Duh! Sedikitnya 52 Desa di Wonogiri Terdampak Serangan Kera Ekor Panjang

Warga dan petani di Wonogiri resah dengan serangan hama kera ekor panjang.

 Kera ekor panjang masuk ke pemukiman dan mengambil buah mangga di Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Kamis (29/9/2022). Kera ekor panjang dikeluhkan petani dan warga lantaran merusak tanaman pertanian di Wonogiri. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

SOLOPOS.COM - Kera ekor panjang masuk ke pemukiman dan mengambil buah mangga di Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Kamis (29/9/2022). Kera ekor panjang dikeluhkan petani dan warga lantaran merusak tanaman pertanian di Wonogiri. (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

Solopos.com, WONOGIRI — Warga dan petani di Wonogiri resah dengan serangan hama kera ekor panjang. Kawanan kera ekor panjang itu menjarah lahan pertanian hingga masuk ke pemukiman warga.

Desa-desa di Wonogiri yang wilayahnya berada dekat dengan hutan sering menjadi sasaran hewan dengan nama latin Macaca Fascicularis itu. Kera ekor panjang biasanya datang bergerombol pada pagi atau siang hari.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Sasaran kera-kera itu lahan pertanian milik warga, seperti jagung, ketela, padi, tanaman buah di pemukiman. Akibatnya, tanaman pertanian itu gagal panen. 

Pantauan Solopos.com di Desa Sendang, Rabu (28/9/2022) siang, kawanan kera ekor panjang itu masuk ke pemukiman warga. Hewan tersebut mengambil berbagai buah-buahan di pohon di pekarangan warga. 

Kepala Desa (Kades) Sendang, Sukamto Priyowiyoto, mengatakan kera ekor panjang sudah lama menjadi hama bagi warga Desa Sendang. Kera ekor panjang menjarah tanaman pangan seperti singkong, jagung, buah-buahan, dan lainnya. 

Baca Juga: Berkat Irigasi Perpipaan, Petani Puhpelem Wonogiri Nikmati Panen Raya Jagung

Jumlah kera ekor panjang itu tak terhitung. Hingga sekarang, sudah ada 12 dusun yang terdampak keberadaan kera ekor panjang itu.

“Itu jelas meresahkan warga, sering kali bikin petani gagal panen. Kera-kera itu senang mengambil tanaman singkong milik petani. Kera ekor panjang juga sering masuk pemukiman cari makanan,” kata Sukamto saat ditemui Solopos.com di Kantor Kepala Desa Sendang, Rabu (28/9/2022).

Salah satu warga Desa Sendang Ijo, Kecamatan Selogiri, Faisal, mengungkapkan hal serupa. Banyak petani yang merasa dirugikan lantaran tanaman mereka dirusak kera ekor panjang. Kera-kera itu sering turun dari hutan jika tanaman pangan sudah mulai masak. 

“Banyak petani yang mengeluhkan itu. Tanaman mereka jadi rusak. Kera-kera itu sulit dikendalikan. Setiap tahun ada terus. Malah semakin banyak,” ujar dia.

Baca Juga: Lakukan Kombinasi Pertanian! Cara Sukses Jadi Petani Ala Ketua KTNA Wonogiri

Salah satu wilayah penghasil sayuran di Wonogiri, Desa Setren, Kecamatan Slogohimo pun turut menjadi sasaran penjarahan kera ekor panjang.

Sekretaris Desa (Sekdes) Setren, Tarso, menyampaikan lahan pertanian sayur di desanya kini seluas 10 ha. Luas itu menyusut dari tahun-tahun sebelumnya lantaran banyak hama kera yang menyerang tanaman hortikultura di sana.

“Banyak kethek [kera] yang merusak lahan-lahan pertanian sayuran. Petani juga bingung bagaimana cara menanggulangi itu. Kera-kera itu pintar. Mengambil sayuran waktu enggak ada orang,” ucap Tarso.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Wonogiri, Bambang Haryanto, membenarkan hal tersebut. Hama monyet ekor panjang itu sudah menyebar di beberapa wilayah di Wonogiri. Kejadian seperti itu sudah berlangsung sejak lama dan tidak mengenal musim.

Baca Juga: Sentra Kopi di Wonogiri Ternyata Ada di 8 Kecamatan, Ini Daftarnya

Dulu, kera ekor panjang masuk ke lahan pertanian dan pemukiman saat kemarau saja. Sekarang, serangan hama kera ke lahan pertanian warga dilakukan, baik di musim kemarau atau penghujan.

BPBD Wonogiri sudah beberapa kali menyurati Balai Konservasi Sumber Daya Alam  (BKSDA) Jawa Tengah terkait penanganan kera ekor panjang tersebut. Namun, BPBD Wonogiri tidak mendapatkan kejelasan jawaban. 

“Jawaban BKSDA mengambang, malah membuat kami bingung. Mereka hanya bilang bahwa kera ekor panjang bukan termasuk hewan yang dilindungi. Itu saja. Padahal yang kami inginkan itu langkah konkret mengendalikan kera-kera itu,” kata Bambang saat ditemui Solopos.com di Kantor BPBD Wonogiri, Kamis (29/9/2022).

Sampai saat ini, sudah ada 14 kecamatan, 52 desa, dan 234 dusun/lingkungan yang telah melaporkan hama kera ekor panjang kepada BPBD Wonogiri. Dia meyakini masih banyak wilayah di Wonogiri yang terkena dampak kera ekor panjang namun belum melaporkan.

Baca Juga: Manusia dan Ternak Berbagi Lewat Secuil Brem Wonogiri

Kerugian akibat penjarahan kera panjang mencapai ratusan juta rupiah. BPBD Wonogiri telah berupaya memitigasi kejadian itu dengan menanam tanaman buah-buahan yang sekaligus mencegah bencana longsor di kawasan hutan. Hal itu agar kera hanya memakan hasil buah yang ada di kawasan hutan. 

Hanya, upaya itu merupakan upaya jangka panjang. Sementara, perkembangbiakan kera relatif cepat sehingga upaya tersebut belum dapat menanggulangi kera tersebut. 

“Jujur saja, kami juga bingung bagaimana cara menangani itu. Di beberapa tempat, petani sampai bawa anjing untuk menjaga tanamannya. Saya pernah melihatnya langsung,” ujar dia.

Menurut Bambang, kera-kera itu menjadi hama bagi warga lantaran persediaan makanan di habitat aslinya sudah berkurang atau bahkan sudah tidak ada.

Baca Juga: 1.000 Cup Kopi Dibagikan Gratis di Festival Kopi dan Batik Wonogiri

“Makanya kera-kera itu nekat mencari makan dengan turun ke lahan pertanahan dan pemukiman warga,” katanya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Syiar Kedamaian, Komunitas Ini Bagikan Ratusan Kaus dan Bunga di Solo Baru

      Community Masyarakat Solo Cinta Damai melakukan aksi sosial membagi ratusan kaus, bunga, dan stiker, di traffict light kawasan The Park Mall Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jumat (9/12/2022).

      Selamat! Gerakan Literasi Sukoharjo Tembus Top 45 Kompetisi Inovasi Nasional

      Inovasi gerakan literasi Sukoharjo (Gelis) yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sukoharjo mendapatkan penghargaan bergengsi Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP).

      Di Dayu Karanganyar, Jejak Sungai Besar Purba Ditemukan

      Di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menyimpan jejak sungai besar purba yang terekam dalam salah satu lapisan tanahnya.

      Sejumlah Plafon Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo Jebol, Perbaikan Dianggarkan 2023

      Sejumlah atap plafon di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo jebol. Sementara pemerintah menganggarkan perbaikan pada 2023.

      Buruh Sukoharjo Minta Para Pengusaha Jalankan Struktur Skala Upah

      Ketua Asosiasi Serikat Buruh Sukoharjo dan Ketua Partai Buruh Sukoharjo, minta pengusaha menjalankan skala upah.

      Profil Taufik M Widodo, MC Acara Ngunduh Mantu Nikahan Kaesang-Erina di Solo

      Taufik M Widodo yang merupakan penyiar senior RRI Solo didapuk menjadi master of ceremony atau MC pada rangkaian acara ngunduh mantu nikahan Kaesang-Erina.

      Pengumuman! Pilkades Serentak 67 Desa di Klaten Paling Cepat Digelar Juli 2023

      Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Klaten pada 2023 direncanakan digelar antara Juli-Agustus 2023.

      Arus Lalu Lintas Solo akan Dipantau Drone Polri saat Nikahan Kaesang-Erina

      Polda Jateng mengerahkan drone untuk memantau situasi arus lalu lintas di Solo saat acara nikahan Kaesang-Erina, sekaligus penindakan pelanggaran dengan sistem ETLE.

      Ada Alpukat Jumbo di Lereng Merapi Klaten, Harganya Sempat Tembus Rp40.000/Kg

      Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang merintis kampung alpukat.

      Akhirnya, BLT Sapu Jagat Karanganyar Tahap I Rp1,353 Miliar Cair

      Pemkab Karanganyar akhirnya mencairkan BLT Sapu Jagat untuk ratusan penerima. Mereka menjanjikan ada penyaluran BLT tahap kedua sebelum akhir tahun dengan sasaran yang berbeda.

      Sah! Pasangan Penghayat Kepercayaan Ini Resmi Menikah di Jatisrono Wonogiri

      Hujan deras membalut suasana sakral perkawinan Nanda Linduarda, 23 dan Iqas Cahyaning Suwartini, 20, di Sanggar Candi Busana, Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Selasa (6/12/2022).

      Bocah Balita Telantar di Sragen Dapat Tawaran Bantuan Operasi Bibir Sumbing

      Anak balita yang ditemukan telantar di bawah overpass tol Sragen-Ngawi di Ngrampal, Sragen kini masih dirawat di RSUD Sragen. Ada sejumlah yayasan yang menawarkan bantuan operasi bibir sumbung si anak.

      Pemkab Sragen Kini Punya Aplikasi yang Bisa Awasi Hibah untuk Tempat Ibadah

      Bagian Kesra Setda Sragen kini memiliki aplikasi yang bisa memantau dan mengevaluasi penyaluran bantuan hibau untuk tempat ibadah. Namanya Sinapati Plus.

      Dijual Rp9.500/Kg, 3,5 Ton Beras di Pasar Murah Tasikmadu Ludes dalam 1 Jam

      Dispertan PP Karanganyar untuk kali ketiga menggelar pasar murah sejumlah kebutuhan pokok. Kali ini digelar di Kantor Kecamatan Tasikmadu.

      Ketika Spanduk Bergambar Ganjar Pranowo Mendadak Bertebaran di Jalan Solo-Jogja

      Satpol PP dan Damkar Klaten mencopoti ratusan spanduk dan banner liar yang bertebaran di sepanjang ruas jalan raya Solo-Jogja.