat pimpinan DPRD Karanganyar periode 2019-2024 dilantik di Gedung DPRD setempat, Rabu (25/9/2019). Salah satunya adalah Rohadi Widodo.

Sebagaimana diketahui, Rohadi merupakan mantan Wakil Bupati Karanganyar yang mendampingi Bupati Juliyatmono pada periode 2013-2018. Pengambilan sumpah janji dilakukan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Ni Wayan Wirawati.

Selain Rohadi, tiga pimpinan DPRD Karanganyar periode 2019-2024 yang dilantik adalah Bagus Selo (Ketua), Anung Marwoko dan Tony Hatmoko (Wakil Ketua). Pelantikan dilakukan melalui Rapat Paripurna DPRD Karanganyar Masa Sidang I dengan acara Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Kabupaten Karanganyar masa jabatan tahun 2019-2024.

Rohadi yang sebelum pelantikan lebih banyak mengumbar senyum akhirnya mau membagi cerita seusai pelantikan.

"Semua tugas di mana pun sama. Hanya ada perbedaan sedikit. Kalau wabup eksekutif sebagai pelaksanaan kegiatan. Kalau DPRD mbaleni gawean lawas [mengulang pekerjaan lama]," kata Rohadi.

Ini kali ketiga Rohadi menjabat wakil rakyat di Karanganyar. Kali pertama pada periode 2004-2009 sebagai Ketua Fraksi PKS dan berada di Komisi A. Periode kedua pada 2009-2014 sebagai Wakil Ketua DPRD.

Tetapi dia tidak menyelesaikan masa jabatan itu karena mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Karanganyar pada Pilkada 2013 mendampingi Juliyatmono. Hasil Pilkada 2013 menyatakan Juliyatmono-Rohadi Widodo menang.

Dia hanya mendampingi Juliyatmono satu periode. Juliyatmono kembali menjadi Bupati Karanganyar periode 2018-2023 tetapi berpasangan dengan Rober Christanto.

Di sisi lain, Rohadi kembali menjadi legislator. Fungsi anggota DPRD adalah legislasi, anggaran, dan pengawasan.

"Rikuh pasti, sebagai manusia. Tetapi sebagai anggota DPRD harus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kerja eksekutif yang sudah baik didukung, yang kurang ya dikontrol dan dikritik," ujar dia.

Rohadi menyampaikan sejumlah persoalan yang harus menjadi prioritas eksekutif maupun legislatif adalah penanggulangan kemiskinan, kelanjutan pendidikan dari jenjang SMP ke SMA, dan mendorong pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, acara pelantikan sempat diwarnai adegan berbalas pantun antara Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Bagus meminta doa restu kepada masyarakat agar dapat mengemban amanah dengan baik. Dia mengajak seluruh anggota DPRD Kabupaten Karanganyar bersinergi dengan Pemkab Karanganyar.

"Semoga amanah yang diberikan dapat diemban dengan dedikasi dan pengabdian. Keberhasilan lima tahun ke depan kerja sama anggota DPRD dan pemkab. Saya berharap anggota DPRD lebih aspiratif dan kerja keras. Bergegas susun strategi dan melaksankan program prorakyat," ujar Bagus saat memberikan sambutan.

"Sebagai penutup perkenankan saya sampaikan sebuah pantun. Gudheg manggar teronge semur, jangan gudheg lawuhe iwak ati. Yen pengin Karanganyar makmur, DPRD kudu bersinergi karo bupati," tutur dia.

Juliyatmono membalas pantun itu. "Burung gelatik terbang ke Gunung Lawu. Selamat pimpinan telah dilantik, masyarakat menunggu kinerjamu," kata Bupati.

Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu mengaku spontan menyusun pantun setelah mendengar Ketua DPRD Karanganyar berpantun. Dia optimistis DPRD akan menjadi ruang gagasan karena dipegang orang-orang berpengalaman dan berjiwa muda.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho