Duh, Wonogiri Masuk Zona Merah Lagi
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/1/2021). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com,WONOGIRI -- Kabupaten Wonogiri kembali masuk zona merah dalam persebaran Covid-19. Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten itu juga terus bertambah.

Status zona merah itu menjadi kali kedua dialami Kabupaten Wonogiri selama pandemi Covid-19. Sebelumnya, Wonogiri untuk kali pertama masuk zona merah pada pertengahan Desember 2020. Kemudian pada awal Januari 2021, status persebaran Covid-19 di Wonogiri masuk zona oranye.

Sementara itu, berdasarkan website resmi Pemkab Wonogiri, kasus kumulatif Covid-19 Wonogiri mencapai 1.929 orang dengan kasus aktif sebanyak 260 orang. Pasien yang telah sembuh mencapai 1.591 orang. Dan pasien yang dinyatakan meninggal sebanyak 78 orang.

Dampak Pandemi, Proyek Gedung Perkantoran Wonogiri Rp320 Miliar Tertunda

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan kembalinya Wonogiri masuk zona merah sesuai prediksinya beberapa waktu lalu. Hal itu karena masih banyaknya spesimen hasil tes swab yang belum keluar.

"Sesuai dengan prediksi kami. Banyaknya tracing dan testing yang dilakukan berdampak pada penambahan jumlah spesimen yang dikirim ke laboratorium. Beberapa waktu lalu sudah sempat melandai. Namun ketika spesimen hasilnya sudah keluar dan hasilnya banyak yang terkonfirmasi positif, kini jadi zona merah lagi," kata Bupati di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (15/1).

Masyarakat Biar Paham

Bupati yang akrab disapa Jekek itu berharap kembalinya Wonogiri ke zona merah membuat masyarakat bisa memahami kebijakan Pemkab dalam rangka menekan angka Covid-19 di Wonogiri. "Kebijakan kami melarang hajatan, menutup obyek wisata dan ruang publik itu karena kondisinya masih mengkhawatirkan. Kami harapkan masyarakat paham bahwa kebijakan itu mendasari kondisi Covid-19. Buktinya saat ini Wonogiri masuk zona merah lagi," ungkapnya.

2 Hari PPKM, Warga Wonogiri Tertib Patuhi Aturan

Menyikapi hal itu, Jekek akan berkolaborasi dengan Polres dan Kodim 0728/Wonogiri untuk melakukan upaya pencegahan yang lebih masif. "Semua pihak harus berperan dan bertanggungjawab dalam penanganan Covid-19. Sehingga bisa menghasilkan interprestasi publik bahwa pandemi belum berakhir. Itu gol yang ingin kami capai," kata Jekek.

Pada bagian lain, ia membenarkan ada salah satu camat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, yang bersangkutan merupakan orang tanpa gejala. "Ya benar. Yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri karena tidak ada gejala. Saat ini kondisinya bagus. Dan masa isolasi sudah berjalan beberapa hari. Kami harapkan bisa segera beraktivitas lagi," ungkapnya.

Upaya tracing, menurut Jekek, sudah dilakukan. "Saya sudah menunjuk plt [pelaksana tugas] baru untuk sementara waktu menggantikan camat yang terkonfirmasi itu. Hal ini agar fungsi pelayanan tetap berjalan dan tetap pada koridor yang ada," kata Jekek.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom