Dorong Kreativitas Mahasiswa, ITS Surabaya Tumbuhkan Semangat Kompetisi

Upaya untuk mendorong mahasiswa berprestasi terus dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mahasiswa diarahkan ke ajang kompetisi nasional maupun internasional.

 Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Agus Muhamad Hatta. (Tangkapan Layar Youtube)

SOLOPOS.COM - Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Agus Muhamad Hatta. (Tangkapan Layar Youtube)

Solopos.com, SOLO — Upaya untuk mendorong mahasiswa berprestasi terus dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mahasiswa diarahkan ke ajang kompetisi nasional maupun internasional.

Hal itu diungkapkan Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Agus Muhamad Hatta, saat menjadi salah satu narasumber dalam Webinar Spesial Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional dengan tema Pendidikan Inovatif, Panutan di Era Pemulihan, yang digelar Solopos Media Group (SMG) dan disiarkan di Youtube Espos Live, Jumat (20/5/2022).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Mahasiswa memiliki wadah mengembangkan diri. ITS memiliki kewajiban menyiapkan fasilitas ruang dan waktu, sehingga di kampus ini 24 jam bisa menjadi ruang beraktivitas. Di ITS juga ada dosen-dosen mendampingi mahasiswa menciptakan inovasi dan mengikuti kompetisi. Ada atmosfir untuk inovasi, kolaborasi, kompetisi yang terus ditempa di ITS,” kata dia.

Disebutkan, ITS menjadi perguruan tinggi yang mendukung agenda nasional. Termasuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dan mendukung hilirisasi produk perguruan tinggi yang bermanfaat untuk masyarakat luas.

Baca Juga: Webinar RS Indriati-Solopos: Olahraga Sesuai Kondisi, Ubah Gaya Hidup Kunci Jantung Sehat

Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Praptono, dalam webinar tersebut menyampaikan dalam konsep merdeka belajar, yang saat ini digaungkan pemerintah, guru memang dituntut bisa melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid.

“Kata kunci dari merdeka belajar adalah guru Indonesia bisa melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid,” kata dia.

Dia menjelaskan, setiap guru di Indonesia harus mengenal betul apa potensi, bakat bahkan kekhususan muridnya. Dengan pemahaman yang baik terhadap kemampuan dasar murid, diharapkan guru bisa merencanakan, melaksanakan dan mengevakluasi pembelajaran yang mereka lakukan dan kemudian terukur dengan jelas capaian hasil belajar muridnya.

“Maka kami mengharapkan benar guru Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus belajar dan meningkatkan potensinya,” jelas dia.

Baca Juga: Guru Kreatif, Begini Cara Ribut Santoso Dorong Muridnya Percaya Diri

Dia juga mengajak para guru di Indonesia memiliki budaya refleksi. Ketika guru sudah bisa merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi, selanjutnya harus bisa menemukan kemajuan besar apa yang didapat muridnya.

Di situ guru juga bisa memetakan kesulitan dan hambatannya, sehingga memiliki inovasi untuk mengatasinya. Selain itu guru juga bisa ikut mengembangkan sekolah dengan melibatkan orang tua serta menjalankan kode etik profesi secara optimal.

Dijelaskan, untuk mewujudkan hal itu, kementerian terus membawa teori perubahan yang fokus pada penguatan SDM.

“Pelatihan guru menjadi program porioritas saat ini. Dilakukan melalui pendidikan guru penggerak. Bukan hanya menciptakan guru profesional, tapi juga bisa menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah yang menerapkan kurikulum Pendidikan,” kata dia.

Baca Juga: Saat Guru Mengajar dengan Hati, Potensi Siswa Bisa Tergali

Sekolah model kini juga diciptakan melalui sekolah penggerak agar sekolah-sekolah lain memiliki percontohan bagaimana mewujudkan sekolah nyaman, menyenangka dan inklusif. Begitu juga dengan komunitas belajar yang terus dikembangkan. Menurutnya semua pihak memiliki tanggung jawab agar anak-anak memiliki kekuatan literasi yang kuat.

Disebutkan saat ini telah dihasilkan lulusan angkatan 1 dan 2 untuk guru penggerak dengan jumlah 5600 orang. Ditargetkan pada 2024 bisa mencapai 400.000 guru. Selain itu dia menyebutkan saat ini sudah ada 143.000 satuan pendidikan di Indonesia yang telah menyatakan siap dan ingin menerapkan kurikulum merdeka.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

+ PLUS Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

Kondisi global seperti Perang Rusia-Ukraina dan larangan ekspor gandum oleh India telah berdampak pada meningkatnya harga dan pasokan gandum lokal, yang dikhawatirkan berpengaruh pada produksi makanan olahan gandum, lalu bagaimana peluang budidaya di Indonesia?

Berita Terkini

Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

Kondisi global seperti Perang Rusia-Ukraina dan larangan ekspor gandum oleh India telah berdampak pada meningkatnya harga dan pasokan gandum lokal, yang dikhawatirkan berpengaruh pada produksi makanan olahan gandum, lalu bagaimana peluang budidaya di Indonesia?

Pemprov DKI Evaluasi Kerja Sama dengan ACT, Bakal Diputus?

Pemprov DKI menggandeng ACT untuk beberapa program di antaranya gerakan membantu UMKM DKI.

Siapa Capres yang Diusung KIB di Pilpres 2024? Ini Jawaban Ketum Golkar

Airlangga Hartarto pernah menyampaikan KIB memprioritaskan kader anggotanya sendiri untuk bisa diusung dalam Pilpres 2024.

Airlangga: Penanganan Covid-19 RI Lebih Baik dari Negara Lain di Dunia

Dalam ratas juga disampaikan 7-day moving average kasus Covid-19 Indonesia yang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa negara di dunia.

Bertemu Menko Airlangga, Ini Harapan Pembalap Mario Aji

Harapan terus mendapatkan dukungan pemerintah itu diungkapkan Mario Aji saat bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Hikmah Nostalgia Bersama Mahakarya Pembesar Sastra Indonesia

Nostalgia bersama mahakarya pembesar sastra Indonesia mengingatkan bahwa sastra bukan hanya tentang susunan kata dan kalimat berbunga-bunga.

Menilik Fasilitas Mewah Haji Furoda Tanpa Antre Berbiaya Rp300 Juta

Sejumlah fasilitas mewah ditawarkan kepada calon haji furoda tanpa antre dengan biaya mulai Rp225 juta hingga Rp300 juta.

Diduga Mutilasi Anak Kandung, Ayah Terancam Penjara 15 Tahun

Arharubi, 42, terancam hukuman 15 tahun karena diduga tega memutilasi anak kandungnya sendiri yang berusia 10 tahun.

Sejarah Hari Ini: 4 Juli 1776 Kemerdekaan Amerika Serikat

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 4 Juli.

Boyolali Jadi Daerah Wabah, Berapa Total Ternak Suspek PMK?

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Total ternak suspek PMK di Boyolali saat ini sekitar 4.642.

Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

Kelainan genetik yang berujung meninggalnya bayi seusai dilahirkan merupakan salah satu dampak buruk dari hasil hubungan sedarah atau inses.

Iduladha di Indonesia & Arab Saudi Berbeda, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Di bawah ini terdapat penjelasan ilmiah terkait perbedaan Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi menurut Kementerian Agama RI.

Mengembalikan Musik Metal ke Jantung Klenengan

Rencana konser grup band rock progresif Dream Theater dan rencana penyelenggaraan lagi Rock in Solo pada 2022 layak disebut ikhtiar mengembalikan musik metal ke jantung klenengan.

Kenapa Iduladha 2022 di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda?

Kira-kira kenapa Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi jatuh pada tanggal yang berbeda? Ini jawaban dan penjelasan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Ridwan Kamil dan Komunikasi Politik Menuju 2024

Pengelolaan citra atau image management yang dilakukan oleh Ridwan Kamil terlihat unik.