Diperpanjang, Siswa Sekolah Boyolali Belajar di Rumah Hingga 30 April
Ilustrasi pendidikan SMP. (Solopos/Wishnu Paksa)

Solopos.com, BOYOLALI -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali kembali memperpanjang waktu belajar di rumah bagi siswa sekolah hingga 30 April 2020.

Kebijakan itu berlaku untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMP. Sebelumnya kebijakan belajar di rumah ini hanya berlaku sampai 4 April 2020.

Update Corona Indonesia 5 April 2020: Terkonfirmasi Positif 2.273 Orang, Jateng Tidak Ada Tambahan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, Darmanto, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Bupati Boyolali tentang upaya pencegahan Covid 19.

"Jadi kebijakan belajar di rumah diperpanjang hingga 30 April menyesuaikan SE Bupati mengenai FWH [work from home]," kata dia kepada Solopos.com belum lama ini.

Misteri Penemuan Jasad Bayi di Selokan Tawangmangu, Orang Tuanya Diminta Serahkan Diri

Kebijakan siswa sekolah Boyolali belajar di rumah tersebut akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi wabah Covid-19.

Seperti diketahui, sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Boyolali telah memperpanjang masa belajar di rumah bagi pelajar berkaitan dengan pencegahan Covid 19 hingga 4 April.

Produsen Peralatan Outdoor di Karanganyar Beralih Bikin APD Tenaga Medis

Dengan demikian, siswa seharusnya kembali masuk sekolah mulai 6 April 2020. Namun dari hasil evaluasi, masa belajar di rumah kembali diperpanjang hingga 30 April.

Siswa Diminta Tidak Bepergian

Salah satu guru SMP Negeri 2 Ngemplak, Boyolali, Nur Mustaqim, mengatakan sekolah telah memberitahukan kepada siswa dan wali murid terkait perpanjangan waktu belajar di rumah bagi siswa.

Dampak Wabah Corona Sukoharjo: 1 Hotel Tutup Sementara, Lainnya Rumahkan Karyawan

"Untuk waktu belajar di rumah diperpanjang sampai 30 April," kata dia.

Selama masa belajar di di rumah, para siswa diberi tugas belajar oleh guru melalui aplikasi pesan Whatsapp. Selama masa belajar di rumah, siswa juga diimbau tidak bepergian, berkumpul di tempat keramaian, dan sebagainya.

KLB Corona Solo Belum Dicabut, Rudy Imbau Warga Pakai Masker Saat Keluar Rumah

Hal itu sesuai protokol social distancing yang dianjurkan pemerintah. Orang tua juga diimbau untuk memantau keberadaan anak dan proses pelajar anak di rumah agar benar-benar berjalan sesuai harapan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho