Kategori: Bisnis

Duh, Setengah Tahun Program Sejuta Rumah Baru Tercapai 18,7 Persen


Solopos.com/Newswire

Solopos.com, JAKARTA -- Pembangunan hunian pada program sejuta rumah tahun ini baru tercapai 18,7 persen hingga akhir Juni 2020.

Program itu awalnya ditargetkan bisa mencapai 1,25 juta unit pada 2020. Namun, akibat pandemi Covid-19, hingga hampir enam bulan berjalan baru 234.619 unit yang terealisasi atau 18,7 persen.

Berdasarkan data program sejuta rumah sampai 22 Juni 2020, dari total 234.619 unit rumah yang terbangun, 185.349 di antaranya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menanti Nasib Saham Produsen Taro Sragen di Bursa

Untuk MBR, perinciannya dari kementerian dan lembaga (K/L) membangun 50.863 unit dan pemerintah daerah 17.230 unit. Selain itu, pengembang rumah tapak 114.611 unit dan tanggung jawan sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) 2.645 unit.

Sementara itu, dari segmen non-MBR sudah terbangun 49.270 unit rumah dengan perincian 45.809 unit rumah tapak dan 3.641 unit rumah susun yang dibangun pengembang.

"Dari total PSR [program sejuta rumah] tahun ini, 79 persen untuk MBR dari target hanya 70 persen. Dan 21 persen oleh non-MBR dari target 30 persen," kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid, kepada Bisnis.com, Jumat (3/7/2020).

14 Tempat Ibadah di Solo Siap Sambut New Normal, Mana Saja?

Pembangunan Perumahan Terbanyak di Pulau Jawa

Adapun, pembangunan rumah terbanyak masih didominasi di Pulau Jawa. Di provinsi lain seperti Aceh, Riau, dan Nusa Tenggara Barat terbangun lebih dari 10.000 unit rumah untuk tiap-tiap provinsi.

"Progres program sejuta rumah ini mengalami perlambatan karena pandemi. Harapannya Juli sudah mulai ada perkembangan positif," kata Khalawi.

Dia menambahkan bahwa kementerian juga sudah menyiapkan tim untuk percepatan progres pembangunan hunian dalam program sejuta rumah.

Mengintip Payudara Pelanggan, Karyawan Starbucks Akhirnya Dipecat

Sementara itu, pengembang diminta meningkatkan pembangunan rumah untuk masyarakat. Khalawi menyatakan hal itu diperlukan untuk mendorong pelaksanaan program sejuta rumah serta meningkatkan perekonomian masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19.

"Kami berharap para pengembang properti di Indonesia bisa bangkit kembali melaksanakan pembangunan rumah untuk masyarakat di seluruh Indonesia jelang pelaksanaan new normal di sektor perumahan di Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, pertengahan Juni 2020.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan pengembang dalam pelaksanaan program ini sangat penting mengingat pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan rumah. Untuk itu, dibutuhkan peran aktif pengembang dalam pembangunan perumahan.

Nasabah Bank Ini Curhat Terganggu Debt Collector, Sehari Ditelepon 230 Kali

Share
Dipublikasikan oleh
Tika Sekar Arum