Dampak Pandemi, Proyek Gedung Perkantoran Wonogiri Rp320 Miliar Tertunda
Pekerja membongkar gedung bekas Kampus Akademi Kebidanan Giri Satria Husada dan Kantor Yayasan Pendidikan Gajah Mungkur, Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Juli 2020. Pihak yayasan membongkarnya karena lokasi bangunan tersebut masuk kawasan yang akan dibangun kompleks gedung perkantoran terpadu. (Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Pembangunan gedung perkantoran terpadu di Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri akhirnya ditunda dampak pandemi Covid-19. Sedianya, proyek yang menelan anggaran Rp320 miliar itu dimulai tahun ini.

Penundaan itu untuk menghindari anggapan negatif masyarakat jika proyek fisik dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Seperti diketahui, anggaran proyek tersebut sangat besar.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum atau DPU Wonogiri, Bambang Agus Rinanto, menyampaikan saat pembahasan anggaran 2021 bersama DPRD disepakati proyek pembangunan kompleks perkantoran terpadu tahun ini ditiadakan. Realisasi proyek fisik 2021 ini belum memungkinkan mengingat Covid-19 masih mewabah.

Parah, Siswi SMP Wonogiri Dicekoki Miras Lalu Diperkosa Beberapa Pelajar

“Kegiatan fisik akan dilaksanakan setelah kondisi membaik. Entah 2022 atau kapan belum dapat dipastikan,” kata Bambang saat dihubungi Solopos.com, Kamis (14/1/2021).

Dia melanjutkan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau TAPD sebelumnya sudah membahas rencana penganggaran. Ada dua opsi, yakni proyek dikerjakan dalam setahun atau tiga tahun (multiyears). Pada akhirnya, proyek rencananya dilaksanakan selama tiga tahun. Lalu Covid-19 mewabah. Kemudian ada pemfokusan ulang anggaran untuk menangani Covid-19.

Refocusing Anggaran

Anggaran proyek pembangunan kompleks kantor terpadu 2020 turut kena refocusing . Hanya sebagian kecil kegiatan yang bisa dilaksanakan, seperti pembuatan detail engineering design atau DED dan analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal senilai lebih kurang Rp2 miliar.

Terungkap Modus Penipu Berkedok Petugas Survei Bansos di Wonogiri, Ngaku Polisi

“Dua kegiatan itu bisa tetap dijalankan karena waktu itu sudah kontrak. Kegiatan yang belum kontrak di-refocusing semua, seperti pematangan lahan dan sejenisnya senilai Rp2,5 miliar. Jadinya tidak bisa dilaksanakan,” imbuh Bambang.

Sesuai rencana awal, jika tidak ada kendala, tahun ini mulai mengerjakan proyek fisik. Proyek secara keseluruhan ditarget rampung 2023. Namun, penundaan proyek membuat rencana berubah. Jika diasumsikan proyek fisik dapat dimulai 2022 berarti kegiatan kemungkinan baru bisa rampung 2024.

Dampak Positif

Sebelumnya, Kepala Desa Bulusulur, Dwi Prasetyo, mengatakan kompleks gedung perkantoran terpadu akan membawa dampak positif, terutama bagi warga sekitar lokasi. Dampak positif yang paling menonjol adalah meningkatnya ekonomi warga. Namun, Pemerintah Kabupaten juga harus mengantisipasi dampak negatif saat proyek fisik terealisasi, seperti meningkatnya polusi udara akibat debu, lalu lintas padat karena bakal banyak kendaraan berat melintas, dan sebagainya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom