Dispar Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Pelaku Usaha Buruan Daftar!

Dinas Pariwisata Kota Solo memfasilitasi pelaku usaha dan kantor instansi untuk pengajuan kode batang atau QR Code PeduliLindungi.

 Pengunjung mal memindai barcode sebelum masuk mal di Solo beberapa waktu lalu. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut penggunaan barcode aplikasi PeduliLindungi telah menyentuh angka 8 juta dalam sehari. Selain itu platform ini telah diakses lebih dari 50 juta kali per hari baik melalui aplikasi maupun website. (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Pengunjung mal memindai barcode sebelum masuk mal di Solo beberapa waktu lalu. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut penggunaan barcode aplikasi PeduliLindungi telah menyentuh angka 8 juta dalam sehari. Selain itu platform ini telah diakses lebih dari 50 juta kali per hari baik melalui aplikasi maupun website. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Solo ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memfasilitasi pengajuan kode batang atau QR Code aplikasi PeduliLindungi bagi pelaku usaha, instansi, dan kantor mulai Rabu (22/9/2021).

Pengajuan izin dari pelaku usaha itu selanjutnya dikirim ke Kemenkes untuk diproses. Jika persyaratan terpenuhi lengkap, dalam waktu lima hingga tujuh hari kerja QR Code PeduliLindungi akan dikirim melalui email pemohon.

Plt Kepala Dispar Solo, Aryo Widyandoko, mengatakan instansinya ditunjuk Kemenkes untuk mengoordinasi seluruh permintaan kode batang PeduliLindungi. “Enggak hanya usaha kafe, restoran dan sejenisnya, tapi seluruh usaha, juga instansi dan perkantoran,” katanya kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Aryo menyampaikan aplikasi tersebut menghitung kapasitas gedung maupun tempat usaha tertentu sehingga apabila pengunjung yang datang melebihi kapasitas akan ditolak masuk. Selain itu, aplikasi juga berfungsi melacak persebaran Covid-19.

Partisipasi masyarakat sebagai pengguna aplikasi sangat penting dengan membagikan data lokasi saat bepergian. Dengan begitu memudahkan penelusuran riwayat kontak dengan pasien Covid-19.

“Kami menyusun prosedur pendaftaran untuk memudahkan mereka. Semua kantor, instansi, dan usaha butuh kode batang itu agar terdaftar dan terlacak di aplikasi,” jelasnya.

Baca Juga: Berstatus Ayah-Anak, Gibran Ternyata Juga Mesti Buat Janji Dulu untuk Ketemu Presiden Jokowi

Mekanismenya, pelaku usaha, kantor instansi dan lainnya bisa mendaftar dengan mengisi form digital melalui link https://bit.ly/qrcodesurakarta. Seusai mengisi form pendaftaran digital, bagi pemohon yang sudah memiliki izin usaha, akan diberi form isian dari Kementerian Kesehatan melalui alamat email pemohon.

Jadi dalam 5-7 Hari Kerja

Sedangkan bagi yang belum memiliki izin usaha akan disurvei terlebih dahulu oleh tim Dispar. “Untuk yang belum punya izin usaha disurvei dulu, tapi untuk yang sudah punya usaha, data yang dikirim langsung kami naikkan [ke Kemenkes]. Kalau berkasnya lengkap termasuk izin usaha, prosesnya lebih cepat karena tidak butuh survei. Setelah data kami naikkan, prosesnya sekitar 5-7 hari kerja,” ucapnya.

Aryo mengakui saat pemerintah meminta setiap tempat usaha menggunakan aplikasi PeduliLindungi, banyak pelaku usaha yang kebingungan. Mereka tidak mengetahui cara mendaftar maupun siapa yang harus dihubungi untuk mendapatkan kode batang.

Baca Juga: Blusukan Gang Sempit Solo Temui UMKM, Airlangga Hartarto Didoakan Jadi Presiden

“Alhamdulillah, kami mendapat tugas dari Kemenkes itu semoga bisa membantu kelancaran semua. Untuk sementara kami pasif, tidak jemput bola, kecuali yang belum berizin kami survei terlebih dahulu bagaimana protokol kesehatannya,” kata Aryo.

Salah satu pelaku usaha kafe di Solo, Ganang, mengaku belum menerapkan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung, mengingat tak semua orang memiliki ponsel cerdas. Namun, ia mendukung kebijakan itu guna melacak riwayat perjalanan pengguna.

Dengan begitu pemerintah juga bisa melacak pengguna apabila di salah satu lokasinya ditemukan pengguna lain yang terpapar Covid-19. “Saya belum mengetahui kami bisa mendaftar aplikasi itu lewat Dispar. Tapi, pemerintah wajib sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut. Manfaatnya bagi pengunjung maupun pelaku usaha,” ucapnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

Transaksi Pasar Tradisional di SGS 2021 Tinggi, Panitia Beri Apresiasi

Panitia SGS 2021 menyebut transaksi di pasar tradisional Solo cukup besar sehingga panitia akan menyiapkan apresiasi khusus.

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.

Penggunaan Sumur Sibel oleh Petani Jaten Tak Terkendali, Ini Bahayanya

Jumlah petani di Jaten, Karanganyar, yang menggunakan air sumur submersibel (sibel) dinilai terlalu banyak sehingga mengancam ketersediaan air tanah.

Operasi Pangan Murah dan Gratis Digelar di Masjid Al Falah Sragen

Operasi Pangan Murah dan Gratis ini digelar di Masjid Raya Al Falah Sragen untuk meringankan beban masyarakat setelah dihantam pandemi Covid-19 selama lebih dari satu tahun.