Dibully Gara-Gara Homeschooling, Bocah Solo Ini Buktikan Lewat Karya
Roetji Noer Poernomo bersama ibunya, Nur Aini. (Solopos.com/Ahmad Baihaqi)

Solopos.com, SOLO - Nur Aini, warga Mojosongo, Solo, ini memilih jalur homeschooling untuk pendidikan anaknya, Roetji Noer Sopeomo. Meski berbeda dengan lingkungannya, Noor Aini tetap puas dengan perkembangan Roetji.

Perempuan yang akrab disapa Iin ini memilih jalur homeschooling karena sejumlah alasan. Salah satunya adalah fleksibel. Lewat homeschooling, dia bisa melihat kemampuan dan keinginan anak sejak dini. Lalu dia bisa mengarahkan kemampuan anaknya ke arah yang tepat.

Man City Pilih Kejar Gelar Lain Ketimbang Liga Inggris

"Jadinya, anak punya waktu yang banyak untuk menyalurkan minat," kata Iin yang merupakan Anggota Tim Inti Persatuan Homeschooler Indonesia (PHI) saat berkunjung ke Griya Solopos, Minggu (9/2/2020).

Setiap harinya, Iin meluangkan waktu untuk menemani anaknya belajar. Dia bahkan sudah menyiapkan media pembelajaran yang sesuai. Ada berbagai macam buku yang disiapkan hingga laboratorium pribadi.

"Di laboratorium itu anak bebas berekspresi. Karena punya sendiri ya jadi tidak takut rusak. Ada globe, mikroskop, laptop, dan lain-lain," imbuhnya.

Akhirnya... Gibran Temui Rudy di Loji Gandrung Solo, Bahas Apa Ya?

Meski begitu, ada pengalaman tak enak yang dialami oleh Roetji. Sang anak bercerita pernah dibully gara-gara belajar lewat homeschooling saat les Bahasa Inggris. "Katanya homeschooling itu sama dengan tidak sekolah, sama dengan bodoh. Akhirnya saya dibully sekelas," ungkap Roetji.

"Namun, saat itu langsung saya membuktikan saya tidak bodoh. Saya membuat karya yang teman-teman saya tak bisa buat. Mereka akhirnya tak membully lagi," tutur Roetji.

Lebih lanjut, Iin bercerita anaknya memang suka bereksperimen. Dia menuturkan, Roetji pernah membuat lilin hias berbentuk ayam jago. Terkait dengan interaksi anaknya bersama teman sebaya, Iin tak khawatir.

Ketum PSSI: Stadion Manahan Solo Nyaris Sempurna

"Justru lewat homeschooling ini, Roetji bisa berteman dengan siapa saja. Tidak melulu teman sekelas yang akhirnya membuat geng. Malah bisa berteman dengan lintas usia dan lintas sekolah," tandasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho