Diyakini Bekas Lautan Purba, Air Sumur di Tawangrejo Klaten Terasa Asin

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Selama ini warga mengandalkan pasokan air dari sumur Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

 Ilustrasi laut. (pixabay.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi laut. (pixabay.com)

Solopos.com, KLATEN—Kualitas air sumur dangkal atau sumur gali di wilayah Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Klaten, berasa payau atau asin dan berkapur. Konon, desa tersebut dan wilayah sekitarnya merupakan bekas lautan purba.

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Selama ini warga mengandalkan pasokan air dari sumur Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Selain itu, warga masih mencukupi air bersih mengandalkan dari para penyalur air.

Salah satu penyalur air bersih di wilayah Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Wahyudi, 40, mengatakan selama 10 tahun terakhir menjalankan usaha penyalur air bersih melayani warga di wilayah Bayat dan Cawas. Sumber air bersih berasal dari mata air yang ada di Kecamatan Kebonarum.

Baca Juga: 727 Peserta Tak Lolos CBT Seleksi Perangkat Desa Wonogiri

“Sumber air dari Umbul Brintik. Air diantar menggunakan tangki dengan tarif per tangki Rp250.000 kemudian ditampung dalam bak,” kata Wahyudi saat ditemui di Desa Tawangrejo, Kamis (9/12/2021).

Dalam sehari, Wahyudi melayani pembelian air bersih sebanyak 150 jeriken ukuran 20 liter. Per jeriken dikenai tarif Rp3.000 dan diantar ke masing-masing rumah warga. Rata-rata setiap keluarga membeli air bersih hingga 10 jeriken yang cukup untuk kebutuhan rumah tangga sekitar 10 hari.

Wahyudi mengatakan ada tiga pelaku usaha penyalur air bersih menggunakan jeriken di wilayah Bayat. Soal permintaan air bersih ketika musim hujan, dia mengatakan tak mengalami penurunan.

Baca Juga: Seleksi Perangkat Desa Wonogiri Terhenti 40 Menit, Peserta Sempat Panik

Wahyudi menjelaskan sebagian warga di Bayat terutama di Tawangrejo mengandalkan kebutuhan air bersih sehari-hari dari para penyalur jasa air bersih. Hal itu karena air sumur rata-rata berasa asin. “Air dari sumur banyak mengandung kapur dan berasa asin,” kata dia.

Dia mengakui di beberapa wilayah sudah dibangun sumur Pamsimas. Hanya, sebagian warga memanfaatkan air Pamsimas tersebut untuk kebutuhan mandi serta mencuci. Warga masih mengandalkan kebutuhan air konsumsi dan memasak dari para penyedia jasa penyalur air bersih.

Kepala Desa Tawangrejo, Susanta, mengatakan tak sulit untuk mendapatkan air dari sumur dangkal di desa stempat. Namun, mayoritas air yang keluar dari sumur dangkal berasa asin serta berkapur. “Rata-rata kedalaman sumur gali 7-10 meter. Tetapi air yang keluar berasa payau dan berkapur,” kata dia.

Baca Juga: Meteran Listrik Disambar Petir, Air Bersih Desa Tawangrejo Klaten Macet

Susanta menjelaskan upaya untuk mendapatkan sumber air bersih di bawah tanah desa setempat. Tetapi, tak semua upaya itu bisa mendapatkan air layak konsumsi.

Pamsimas

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tawangrejo, Abadi, menjelaskan ada lima lokasi sumur Pamsimas di Desa Tawangrejo yang selama ini memasok kebutuhan air warga di Tawangrejo. Tak semua sumur Pamsimas itu memiliki kualitas air bagus.

“Yang bagus kualitas air sumur Pamsimas di Dukuh Jetis. Pernah dilakukan pemeriksaan ke laboratorium kalau air dari sumur ini sebenarnya aman ketika dikonsumsi langsung,” kata Abadi.

Baca Juga: Sukarelawan Boyolali Kirim Sayuran ke Kawasan Gunung Semeru

Disinggung kualitas air dari sumur dangkal yang selama ini dibikin warga, Abadi juga menjelaskan berasa asin serta berkapur. Alhasil, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan air bersih dengan menggali sumur yang lebih dalam melalui Pamsimas.

Konon, wilayah Tawangrejo dan sekitarnya pada zaman purba merupakan lautan. “Konon dulunya laut. Kemudian banyak air laut yang terjebak di dalam tanah sehingga air yang ada di dalam tanah berasa asin,” kata dia.

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Penyebab Truk Ngglondor Hantam Kontainer di Tanjakan Keboan Boyolali

Evakuasi truk yang terlibat kecelakaan sempat mengalami kendala karena barang bawaan truk tronton tidak mudah dievakuasi dan terkendala cuaca.

Komunitas Isuzu Panther Soloraya Jadi Duta Wisata Karanganyar

Komunitas Isuzu Panther Soloraya menjadi duta wisata yang membantu mempromosikan tempat-tempat pariwisata Karanganyar.

Atit Novitasari Berpulang, Klaten Kehilangan 16 Kades Aktif

Sebelum kades Glagahwangi, Atit Novitasari, meninggal dunia, jumlah kades aktif yang meninggal dunia telah mencapai 15 orang.

Gibran Dilaporkan ke KPK, Legislator DPRD Solo: Laporkan Balik

Wakil Ketua DPRD Solo Taufiqurrahman menilai perlu untuk Gibran dan Kaesang yang telah dilaporkan ke KPK untuk melaporkan balik si pelapor.

Sampah Kayu di Kali Buntung Sukoharjo Bersih Usai Dikeruk Alat Berat

Proses pengerukan sampah kayu di Jembatan Cendini selama sekitar tiga jam dan akhirnya aliran air Kali Buntung kembali lancar.

Kabar Duka, Kades Glagahwangi Klaten Berpulang pada Usia 41 Tahun

Kades Glagahwangi, Polanharjo, Klaten, Atit Novitasari, meninggal dunia di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, Selasa (18/1/2022) pukul 09.00 WIB.

Soal Bank Sampah di Tiap RW untuk Papi Sarimah, DLH Solo: Dikaji Dulu!

Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Solo menyatakan perlu dikaji dulu soal usulan satu bank sampah di tiap RW untuk mendukung program Papi Sarimah.

Ketimpangan Pengeluaran dan Pengaruh Buta Huruf Terhadap Kemiskinan

Angka ketimpangan pengeluaran dan rasio angka buta huruf dan pengaruhnya terhadap kemiskinan.

Ternyata Ada Jembatan Amien Rais di Klaten, Ini Lokasinya

Jembatan itu kerap disebut dengan nama Jembatan Amien Rais lantaran pengecoran jembatan dilakukan warga memanfaatkan gelontoran bantuan dari tim Amien Rais kala menjadi capres pada Pilpres 2004.

Overpass DI Pandjaitan Diharap Kelar Sebelum Rel Layang Joglo Dimulai

Dishub Solo berharap pengerjaan peninggian overpass di Jl DI Pandjaitan, Ngemplak, Banjarsari, bisa selesai sebelum rel layang Joglo dan perbaikan viaduk Gilingan dimulai.

Kejari Karanganyar Tuntut 2 Pelaku Kekerasan Seksual Bayar Ganti Rugi

Kejari Karanganyar tahun ini menuntut dua terdakwa kasus kekerasan seksual dengan membayar ganti rugi (restitusi) kepada korban selain menuntut hukuman penjara dan denda.

Jembatan Kereta Zaman Belanda di Klaten Kini Jadi Penghubung 2 Desa

Jembatan penghubung antara Desa Mranggen dengan Desa Blimbing merupakan bekas jalur kereta pengangkut tebu pada era kolonial Belanda.

PT Swasta Tak Bisa Lagi Digandeng Jadi Penguji Seleksi Perdes di Sragen

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ingin ke depan seleksi perangkat desa (perdes) hanya bekerja sama dengan peguruan tinggi negeri dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) si Jogja.

Polemik Pasar Mebel Gilingan Solo, Gibran Siap Ajak Ngobrol Pedagang

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan siap berdialog dengan pedagang Pasar Mebel Gilingan terkait rencana pembangunan sentra IKM.

Laris Banget, Warung Sate di Sragen Ini Habiskan 55-60 Kelinci/Hari

Warung sate kelinci Pak Peng di Jl. Maospati-Solo, Lemah Abang, Sambungmacan, Sragen ramai dikunjungi pembeli. Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, pernah makan sate di sini.